Jalan Sultan Hasanuddin, Jejak Ayam Jantan dari Timur yang Menantang Monopoli VOC

Makam di Bukit Tamalate

Jenazah Sultan Hasanuddin dimakamkan di Kompleks Pemakaman Raja-Raja Gowa, Jalan Palantikang, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Kompleks makam keturunan Raja Gowa di Gowa

Kompleks tersebut berada di puncak Bukit Tamalate dan menjadi tempat peristirahatan sejumlah raja Gowa.

Data pemerintah Kabupaten Gowa menyebut terdapat 24 situs pemakaman di kompleks tersebut.

Di antara makam yang berada di kawasan itu adalah makam Sultan Hasanuddin dan Sultan Alauddin, Raja Gowa ke-14 yang menjadi penguasa pertama Gowa yang memeluk Islam.

Kompleks makam itu juga tidak berdiri sendiri sebagai peninggalan sejarah. Di sekitarnya terdapat Batu Pallantikang, yang berkaitan dengan tradisi pelantikan raja-raja Gowa.

Tidak jauh dari kompleks tersebut terdapat Masjid Tua Al-Hilal Katangka, yang lebih dikenal sebagai Masjid Katangka.

Masjid ini secara umum dikenal sebagai masjid tertua di Sulawesi Selatan dan dikaitkan dengan masa pemerintahan Sultan Alauddin pada awal abad ke-17, tahun 1603 tercantum sebagai tahun pendiriannya dalam sejumlah sumber,

BACA JUGA:  Jalan Ramang, Legenda Pesepak Bola Makassar yang Pernah Merepotkan Kiper Terbaik Dunia

Nama Jalan di Pusat Makassar

Setelah berabad-abad berlalu, nama Sultan Hasanuddin banyak digunakan di berbagai ruang publik Indonesia.

Namanya bahkan dipakai untuk sebuah perguruan tinggi yang masuk dalam top 10 di Indonesia dan top 1 di Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin.

Selain itu ada juga Kodam XIV/Hasanuddin, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, taman, hingga kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Hasanuddin.

Bandar Udara Sultan Hasanuddin, patung ini berdiri setinggi 23 meter.

Kapal tersebut merupakan bagian dari sejarah penamaan kapal perang Indonesia yang mengambil nama tokoh pahlawan nasional.

Pemerintah Indonesia juga menetapkan Sultan Hasanuddin sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 087/TK/Tahun 1973.

Pemerintah Kabupaten Gowa mencatat penghargaan tersebut diberikan atas jasa dan perjuangannya dalam mempertahankan Gowa dari tekanan Belanda.

Makam di Bukit Tamalate

Jenazah Sultan Hasanuddin dimakamkan di Kompleks Pemakaman Raja-Raja Gowa, Jalan Palantikang, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Kompleks makam keturunan Raja Gowa di Gowa

Kompleks tersebut berada di puncak Bukit Tamalate dan menjadi tempat peristirahatan sejumlah raja Gowa.

Data pemerintah Kabupaten Gowa menyebut terdapat 24 situs pemakaman di kompleks tersebut.

Di antara makam yang berada di kawasan itu adalah makam Sultan Hasanuddin dan Sultan Alauddin, Raja Gowa ke-14 yang menjadi penguasa pertama Gowa yang memeluk Islam.

Kompleks makam itu juga tidak berdiri sendiri sebagai peninggalan sejarah. Di sekitarnya terdapat Batu Pallantikang, yang berkaitan dengan tradisi pelantikan raja-raja Gowa.

Tidak jauh dari kompleks tersebut terdapat Masjid Tua Al-Hilal Katangka, yang lebih dikenal sebagai Masjid Katangka.

Masjid ini secara umum dikenal sebagai masjid tertua di Sulawesi Selatan dan dikaitkan dengan masa pemerintahan Sultan Alauddin pada awal abad ke-17, tahun 1603 tercantum sebagai tahun pendiriannya dalam sejumlah sumber,

BACA JUGA:  Jalan Petta Punggawa: Jejak Panglima Tertinggi Bone yang Gugur dalam Perang 1905

Nama Jalan di Pusat Makassar

Setelah berabad-abad berlalu, nama Sultan Hasanuddin banyak digunakan di berbagai ruang publik Indonesia.

Namanya bahkan dipakai untuk sebuah perguruan tinggi yang masuk dalam top 10 di Indonesia dan top 1 di Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin.

Selain itu ada juga Kodam XIV/Hasanuddin, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, taman, hingga kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Hasanuddin.

Bandar Udara Sultan Hasanuddin, patung ini berdiri setinggi 23 meter.

Kapal tersebut merupakan bagian dari sejarah penamaan kapal perang Indonesia yang mengambil nama tokoh pahlawan nasional.

Pemerintah Indonesia juga menetapkan Sultan Hasanuddin sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 087/TK/Tahun 1973.

Pemerintah Kabupaten Gowa mencatat penghargaan tersebut diberikan atas jasa dan perjuangannya dalam mempertahankan Gowa dari tekanan Belanda.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru