Bekali Anak Muda Skill Desain Visual, Pemkab Bone Bidik Peluang Ekonomi Digital

SulawesiPos.com – Sebanyak 16 anak muda di Kabupaten Bone mendapat bekal keterampilan desain visual sebagai modal memasuki pasar kerja dan menangkap peluang ekonomi digital.

Pelatihan vokasi ini diharapkan tidak sekadar menghasilkan peserta bersertifikat, tetapi juga melahirkan tenaga terampil yang mampu bekerja dan menciptakan sumber pendapatan baru.

Pelatihan dibuka langsung Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., bertempat di Jalan Lapawawoi Karaeng Sigeri, Kelurahan Masumpu, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dengan Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) Kabupaten Bone.

Pelatihan berlangsung selama delapan hari, 16–23 September 2026, dan diikuti 16 peserta yang terdiri atas 13 laki-laki dan tiga perempuan.

Ketua Panitia, Asdar, S.H., mengatakan seluruh peserta telah memenuhi persyaratan administrasi dan berkomitmen mengikuti pelatihan hingga selesai.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknis desain visual, tetapi juga diharapkan mampu mendorong kreativitas dan kemandirian generasi muda.

BACA JUGA:  LHP BPK Diserahkan, Pemkab Bone Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran

“Pelatihan ini menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang,” kata Asdar.

Ketua HDMI Bone, Syahris Sabirin, S.H., mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam meningkatkan kapasitas anak muda di Kabupaten Bone.

Ia menegaskan HDMI Bone terbuka untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Dengan semangat kolaborasi, tentu kami bersinergi dan siap membantu seluruh program Pemerintah Kabupaten Bone,” ujarnya.

Wabup: Skill Jadi Modal Hadapi Dunia Kerja

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi kolaborasi HDMI Bone dan BBPVP Makassar. Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Andi Akmal mengatakan peningkatan kompetensi dibutuhkan oleh berbagai kelompok, mulai dari masyarakat yang belum bekerja, pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan, hingga calon pelaku usaha.

“Fokusnya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan, sehingga masyarakat, para pekerja, calon pekerja maupun calon pengusaha bisa membangun usaha ataupun berkontribusi untuk negeri,” kata Andi Akmal.

BACA JUGA:  IPM Naik, Kemiskinan Turun, DPRD Beri Catatan LKPJ

Ia menyebut Kabupaten Bone mendapat sejumlah program dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung peningkatan kualitas dan keterampilan masyarakat.

Peluang tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan secara maksimal, terutama oleh generasi muda.

Dorong Anak Muda Tak Sekadar Jadi Pengguna Media Sosial

Andi Akmal juga menyoroti perubahan lanskap pekerjaan di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Menurutnya, media sosial tidak semestinya hanya digunakan untuk menjadi penonton atau pengikut. Platform digital juga dapat dimanfaatkan untuk membangun portofolio, menawarkan jasa, hingga menciptakan sumber pendapatan.

“Jangan hanya menjadi penonton atau follower. Bagaimana media sosial ini bisa menghasilkan untuk kita semuanya,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong HDMI Bone agar pelatihan serupa dikembangkan ke berbagai bidang yang memiliki peluang ekonomi bagi anak muda.

Selain desain visual, pelatihan dapat diarahkan pada digital marketing, affiliate marketing, kecantikan, hingga berbagai keterampilan berbasis jasa.

“Harapan kita, para peserta betul-betul memiliki output dan menguasai pelatihannya, sehingga kebutuhan desain visual ke depan dapat dipenuhi dari teman-teman yang mengikuti pelatihan ini,” kata Andi Akmal.

BACA JUGA:  Bone Perkuat Konektivitas Udara, Pemkab Aktif Bahas Subsidi Penerbangan 2027

Para peserta dalam program tersebut memperoleh sejumlah fasilitas, di antaranya modul dan materi pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan, sarana pelatihan, sertifikat kompetensi BNSP, konsumsi harian, serta uang transport.

Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi menghasilkan keterampilan yang dapat langsung diterapkan peserta untuk bekerja, membuka jasa, maupun mengembangkan usaha di tengah pertumbuhan ekonomi digital. (kar)

SulawesiPos.com – Sebanyak 16 anak muda di Kabupaten Bone mendapat bekal keterampilan desain visual sebagai modal memasuki pasar kerja dan menangkap peluang ekonomi digital.

Pelatihan vokasi ini diharapkan tidak sekadar menghasilkan peserta bersertifikat, tetapi juga melahirkan tenaga terampil yang mampu bekerja dan menciptakan sumber pendapatan baru.

Pelatihan dibuka langsung Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., bertempat di Jalan Lapawawoi Karaeng Sigeri, Kelurahan Masumpu, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dengan Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) Kabupaten Bone.

Pelatihan berlangsung selama delapan hari, 16–23 September 2026, dan diikuti 16 peserta yang terdiri atas 13 laki-laki dan tiga perempuan.

Ketua Panitia, Asdar, S.H., mengatakan seluruh peserta telah memenuhi persyaratan administrasi dan berkomitmen mengikuti pelatihan hingga selesai.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknis desain visual, tetapi juga diharapkan mampu mendorong kreativitas dan kemandirian generasi muda.

BACA JUGA:  Tutup Masseddie Cup, Wabup Bone Tekankan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

“Pelatihan ini menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang,” kata Asdar.

Ketua HDMI Bone, Syahris Sabirin, S.H., mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam meningkatkan kapasitas anak muda di Kabupaten Bone.

Ia menegaskan HDMI Bone terbuka untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Dengan semangat kolaborasi, tentu kami bersinergi dan siap membantu seluruh program Pemerintah Kabupaten Bone,” ujarnya.

Wabup: Skill Jadi Modal Hadapi Dunia Kerja

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi kolaborasi HDMI Bone dan BBPVP Makassar. Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Andi Akmal mengatakan peningkatan kompetensi dibutuhkan oleh berbagai kelompok, mulai dari masyarakat yang belum bekerja, pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan, hingga calon pelaku usaha.

“Fokusnya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan, sehingga masyarakat, para pekerja, calon pekerja maupun calon pengusaha bisa membangun usaha ataupun berkontribusi untuk negeri,” kata Andi Akmal.

BACA JUGA:  LHP BPK Diserahkan, Pemkab Bone Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran

Ia menyebut Kabupaten Bone mendapat sejumlah program dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung peningkatan kualitas dan keterampilan masyarakat.

Peluang tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan secara maksimal, terutama oleh generasi muda.

Dorong Anak Muda Tak Sekadar Jadi Pengguna Media Sosial

Andi Akmal juga menyoroti perubahan lanskap pekerjaan di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Menurutnya, media sosial tidak semestinya hanya digunakan untuk menjadi penonton atau pengikut. Platform digital juga dapat dimanfaatkan untuk membangun portofolio, menawarkan jasa, hingga menciptakan sumber pendapatan.

“Jangan hanya menjadi penonton atau follower. Bagaimana media sosial ini bisa menghasilkan untuk kita semuanya,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong HDMI Bone agar pelatihan serupa dikembangkan ke berbagai bidang yang memiliki peluang ekonomi bagi anak muda.

Selain desain visual, pelatihan dapat diarahkan pada digital marketing, affiliate marketing, kecantikan, hingga berbagai keterampilan berbasis jasa.

“Harapan kita, para peserta betul-betul memiliki output dan menguasai pelatihannya, sehingga kebutuhan desain visual ke depan dapat dipenuhi dari teman-teman yang mengikuti pelatihan ini,” kata Andi Akmal.

BACA JUGA:  Elpiji 3 Kg Langka, Harga Tembus Rp40 Ribu per Tabung, Warga Bone Berburu hingga Wajo

Para peserta dalam program tersebut memperoleh sejumlah fasilitas, di antaranya modul dan materi pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan, sarana pelatihan, sertifikat kompetensi BNSP, konsumsi harian, serta uang transport.

Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi menghasilkan keterampilan yang dapat langsung diterapkan peserta untuk bekerja, membuka jasa, maupun mengembangkan usaha di tengah pertumbuhan ekonomi digital. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru