Projo Sulsel Desak DPP Projo Bertransformasi Jadi Partai Politik Menuju Pemilu 2029

SulawesiPos.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Sulawesi Selatan mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo segera mengambil langkah konkret untuk mengubah status organisasi kemasyarakatan tersebut menjadi partai politik menjelang Pemilu 2029.

​Ketua DPD Projo Sulsel, Herwin Niniala, menyatakan bahwa setelah lebih dari satu dekade berkiprah dalam dinamika politik nasional, gagasan transformasi ini mendesak untuk dibicarakan secara terbuka demi pendewasaan organisasi.

​“Menurut saya, sudah waktunya Projo berani mendiskusikan masa depannya secara lebih besar. Kita tidak boleh selamanya hanya menjadi kekuatan pendukung,” ujar Herwin di Makassar, Senin (31/8/2026).

​Terkait kesiapan administratif dan elektoral, Herwin menegaskan Projo Sulsel telah siap mengikuti seluruh tahapan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selama sepuluh tahun bergerak, struktur kepengurusan telah terbentuk di 20 DPC tingkat kabupaten/kota, membawahi ribuan kader di tingkat PAC, serta telah melampaui 50 persen syarat keterwakilan perempuan.

​Herwin menggarisbawahi bahwa wacana menjadi partai politik bukan sekadar ambisi mengejar kekuasaan, melainkan upaya menyediakan saluran formal yang lebih nyata bagi aspirasi masyarakat yang selama ini diperjuangkan lewat gerakan relawan.

BACA JUGA:  Terpidana Kasus Kosmetik Berbahaya Mira Hayati Lunasi Denda Rp1 Miliar, Disetor ke Kas Negara

​“Kalau selama ini kita mampu mengantarkan dan mendukung pemimpin, mengapa tidak mulai berpikir membangun wadah politik yang mampu melahirkan pemimpin? Kalau selama ini kita mengawal kebijakan, mengapa tidak mempersiapkan kader-kader yang suatu hari ikut menentukan dan membuat kebijakan?” tuturnya.

​Menurutnya, modal sosial dan rekam jejak politik Projo yang telah tumbuh sejak era Joko Widodo hingga kini mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan pada strategi jangka panjang demi kesejahteraan publik.

​“Jangan alergi mendengar kata partai politik. Kalau politik dijalankan dengan benar, politik adalah alat memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” pungkas Herwin.

SulawesiPos.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Sulawesi Selatan mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo segera mengambil langkah konkret untuk mengubah status organisasi kemasyarakatan tersebut menjadi partai politik menjelang Pemilu 2029.

​Ketua DPD Projo Sulsel, Herwin Niniala, menyatakan bahwa setelah lebih dari satu dekade berkiprah dalam dinamika politik nasional, gagasan transformasi ini mendesak untuk dibicarakan secara terbuka demi pendewasaan organisasi.

​“Menurut saya, sudah waktunya Projo berani mendiskusikan masa depannya secara lebih besar. Kita tidak boleh selamanya hanya menjadi kekuatan pendukung,” ujar Herwin di Makassar, Senin (31/8/2026).

​Terkait kesiapan administratif dan elektoral, Herwin menegaskan Projo Sulsel telah siap mengikuti seluruh tahapan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selama sepuluh tahun bergerak, struktur kepengurusan telah terbentuk di 20 DPC tingkat kabupaten/kota, membawahi ribuan kader di tingkat PAC, serta telah melampaui 50 persen syarat keterwakilan perempuan.

​Herwin menggarisbawahi bahwa wacana menjadi partai politik bukan sekadar ambisi mengejar kekuasaan, melainkan upaya menyediakan saluran formal yang lebih nyata bagi aspirasi masyarakat yang selama ini diperjuangkan lewat gerakan relawan.

BACA JUGA:  Tender Stadion Untia Makassar Dimenangkan PT Ciriajasa CM, Nilai Proyek Rp5,86 Miliar

​“Kalau selama ini kita mampu mengantarkan dan mendukung pemimpin, mengapa tidak mulai berpikir membangun wadah politik yang mampu melahirkan pemimpin? Kalau selama ini kita mengawal kebijakan, mengapa tidak mempersiapkan kader-kader yang suatu hari ikut menentukan dan membuat kebijakan?” tuturnya.

​Menurutnya, modal sosial dan rekam jejak politik Projo yang telah tumbuh sejak era Joko Widodo hingga kini mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan pada strategi jangka panjang demi kesejahteraan publik.

​“Jangan alergi mendengar kata partai politik. Kalau politik dijalankan dengan benar, politik adalah alat memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” pungkas Herwin.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru