SulawesiPos.com – Arsenal mengalahkan Sunderland 2-0 pada pekan keempat Premier League di Stadium of Light, Sabtu (12/9/2026) malam waktu Inggris atau Minggu (13/9/2026) dini hari Wita.
David Raya menggagalkan penalti Enzo Le Fée sebelum Bruno Guimarães mencetak gol pertamanya untuk The Gunners dan Bukayo Saka menutup kemenangan dari titik putih.
Kemenangan tersebut mempertahankan awal sempurna Arsenal di Premier League 2026/2027.
Tim asuhan Mikel Arteta meraih 12 poin dari empat pertandingan dan memimpin klasemen sementara.
Arsenal mendominasi penguasaan bola pada babak pertama, tetapi tidak mampu memecah pertahanan Sunderland.
Robin Roefs menggagalkan peluang Kai Havertz, sedangkan tembakan Gabriel Magalhães dan upaya Le Fée di sisi lain sama-sama melebar tipis.
Sunderland meningkatkan tekanan setelah jeda.
Tuan rumah mendapat penalti ketika Ezri Konsa dinilai menjatuhkan Dan Ballard dalam duel di kotak terlarang.
Le Fée mengambil tendangan tersebut pada menit ke-55 dan mengarahkannya ke sisi kiri gawang.
Raya membaca arah bola, menepisnya ke tiang, lalu Arsenal membalikkan momentum pertandingan.
Sekitar 121 detik setelah penyelamatan itu, Guimarães menerima bola di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan melengkung yang tidak dapat dijangkau Roefs.
Gol menit ke-57 tersebut menjadi gol pertama gelandang Brasil itu sejak bergabung dengan Arsenal.
Sunderland berusaha menyamakan kedudukan dengan mengubah susunan menjadi lebih menyerang.
Nordi Mukiele dua kali mendapat peluang dari situasi bola mati, tetapi tidak mampu mengarahkannya ke gawang.
Arsenal memastikan kemenangan pada masa tambahan waktu.
Reinildo Mandava menjatuhkan Saka di kotak penalti dan menerima kartu kuning kedua, sebelum Saka mengeksekusi penalti pada menit 90+7.
Raya: Penyelamatan Itu Memberi Kami Keyakinan
Raya mengatakan penyelamatan penalti terjadi ketika Sunderland sedang berada dalam periode terbaiknya.
Momen itu membuat Arsenal kembali percaya diri menghadapi tekanan tuan rumah.
“Penyelamatan itu adalah momen besar, terutama pada kedudukan 0-0 di laga tandang ketika mereka sedikit lebih unggul,” kata Raya setelah pertandingan, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
“Penyelamatan itu memberi kami sedikit keyakinan. Bahkan jika kami kebobolan, saya kira kami tetap memiliki keyakinan untuk kembali ke pertandingan,” lanjutnya.
Raya juga memuji gol Guimarães yang tercipta segera setelah penalti Sunderland gagal.
“Gol yang luar biasa, terutama ketika datang ke tempat yang sangat sulit seperti ini. Pertarungan besar dan sangat mengandalkan fisik. Kami menghadapinya dengan baik, bertahan sangat baik, dan pada akhirnya mendapatkan tiga poin,” ujarnya.
Guimarães menyebut penyelamatan Raya menjaga Arsenal tetap hidup dalam pertandingan.
Ia kemudian memanfaatkan perubahan momentum untuk mencetak gol di stadion rival lama Newcastle United, klub yang pernah dibelanya.
“Penyelamatan yang sangat bagus. Ia menjaga kami tetap hidup dalam pertandingan. Setelah momen itu, kami mendapat kepercayaan diri lebih besar untuk bermain ke depan dan mencetak gol. Ia pemain yang luar biasa,” kata Guimarães, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
Gelandang berusia 28 tahun itu mengaku lega dapat membuka rekening golnya bersama Arsenal setelah awal musimnya terganggu cedera.
“Luar biasa. Saya merasa sangat baik. Semua orang tahu saya mengalami awal yang sulit karena cedera. Saya senang bisa kembali dan bermain. Ini momen yang baik bagi saya dan keluarga,” ujarnya.
Le Bris Sebut Sunderland Mampu Melawan Arsenal
Pelatih Sunderland Régis Le Bris kecewa karena timnya gagal mengubah penalti menjadi keunggulan.
Ia menilai para pemainnya mampu memberi perlawanan, terutama pada babak kedua.
“Hasil yang membuat frustrasi. Pertandingan yang bagus, terutama pada babak kedua ketika kami mampu melawan mereka secara seimbang,” kata Le Bris, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
“Kami memiliki peluang untuk mencetak gol, tidak berhasil, lalu tidak lama kemudian kami kebobolan. Mereka tidak pernah berhenti menekan. Ketika Anda tidak memanfaatkan peluang, situasinya menjadi sulit,” lanjutnya.
Le Bris mengakui Sunderland bermain lebih hati-hati pada babak pertama karena ancaman serangan Arsenal.
Setelah jeda, ia meminta timnya lebih berani menguasai bola dan menekan juara bertahan tersebut.
“Pada babak pertama kami sedikit menahan diri karena menghormati cara mereka mengancam pertahanan. Saat jeda, kami sepakat penting untuk menunjukkan kualitas saat menguasai bola. Kami menciptakan peluang dan Raya menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan hari ini,” ujarnya.
Sunderland menelan kekalahan kedua dari empat pertandingan liga.
The Black Cats mengoleksi empat poin setelah mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.
Arteta Marah atas Penalti Sunderland
Arteta menyebut kemenangan di Stadium of Light sangat penting, tetapi mempersoalkan keputusan penalti untuk Sunderland.
Menurut dia, Ballard lebih dahulu mengait tubuh Konsa ketika keduanya berebut posisi.
“Saya sangat kesal. Ini tidak dapat diterima pada level ini. Keputusan seperti itu dapat mengubah satu musim atau perburuan gelar. Saya sudah melihatnya 10 kali. Itu seperti bantingan judo. Hal seperti itu tidak boleh terjadi,” kata Arteta, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
“Itu bukan penalti dalam pertandingan apa pun, situasi apa pun, kompetisi apa pun, atau liga mana pun,” lanjutnya.
Pelatih asal Spanyol itu tetap memberi penghargaan kepada Sunderland karena membuat Arsenal bekerja keras.
Ia juga menempatkan Raya sebagai salah satu penentu kemenangan.
“Luar biasa. Sekali lagi, ia pemain yang menentukan pertandingan ketika kami membutuhkannya. Sunderland pantas mendapat pujian besar atas cara mereka bermain dan dilatih. Mereka membuat Anda harus bekerja sangat keras,” ujar Arteta.

