Halim Disiagakan, 10.500 Paket Bantuan Siap ke Korban Gempa NTT

SulawesiPos.com – Pemerintah pusat menyiagakan bantuan di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026, untuk mendukung penanganan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), saat evakuasi masih berlangsung dan data BNPB hingga pukul 18.48 WIB mencatat 47 orang meninggal dunia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bantuan dari pemerintah pusat sudah disiapkan dan tinggal menunggu kebutuhan rinci dari daerah terdampak agar pengiriman bisa dilakukan lebih tepat.

“Kami juga men-standby-kan di Halim, bilamana sewaktu-waktu diperlukan perbantuan dari pemerintah pusat, kami sudah siapsiagakan, ada dilaporkan beberapa yang masih ada di reruntuhan dan beberapa bangunan-bangunan, termasuk ada di Pelabuhan Maumere itu ada reruntuhan-reruntuhan, dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh,” ujar Prasetyo Hadi saat memberi keterangan di Halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Ia menambahkan laporan gempa sudah diterima Presiden Prabowo Subianto, disusul koordinasi dengan Menko PMK, Basarnas, dan BMKG, termasuk terkait peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut.

BACA JUGA:  Juda Agung Dilantik Jadi Wamenkeu Gantikan Thomas Djawandono

Di saat yang sama, BNPB melaporkan bantuan dari Jakarta mulai digerakkan melalui Halim dengan total 50 ribu paket seberat 275 ton.

Dari jumlah itu, 10.500 paket bantuan disebut sudah tiba di baseops dan berasal dari bantuan Presiden Prabowo Subianto.

Kerusakan yang tercatat sementara juga meluas, dengan 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

Fasilitas umum ikut terdampak, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, dan bangunan umum lainnya.

Dalam rapat koordinasi penanganan darurat, pemerintah pusat memprioritaskan evakuasi korban tertimbun reruntuhan, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur dasar di wilayah terdampak.

Menko PMK Pratikno meminta pemerintah daerah segera memetakan kebutuhan tanggap darurat agar dukungan pusat bisa diarahkan lebih efektif, termasuk bila diperlukan rumah sakit sementara.

Sementara itu, BNPB menyebut bantuan logistik dari gudang Flores Timur, personel Basarnas, dukungan Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta pengerahan unsur TNI dan Polri sudah bergerak ke NTT untuk mempercepat fase awal penanganan.

BACA JUGA:  Prabowo Terima Dirut Garuda dan Embraer, Bahas Arah Teknologi Penerbangan Indonesia

SulawesiPos.com – Pemerintah pusat menyiagakan bantuan di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026, untuk mendukung penanganan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), saat evakuasi masih berlangsung dan data BNPB hingga pukul 18.48 WIB mencatat 47 orang meninggal dunia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bantuan dari pemerintah pusat sudah disiapkan dan tinggal menunggu kebutuhan rinci dari daerah terdampak agar pengiriman bisa dilakukan lebih tepat.

“Kami juga men-standby-kan di Halim, bilamana sewaktu-waktu diperlukan perbantuan dari pemerintah pusat, kami sudah siapsiagakan, ada dilaporkan beberapa yang masih ada di reruntuhan dan beberapa bangunan-bangunan, termasuk ada di Pelabuhan Maumere itu ada reruntuhan-reruntuhan, dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh,” ujar Prasetyo Hadi saat memberi keterangan di Halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Ia menambahkan laporan gempa sudah diterima Presiden Prabowo Subianto, disusul koordinasi dengan Menko PMK, Basarnas, dan BMKG, termasuk terkait peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut.

BACA JUGA:  Stok Pupuk Tak Terganggu Konflik Selat Hormuz, Bukti Arahan Presiden dan Mentan Amran Sangat Tepat

Di saat yang sama, BNPB melaporkan bantuan dari Jakarta mulai digerakkan melalui Halim dengan total 50 ribu paket seberat 275 ton.

Dari jumlah itu, 10.500 paket bantuan disebut sudah tiba di baseops dan berasal dari bantuan Presiden Prabowo Subianto.

Kerusakan yang tercatat sementara juga meluas, dengan 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

Fasilitas umum ikut terdampak, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, dan bangunan umum lainnya.

Dalam rapat koordinasi penanganan darurat, pemerintah pusat memprioritaskan evakuasi korban tertimbun reruntuhan, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur dasar di wilayah terdampak.

Menko PMK Pratikno meminta pemerintah daerah segera memetakan kebutuhan tanggap darurat agar dukungan pusat bisa diarahkan lebih efektif, termasuk bila diperlukan rumah sakit sementara.

Sementara itu, BNPB menyebut bantuan logistik dari gudang Flores Timur, personel Basarnas, dukungan Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta pengerahan unsur TNI dan Polri sudah bergerak ke NTT untuk mempercepat fase awal penanganan.

BACA JUGA:  TB Hasanuddin: TNI Harus Transparan Jelaskan Status Siaga 1 ke Publik

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru