Kalimat itu benar, dan justru karena benar, ia berlaku dua arah, amanah yang sama yang mengangkatnya ke kursi Bupati, adalah amanah yang sama pula yang berhak dicabut ketika kepercayaan itu dinilai telah retak.
Ke mana ujung polemik ini akan bermuara, kita belum tahu. Tapi satu hal sudah pasti, Republik kecil bernama Gowa sedang mengajarkan kita semua, bahwa kekuasaan tanpa pertanggungjawaban hukum maupun moral hanyalah singgasana yang menunggu waktu untuk runtuh.

