SulawesiPos.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin resmi menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan dan keanggotaan Partai Golongan Karya (Golkar).
Keputusan tersebut tertuang dalam surat pengunduran diri tertanggal Senin, 5 Oktober 2020 yang ditujukan kepada Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin.
Dalam surat tersebut, pria yang akrab disapa Appi ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran pengurus dan para senior Golkar yang telah memberikan ruang belajar dan pengabdian politik baginya.
“Partai Golkar adalah rumah tempat saya ditempa. Di bawah rindang beringin, saya belajar bahwa politik adalah jalan pengabdian dan bahwa karya selalu lebih nyaring daripada kata,” tulis Munafri dalam surat perpisahannya.
Selain melepas statusnya sebagai kader, Munafri juga menegaskan menolak jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar. Langkah ini diambil secara sadar dan ikhlas tanpa menyisakan ganjalan. Kendati mundur dari partai berlogo beringin tersebut, ia menegaskan silaturahmi dengan para kader dan pengurus Golkar akan tetap terjalin baik.
Merespons keputusan tersebut, Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, Supriansa, menyatakan pihaknya menghargai sikap politik yang diambil oleh Munafri. Menurutnya, setiap warga negara dan kader memiliki hak penuh dalam menentukan pilihan karier politiknya.
“Iya betul. Saya kira setiap orang memiliki kebebasan menentukan arah dan tujuan politiknya dan kami menghargai itu. Selamat bertugas di tempat baru dan terima kasih sudah mengabdi di Golkar,” ujar Supriansa.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas seluruh kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan Munafri selama berkiprah di tubuh partai. “Tidak sedikit perjuangan dan pengorbanan beliau selama di Golkar, semoga menjadi amal ibadah,” pungkasnya.


