Dua Siswa SMP Diamankan saat Coret-coret Fasilitas CPI Makassar

SulawesiPos.com – Dua siswa sekolah menengah pertama diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Sulawesi Selatan setelah diduga melakukan aksi coret-coret pada fasilitas di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar.

Penertiban dilakukan saat petugas berpatroli di ruang publik yang ramai dipakai warga untuk beraktivitas, terutama pada sore hingga malam hari.

Karena keduanya masih berstatus pelajar dan di bawah umur, penanganan dilakukan dengan pendekatan pembinaan dan pendataan.

Identitas kedua siswa itu tidak dipublikasikan untuk melindungi hak dan privasi anak.

Aksi tersebut menjadi perhatian karena CPI merupakan salah satu ruang publik penting di Makassar.

Jika vandalisme dibiarkan berulang, fasilitas umum bukan hanya terlihat kumuh, tetapi juga menambah beban perawatan dan perbaikan.

Satpol PP Perketat Pengawasan

Setelah kejadian itu, Satpol PP Sulsel disebut meningkatkan patroli di kawasan CPI untuk mencegah aksi serupa terulang.

Pengawasan diarahkan pada titik-titik yang rawan dipakai untuk coret-coret atau aktivitas lain yang berpotensi merusak fasilitas umum.

BACA JUGA:  Mobil Tangki Solar Bersubsidi Diamankan di Toraja Utara, Sopir Diperiksa

Langkah itu juga diharapkan menjaga kenyamanan masyarakat yang datang ke kawasan tersebut.

CPI selama ini menjadi salah satu ruang terbuka yang banyak digunakan warga untuk berkumpul, berolahraga, dan menikmati suasana tepi laut.

Penanganan dua siswa SMP ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan ruang publik tidak cukup hanya lewat penertiban.

Edukasi dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar juga dibutuhkan agar anak-anak memahami pentingnya menjaga fasilitas umum yang dipakai bersama.

SulawesiPos.com – Dua siswa sekolah menengah pertama diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Sulawesi Selatan setelah diduga melakukan aksi coret-coret pada fasilitas di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar.

Penertiban dilakukan saat petugas berpatroli di ruang publik yang ramai dipakai warga untuk beraktivitas, terutama pada sore hingga malam hari.

Karena keduanya masih berstatus pelajar dan di bawah umur, penanganan dilakukan dengan pendekatan pembinaan dan pendataan.

Identitas kedua siswa itu tidak dipublikasikan untuk melindungi hak dan privasi anak.

Aksi tersebut menjadi perhatian karena CPI merupakan salah satu ruang publik penting di Makassar.

Jika vandalisme dibiarkan berulang, fasilitas umum bukan hanya terlihat kumuh, tetapi juga menambah beban perawatan dan perbaikan.

Satpol PP Perketat Pengawasan

Setelah kejadian itu, Satpol PP Sulsel disebut meningkatkan patroli di kawasan CPI untuk mencegah aksi serupa terulang.

Pengawasan diarahkan pada titik-titik yang rawan dipakai untuk coret-coret atau aktivitas lain yang berpotensi merusak fasilitas umum.

BACA JUGA:  Kebakaran di Tinumbu Makassar Bakar Lima Rumah, Warga Pannampu Panik saat Asap Hitam Membubung

Langkah itu juga diharapkan menjaga kenyamanan masyarakat yang datang ke kawasan tersebut.

CPI selama ini menjadi salah satu ruang terbuka yang banyak digunakan warga untuk berkumpul, berolahraga, dan menikmati suasana tepi laut.

Penanganan dua siswa SMP ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan ruang publik tidak cukup hanya lewat penertiban.

Edukasi dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar juga dibutuhkan agar anak-anak memahami pentingnya menjaga fasilitas umum yang dipakai bersama.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru