Bea Cukai Bantah Isu Beras Selundupan Lewat Batu Ampar

SulawesiPos.com – Otoritas kepabeanan secara resmi membantah isu masuknya suplai beras dan gula selundupan via Pelabuhan Batu Ampar pada Selasa (29/9/2026). Bantahan ini dikeluarkan merespons beredarnya surat pembaca terkait aktivitas mencurigakan dari jalur perairan negara tetangga menuju Batam.

Sanggahan tersebut didasari oleh sistem deteksi ketat yang diberlakukan di area kepabeanan utama itu tanpa pandang bulu. “Pemasukan beras dan gula, jadi kalau di pelabuhan yang kami awasi, Batu Ampar, itu kami pastikan enggak ada lewat situ,” kata Kasi Humas Bea Cukai Batam, Mujiono.

Walaupun pintu masuk resmi dipastikan steril, pihak penyidik tidak menutup mata terhadap kerawanan di sektor pesisir lainnya. Pelabuhan warga yang tersebar di luar pengawasan absolut petugas diduga bisa menjadi alternatif jalur pasokan logistik ilegal.

Mujiono mengakui bahwa pengawasan di luar titik pabean masih menjadi tantangan bagi seluruh aparat penjaga perbatasan. “Cuma kalau misal dari pelabuhan-pelabuhan lain, kemungkinan itu tetap ada,” sebutnya menanggapi pertanyaan mengenai celah operasional tersebut.

BACA JUGA:  EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih Diluncurkan di Bone, Fokus Penguatan Ekonomi Lokal

Bersamaan dengan itu, dugaan keterlibatan seorang figur swasta yang disebut bernama Akim turut menjadi sorotan utama publik. Nama tersebut sebelumnya disinggung dalam aduan awal sebagai pihak yang diduga mengatur lalu lintas armada tongkang.

Sampai detik ini, tim pemeriksa menyatakan belum menemukan jejak atau bukti fisik yang mengarah pada sosok kontroversial tersebut. “Belum, belum ada,” sanggah Mujiono secara ringkas ketika ditanya mengenai rekam jejak nama itu di basis data instansi.

Aparat berjanji akan mengambil tindakan tegas apabila bukti di lapangan mendukung keluhan masyarakat tersebut di masa mendatang. “Jadi kami itu secara institusi enggak bisa melakukan permintaan keterangan atau melakukan pemeriksaan berdasarkan perintah,” pungkasnya menjelaskan standar operasional. (*)

SulawesiPos.com – Otoritas kepabeanan secara resmi membantah isu masuknya suplai beras dan gula selundupan via Pelabuhan Batu Ampar pada Selasa (29/9/2026). Bantahan ini dikeluarkan merespons beredarnya surat pembaca terkait aktivitas mencurigakan dari jalur perairan negara tetangga menuju Batam.

Sanggahan tersebut didasari oleh sistem deteksi ketat yang diberlakukan di area kepabeanan utama itu tanpa pandang bulu. “Pemasukan beras dan gula, jadi kalau di pelabuhan yang kami awasi, Batu Ampar, itu kami pastikan enggak ada lewat situ,” kata Kasi Humas Bea Cukai Batam, Mujiono.

Walaupun pintu masuk resmi dipastikan steril, pihak penyidik tidak menutup mata terhadap kerawanan di sektor pesisir lainnya. Pelabuhan warga yang tersebar di luar pengawasan absolut petugas diduga bisa menjadi alternatif jalur pasokan logistik ilegal.

Mujiono mengakui bahwa pengawasan di luar titik pabean masih menjadi tantangan bagi seluruh aparat penjaga perbatasan. “Cuma kalau misal dari pelabuhan-pelabuhan lain, kemungkinan itu tetap ada,” sebutnya menanggapi pertanyaan mengenai celah operasional tersebut.

BACA JUGA:  KPK Sita Uang Tunai Lima Milyar, Diduga Berkaitan dengan Kasus Bea Cukai

Bersamaan dengan itu, dugaan keterlibatan seorang figur swasta yang disebut bernama Akim turut menjadi sorotan utama publik. Nama tersebut sebelumnya disinggung dalam aduan awal sebagai pihak yang diduga mengatur lalu lintas armada tongkang.

Sampai detik ini, tim pemeriksa menyatakan belum menemukan jejak atau bukti fisik yang mengarah pada sosok kontroversial tersebut. “Belum, belum ada,” sanggah Mujiono secara ringkas ketika ditanya mengenai rekam jejak nama itu di basis data instansi.

Aparat berjanji akan mengambil tindakan tegas apabila bukti di lapangan mendukung keluhan masyarakat tersebut di masa mendatang. “Jadi kami itu secara institusi enggak bisa melakukan permintaan keterangan atau melakukan pemeriksaan berdasarkan perintah,” pungkasnya menjelaskan standar operasional. (*)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru