SulawesiPos.com – Gelombang kepedulian publik untuk korban gempa NTT terus membesar hingga Senin (17/8/2026), ketika sejumlah figur publik dan kreator konten menggalang donasi melalui Kitabisa di tengah penanganan dampak gempa Magnitudo 7,7 Flores yang menurut pembaruan BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 18.40 WIB telah menewaskan 53 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga bertahan di pengungsian.
Kerusakan akibat gempa itu meluas di sejumlah wilayah Flores, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ngada, dan Ende, sementara rumah orang tua mantan Menkominfo Johnny G. Plate di Manggarai juga dilaporkan ambruk.
Penggalangan yang paling menonjol datang dari Ferry Irwandi yang menghimpun donasi lebih dari Rp1 miliar dengan target Rp3 miliar dan melibatkan lebih dari 11 ribu donatur.
Zaskia Adya Mecca bersama Rangkul Foundation juga mencuri perhatian setelah dana yang terkumpul menembus lebih dari Rp6,2 miliar dari target Rp7 miliar dengan dukungan lebih dari 113 ribu donatur.
Donasi Meluas dari Kreator ke Relawan
Arus bantuan tidak berhenti pada dua nama itu karena Rachel Vennya, Praz Teguh, Leya Princy, dan Atta Halilintar juga ikut membuka penggalangan untuk membantu penyintas gempa di NTT.
Sebagian penggalangan berfokus pada penghimpunan dana publik secara daring, sementara sebagian lainnya menekankan percepatan distribusi logistik agar bantuan bisa lebih cepat tiba ke titik-titik pengungsian.
Melanie Subono bersama relawan Rumah Harapan Melanie memilih bergerak di jalur distribusi lapangan dengan menyalurkan logistik dan obat-obatan ke wilayah terdampak, melengkapi gelombang donasi digital yang ramai dibagikan publik di media sosial.
Lonjakan dukungan ini muncul ketika kebutuhan dasar penyintas masih besar, mulai dari pangan, air bersih, obat-obatan, tenda darurat, hingga perlengkapan tidur bagi ribuan warga yang belum bisa kembali ke rumah mereka.

