Setelah Pertanian Bersinar, Bone Kini Tancap Gas Bangun Kawasan Nelayan Modern

SulawesiPos.com – Setelah sukses mengakselerasi sektor pertanian hingga mengukuhkan Kabupaten Bone sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Pemerintahan BerAmal di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman kini mulai mengarahkan fokus pembangunan pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Komitmen tersebut ditandai dengan alokasi pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tiga lokasi pembangunan itu masing-masing berada di Desa Bacu dan Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra, serta Desa Ujung Salangketo, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp15,2 miliar.

Program tersebut merupakan bagian dari Paket Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dibiayai melalui APBN 2026 pada DIPA Sekretariat Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyambut baik penetapan tiga lokasi pembangunan tersebut.

Menurutnya, kepercayaan pemerintah pusat menjadi bukti bahwa Bone tidak hanya diperhitungkan sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

BACA JUGA:  Bantuan Kemensos untuk Penyandang Disabilitas di Bone Cair, Nilainya Rp2 Juta Hingga Rp4 Juta

“Alhamdulillah, Bone mendapat tiga lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk tahun 2026,” ujar Andi Asman Sulaiman, Senin (13/7/2026).

Ia menegaskan pembangunan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas nelayan, perbaikan infrastruktur pendukung, hingga peningkatan nilai tambah hasil tangkapan.

Infrastruktur Nelayan Disiapkan di Tiga Titik

Di Desa Bacu, pembangunan KNMP tipe penyangga akan meliputi pekerjaan persiapan, pembangunan revetment, tambatan perahu, dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portabel, kios perbekalan, jaringan distribusi air bersih dan sumur bor, penerangan kawasan, jalan lingkungan dan saluran, lanskap kawasan, serta perataan lahan.

Sementara di Desa Bulu-Bulu, pembangunan mencakup revetment, tambatan perahu, dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portabel, kios perbekalan, sumur bor, penerangan kawasan, jalan lingkungan dan saluran, lanskap kawasan, hingga perataan lahan.

Adapun di Desa Ujung Salangketo, paket pekerjaan meliputi pembangunan revetment, tambatan perahu, dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portabel, kios perbekalan, jaringan distribusi air bersih dan sumur bor, penerangan kawasan, jalan lingkungan dan saluran, lanskap kawasan, serta perataan lahan.

BACA JUGA:  Resmi Dikukuhkan, Apkesmi Bone Siap Perkuat Layanan Kesehatan Primer

Pemerintah Kabupaten Bone optimistis kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih akan memperkuat sarana dan prasarana perikanan tangkap, meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (kar)

SulawesiPos.com – Setelah sukses mengakselerasi sektor pertanian hingga mengukuhkan Kabupaten Bone sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Pemerintahan BerAmal di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman kini mulai mengarahkan fokus pembangunan pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Komitmen tersebut ditandai dengan alokasi pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tiga lokasi pembangunan itu masing-masing berada di Desa Bacu dan Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra, serta Desa Ujung Salangketo, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp15,2 miliar.

Program tersebut merupakan bagian dari Paket Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dibiayai melalui APBN 2026 pada DIPA Sekretariat Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyambut baik penetapan tiga lokasi pembangunan tersebut.

Menurutnya, kepercayaan pemerintah pusat menjadi bukti bahwa Bone tidak hanya diperhitungkan sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

BACA JUGA:  Respons Cepat Pemkab Bone, 1.100 Dos Makanan Siap Saji Mengalir ke Korban Banjir

“Alhamdulillah, Bone mendapat tiga lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk tahun 2026,” ujar Andi Asman Sulaiman, Senin (13/7/2026).

Ia menegaskan pembangunan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas nelayan, perbaikan infrastruktur pendukung, hingga peningkatan nilai tambah hasil tangkapan.

Infrastruktur Nelayan Disiapkan di Tiga Titik

Di Desa Bacu, pembangunan KNMP tipe penyangga akan meliputi pekerjaan persiapan, pembangunan revetment, tambatan perahu, dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portabel, kios perbekalan, jaringan distribusi air bersih dan sumur bor, penerangan kawasan, jalan lingkungan dan saluran, lanskap kawasan, serta perataan lahan.

Sementara di Desa Bulu-Bulu, pembangunan mencakup revetment, tambatan perahu, dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portabel, kios perbekalan, sumur bor, penerangan kawasan, jalan lingkungan dan saluran, lanskap kawasan, hingga perataan lahan.

Adapun di Desa Ujung Salangketo, paket pekerjaan meliputi pembangunan revetment, tambatan perahu, dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portabel, kios perbekalan, jaringan distribusi air bersih dan sumur bor, penerangan kawasan, jalan lingkungan dan saluran, lanskap kawasan, serta perataan lahan.

BACA JUGA:  Resmi Dikukuhkan, Apkesmi Bone Siap Perkuat Layanan Kesehatan Primer

Pemerintah Kabupaten Bone optimistis kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih akan memperkuat sarana dan prasarana perikanan tangkap, meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru