SulawesiPos.com – Brian Uriarte memenangi balapan Moto3 Grand Prix Jerman 2026 di Sachsenring, Minggu, 12 Juli 2026, setelah menuntaskan 23 lap dengan waktu 33 menit 02,694 detik dan hanya unggul 0,063 detik atas rival utamanya, Maximo Quiles, sementara pembalap Indonesia Veda Ega Pratama bangkit dari posisi start ke-13 untuk finis kedelapan bersama Honda Team Asia.
Duel Uriarte dan Quiles menjadi benang merah balapan di barisan depan. Hasil akhir resmi MotoGP menunjukkan keduanya nyaris tak terpisahkan sampai garis finis, dengan Quiles terus menempel ketat sebelum akhirnya harus puas berada di posisi kedua. Jarak yang hanya 0,063 detik itu menegaskan bahwa kemenangan Uriarte benar-benar ditentukan oleh eksekusi akhir yang lebih rapi pada fase penutup lomba.
Di belakang mereka, Matteo Bertelle finis ketiga dengan selisih 5,053 detik dari pemenang. Marco Morelli menyusul di posisi keempat, hanya 0,007 detik di belakang Bertelle, sedangkan Rico Salmela melengkapi lima besar. Persaingan papan tengah juga rapat, dengan Adrian Fernandez dan Jesus Rios finis di depan Veda.
Veda Bangun Balapan dari Lap-Lap Awal
Start dari posisi ke-13 membuat Veda tidak punya ruang untuk melakukan kesalahan pada lap-lap pembuka. Pembalap muda Indonesia itu harus lebih dulu keluar dari kepadatan rombongan tengah sebelum bisa mulai memburu zona poin.
Pada fase awal itulah tantangan utama Veda terlihat. Saat Uriarte dan Quiles langsung menata ritme di grup depan, Veda dipaksa membangun balapan dengan sabar, menjaga motor tetap bersih dari insiden, sekaligus mencari celah overtake di lintasan Sachsenring yang sempit dan teknikal.
Memasuki lap-lap tengah, perjuangan Veda mulai membuahkan hasil. Ia mampu terus mengikis posisi, menjaga konsistensi lap, dan tetap berada dalam pertarungan menuju 10 besar ketika banyak pembalap mulai kehilangan ritme. Balapan Veda bukan dibangun lewat satu momen besar, melainkan lewat rangkaian lap yang stabil saat pembalap lain mulai terpencar.
Ketika lomba masuk fase penentuan, fokus Veda bergeser dari sekadar menyalip ke upaya mempertahankan tempat di kelompok peraih poin. Ia akhirnya menutup balapan di posisi kedelapan dengan catatan total 33 menit 18,351 detik, unggul atas Ryusei Yamanaka dan Eddie O'Shea yang finis tepat di belakangnya.
Hasil ini membuat Veda membawa pulang tambahan delapan poin dari Sachsenring. Meski belum mampu ikut dalam duel podium, cara Veda memulihkan situasi dari posisi start ke-13 hingga finis kedelapan menunjukkan ia tetap kompetitif dan mampu menjaga ritme sepanjang balapan penuh.
Bagi Uriarte, kemenangan di Jerman menjadi bukti lain bahwa rookie Red Bull KTM Ajo itu makin matang dalam pertarungan penutup balapan. Bagi Quiles, finis kedua tetap menjaga tekanannya di papan atas. Sementara bagi Veda, Sachsenring menghadirkan satu lagi balapan penting yang menegaskan kapasitasnya untuk bertarung di rombongan poin meski memulai lomba dari baris belakang.


