SulawesiPos.com – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menargetkan Sulawesi Selatan menjadi lumbung suara Golkar di Indonesia Timur pada Pemilu 2029, seraya meminta kader menaikkan perolehan kursi legislatif dari tingkat DPR hingga DPRD kabupaten/kota.
Target itu disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar, Senin, 20 Juli 2026, di hadapan ribuan kader partai.
Menurut Bahlil, Musda bukan hanya forum memilih ketua baru, tetapi juga menjadi titik konsolidasi untuk mengevaluasi kepengurusan, menyusun program kerja, dan merumuskan rekomendasi partai ke depan.
“Musda akan melahirkan tiga keputusan besar, yaitu evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih ketua DPD Partai Golkar,” kata Bahlil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menegaskan kejayaan Golkar di wilayah timur harus kembali diperkuat dengan menjadikan Sulsel sebagai simpul utama pergerakan partai.
Bahlil Minta Konsolidasi Sampai Desa
Bahlil meminta seluruh kader tidak berhenti pada pelaksanaan Musda tingkat provinsi.
Ia mendorong konsolidasi partai segera dilanjutkan hingga musyawarah cabang di kabupaten dan kota.
Setelah itu, pembenahan organisasi juga diminta bergerak terus sampai tingkat kecamatan dan desa.
“Saya meminta nanti setelah musda selesai, dilaksanakan muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa. Karena, kekuatan partai kita itu ada di sana. Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya itu di Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu Sulawesi Selatan menjadi contoh,” imbuhnya.
Bahlil menilai kerja-kerja politik partai harus langsung berujung pada kenaikan suara dan tambahan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Target Kursi DPR hingga DPRD Harus Bertambah
Dalam arahannya, Bahlil secara terbuka menegaskan bahwa penambahan kursi menjadi target utama yang harus dicapai kepengurusan baru.
Ia menyebut target itu berlaku untuk semua level keterwakilan politik Golkar.
Karena itu, ketua DPD yang nantinya terpilih melalui Musda diminta menerjemahkan target tersebut ke dalam kerja politik yang konkret.
“Kursi harus naik. Itu adalah perintah DPP kepada ketua DPD yang nanti ditetapkan melalui musda. Kursi Partai Golkar harus bertambah, baik di DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota,” tegas Bahlil.
Bahlil juga menyinggung dinamika kader yang memilih bergabung ke partai lain setelah kontestasi internal, namun ia menegaskan Golkar tetap kokoh dan bersifat inklusif.
“Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Memang beda pola partai kita,” tandasnya.
Pada Pemilu 2024, Golkar menguasai 14 kursi di DPRD Sulsel dan menempati posisi kedua terbanyak, sekaligus meraih kursi wakil ketua DPRD Sulsel periode 2024-2029.
Sementara di tingkat DPR RI, Golkar memperoleh empat kursi dari daerah pemilihan Sulsel pada Pemilu 2024.


