SulawesiPos.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan 3.738 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) untuk menjaga integritas sejak bangku kuliah.
Ia menekankan agar mahasiswa tidak mengambil hak orang lain, terlebih melakukan korupsi.
Pesan tersebut disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru dan Masa Ta’aruf (PKKMB & MASTA) UMRI di Pekanbaru, dikutip dalam rilis Kementan, Jumat (18/9/2026).
“Jangan pernah mengambil haknya orang. Apalagi korupsi. Jangan. Karena itu akan merusak Anda nanti ke depan. Karakter Anda rusak ke depan,” tegas Mentan Amran.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional”.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Amran mengatakan integritas tidak seharusnya baru dibangun ketika seseorang telah menduduki jabatan.
Menurutnya, masa kuliah menjadi momentum penting untuk membentuk karakter sebelum memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional.
Ia menilai kemampuan akademik dan kesuksesan ekonomi tidak akan berarti apabila dibangun tanpa kejujuran.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk membiasakan diri bekerja keras, disiplin, bertanggung jawab, serta berani memulai sesuatu secara mandiri.
“Tidak ada orang besar mimpi kecil. Make big dream. Kemudian bertindak. Take action. Anda bertindak, Anda memulai, jangan ragu-ragu. Kemudian persisten, sabar menghadapi semua cobaan. Ujungnya adalah sukses,” ujar Amran.
Mentan Dorong Mahasiswa Mulai Berusaha Sejak Kuliah
Amran juga meminta mahasiswa tidak menunggu hingga lulus untuk mulai belajar bekerja dan mencari penghasilan.
Menurutnya, pengalaman menjalankan usaha sejak muda dapat menjadi latihan untuk memahami kerja keras, tanggung jawab, dan proses mencapai keberhasilan.
“Mulai belajar cari uang. Bukan nilai uangnya. Kalau perlu jadi tukang batu, kalau perlu berkebun, macam-macam. Jual bakso, jual apa saja. Yang penting halal,” katanya.
Dorongan tersebut sekaligus dikaitkan Amran dengan peluang besar di sektor pertanian.
Ia mengatakan pertanian tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menanam dan memanen, tetapi juga mencakup kewirausahaan, perdagangan, teknologi hingga pengembangan produk bernilai tambah.
Amran bahkan menyebut sektor pertanian memiliki peran besar dalam melahirkan kekuatan ekonomi. Hal itu disampaikannya dalam dialog bersama mahasiswa dan petani yang hadir.
“Sepuluh konglomerat Indonesia, delapan dari sektor pertanian,” ujar Amran.
Ia juga mencontohkan mahasiswa yang sudah mulai menjalankan usaha sejak semester pertama. Menurut Amran, keberanian memulai usaha sejak muda dapat membentuk mental mandiri.
“Anak saya sementara kuliah juga. Dia pengusaha. Dia semester satu. Dia menjual telur, menjual ayam,” ujar Amran.
Meski mendorong mahasiswa untuk berwirausaha, Amran kembali menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan pekerjaan.
Menurutnya, setiap usaha harus dilakukan secara halal dan tidak mengambil hak orang lain.
“Jangan takut memulai dari bawah. Yang penting halal, jujur, dan mau bekerja keras,” pesannya.
Amran Minta Mahasiswa Siap Berproses
Selain integritas dan kewirausahaan, Amran mengingatkan mahasiswa untuk menghormati orang tua dan dosen serta menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh.
Ia mengatakan keberhasilan tidak diperoleh secara instan. Setiap pencapaian membutuhkan proses, tekanan, kegagalan, dan ketekunan.
Amran mengibaratkan proses tersebut seperti berlian yang terbentuk melalui tekanan sangat tinggi.
“Berlian lahir dari tekanan 3.500 derajat. Itulah diperebutkan orang. Tapi tidak mau PR, bagaimana? Mau sukses, harus mau berproses,” ujarnya.
Menutup kuliah umumnya, Amran meminta mahasiswa tidak menyia-nyiakan masa awal perkuliahan.
Ia mengajak generasi muda mulai membangun masa depan sejak sekarang dengan mimpi besar, kerja keras, keberanian mengambil tindakan, dan tetap menjaga integritas.
“Camkan hari ini. Anda akan rebut masa depannya nanti 10 tahun atau 5 tahun ke depan. Gunakan momentum hari ini dengan baik,” pungkasnya.


