SulawesiPos.com – Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Nevirizal, resmi mengajukan pengunduran diri pada Kamis, 23 Juli 2026, setelah sorotan publik membesar akibat aksi pamer gaya hidup mewah yang dikaitkan dengan akun media sosial anaknya.
Gelombang kritik bermula ketika warganet menyoroti kontras antara unggahan kemewahan di akun Instagram @ddeyya.aa dan kondisi masyarakat Gayo Lues yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana besar pada akhir 2025.
Di tengah keterbatasan infrastruktur, publik juga menautkan polemik ini dengan narasi tentang pelajar di Desa Kendawi yang disebut masih harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi jembatan gantung rusak demi bersekolah.
Unggahan Mewah dan Jeriken BBM Jadi Pemicu
Unggahan yang ramai dibicarakan memperlihatkan berbagai simbol kemewahan, mulai dari liburan ke luar negeri, pemesanan tiket pesawat, daftar kendaraan yang ingin dibeli, hingga akses fasilitas yang dianggap jauh dari situasi warga kebanyakan. Sorotan kemudian semakin meluas setelah beredar foto garasi yang menampilkan sekitar 15 jeriken bahan bakar minyak atau BBM.
“Bahan bakar ini dibeli oleh ayah saya,” tulis pemilik akun @ddeyya.aa dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.
Narasi tersebut memicu spekulasi luas di tengah masyarakat mengenai dugaan penimbunan BBM. Hingga Jumat, 24 Juli 2026, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan konteks pembelian maupun status hukum atas BBM yang terlihat di garasi tersebut.
Pengunduran Diri Diajukan ke Pemkab Gayo Lues
Di tengah tekanan publik yang terus membesar, Nevirizal akhirnya mengambil langkah formal dengan menyerahkan surat pengunduran diri kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Pengunduran diri tersebut menjadi respons atas polemik yang dalam beberapa hari terakhir menyeret nama keluarganya ke ruang publik.
Keputusan itu disampaikan melalui surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues pada Kamis, 23 Juli 2026.
“Pengunduran diri ini disampaikan melalui surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Kamis, 23 Juli 2026,” demikian bunyi keterangan resmi yang diterima.
Langkah itu juga muncul ketika publik menuntut klarifikasi yang lebih tegas dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Hingga berita ini ditulis, akun media sosial yang menjadi pusat sorotan telah dikunci dan tidak lagi dapat diakses publik secara bebas. Sementara itu, perhatian warga kini tertuju pada kemungkinan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang, terutama terkait dugaan penimbunan BBM dan sumber fasilitas mewah yang dipamerkan.


