Paulina Pobi Selamat Setelah 80 Jam Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT

SulawesiPos.com – Paulina Pobi, nenek berusia 84 tahun, ditemukan selamat pada Selasa, 18 Agustus 2026, setelah lebih dari 80 jam tertimpa reruntuhan rumahnya akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadikan kisah bertahannya di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, sebagai salah satu penyelamatan paling dramatis di tengah bencana itu.

Paulina ditemukan sekitar pukul 17.00 Wita di Desa Nitunglea ketika seorang warga datang memastikan kondisinya.

Selama empat hari, ia terbaring di tempat tidur dengan sebagian tubuh tertindih balok kayu dari bangunan yang roboh.

Saat ditemukan, Paulina dilaporkan hanya mampu menggerakkan tangan.

Air minum yang masih berada dalam jangkauannya menjadi penopang utama yang membantunya bertahan hidup di bawah reruntuhan.

Warga Desa Nitunglea memperkirakan Paulina tertimpa material bangunan selama lebih dari 80 jam.

Kondisinya sudah lemas ketika warga mulai membuka reruntuhan secara perlahan agar material lain tidak kembali menimpa tubuhnya.

BACA JUGA:  Gempa NTT Picu Tsunami Kecil di Selayar dan Bulukumba, Air Naik Setengah Meter

Ditemukan Saat Tinggal Sendiri di Rumah Terpencil

Posisi rumah Paulina yang cukup jauh dari permukiman membuat keberadaannya tidak langsung terpantau setelah gempa besar mengguncang wilayah itu.

Ia diketahui tinggal seorang diri, sehingga proses pencarian sangat bergantung pada inisiatif warga yang datang memeriksa satu per satu kondisi penduduk di area terpencil.

Proses mengeluarkan Paulina dari bawah reruntuhan memakan waktu hampir satu jam.

Warga harus berhati-hati mengangkat balok dan material bangunan karena kondisi korban sudah sangat lemah dan ruang geraknya amat terbatas.

Evakuasi Berat karena Jalan Tertutup Longsor

Setelah berhasil diselamatkan dari reruntuhan, perjalanan Paulina menuju fasilitas kesehatan masih penuh hambatan.

Jalur darat di Pulau Palue terdampak longsoran, sehingga ia harus ditandu menuju puskesmas yang berjarak sekitar lima kilometer.

Dari puskesmas, Paulina kembali harus ditandu menuju pelabuhan sejauh kurang lebih 10 kilometer sebelum diseberangkan dengan kapal ke rumah sakit di Maumere.

Perjalanan laut dari Palue ke Maumere dapat memakan waktu sekitar lima jam.

BACA JUGA:  Kajati Sulsel dan Forkopimda Lepas 25 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kondisi itu memperlihatkan beratnya akses penanganan darurat di Pulau Palue setelah gempa.

Selain kerusakan rumah dan fasilitas umum, longsor juga memutus mobilitas warga serta memperlambat evakuasi korban yang membutuhkan penanganan medis cepat.

SulawesiPos.com – Paulina Pobi, nenek berusia 84 tahun, ditemukan selamat pada Selasa, 18 Agustus 2026, setelah lebih dari 80 jam tertimpa reruntuhan rumahnya akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadikan kisah bertahannya di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, sebagai salah satu penyelamatan paling dramatis di tengah bencana itu.

Paulina ditemukan sekitar pukul 17.00 Wita di Desa Nitunglea ketika seorang warga datang memastikan kondisinya.

Selama empat hari, ia terbaring di tempat tidur dengan sebagian tubuh tertindih balok kayu dari bangunan yang roboh.

Saat ditemukan, Paulina dilaporkan hanya mampu menggerakkan tangan.

Air minum yang masih berada dalam jangkauannya menjadi penopang utama yang membantunya bertahan hidup di bawah reruntuhan.

Warga Desa Nitunglea memperkirakan Paulina tertimpa material bangunan selama lebih dari 80 jam.

Kondisinya sudah lemas ketika warga mulai membuka reruntuhan secara perlahan agar material lain tidak kembali menimpa tubuhnya.

BACA JUGA:  Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores

Ditemukan Saat Tinggal Sendiri di Rumah Terpencil

Posisi rumah Paulina yang cukup jauh dari permukiman membuat keberadaannya tidak langsung terpantau setelah gempa besar mengguncang wilayah itu.

Ia diketahui tinggal seorang diri, sehingga proses pencarian sangat bergantung pada inisiatif warga yang datang memeriksa satu per satu kondisi penduduk di area terpencil.

Proses mengeluarkan Paulina dari bawah reruntuhan memakan waktu hampir satu jam.

Warga harus berhati-hati mengangkat balok dan material bangunan karena kondisi korban sudah sangat lemah dan ruang geraknya amat terbatas.

Evakuasi Berat karena Jalan Tertutup Longsor

Setelah berhasil diselamatkan dari reruntuhan, perjalanan Paulina menuju fasilitas kesehatan masih penuh hambatan.

Jalur darat di Pulau Palue terdampak longsoran, sehingga ia harus ditandu menuju puskesmas yang berjarak sekitar lima kilometer.

Dari puskesmas, Paulina kembali harus ditandu menuju pelabuhan sejauh kurang lebih 10 kilometer sebelum diseberangkan dengan kapal ke rumah sakit di Maumere.

Perjalanan laut dari Palue ke Maumere dapat memakan waktu sekitar lima jam.

BACA JUGA:  Kajati Sulsel dan Forkopimda Lepas 25 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kondisi itu memperlihatkan beratnya akses penanganan darurat di Pulau Palue setelah gempa.

Selain kerusakan rumah dan fasilitas umum, longsor juga memutus mobilitas warga serta memperlambat evakuasi korban yang membutuhkan penanganan medis cepat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru