SulawesiPos.com – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengakui rumah di Sentul, Bogor, yang digeledah Polri adalah miliknya. Dalam penjelasan di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2026, Febrie juga menyatakan uang yang ditemukan saat penggeledahan memiliki pemilik dan menurutnya dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan itu menjadi penjelasan langsung pertama dari Febrie setelah namanya disorot sejak penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri pada Rabu, 8 Juli 2026. Sorotan publik menguat karena penggeledahan itu diikuti penyitaan uang dalam jumlah besar dan emas dari salah satu lokasi yang dikaitkan dengan rumah di kawasan Sentul.
Febrie menegaskan rumah tersebut merupakan aset pribadinya yang telah dimiliki sejak lama. Ia menyebut proses kepemilikannya dapat ditelusuri dan menolak anggapan bahwa rumah itu berdiri tanpa dasar yang jelas. Dalam keterangannya, ia juga mengatakan soal uang temuan penggeledahan, “itu ada pemilik,” sehingga menurut dia asal-usulnya dapat diperiksa melalui prosedur hukum yang berlaku.
Penjelasan Muncul di Tengah Sorotan Penggeledahan
Isu rumah Sentul mencuat setelah Polri menggeledah sedikitnya 12 lokasi dalam penyidikan dugaan korupsi batu bara. Setelah itu, penyidik juga bergerak ke lokasi lain di kawasan Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis malam, 9 Juli 2026, hingga Jumat dini hari, 10 Juli 2026.
Di tengah rangkaian penyidikan itu, rumah Febrie sebelumnya juga sempat dijaga aparat TNI. Penjelasan mengenai pengamanan itu sudah disampaikan terpisah oleh pihak TNI dan Kejaksaan, sementara pengakuan langsung dari Febrie kini menambah konteks atas polemik yang berkembang di ruang publik.
Kasus Batu Bara Jadi Latar Utama
Kasus yang ditangani Kortas Tipidkor Polri ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pengadaan dan distribusi batu bara yang diduga berdampak pada pasokan bahan bakar ke sejumlah PLTU. Dari perkara itu, penyidik menyebut ada indikasi kerugian keuangan negara dan atau perekonomian negara sekitar Rp5 triliun, termasuk dampak blackout di sejumlah wilayah.
Karena itu, pengakuan Febrie soal rumah Sentul dan penjelasannya mengenai uang temuan penggeledahan langsung menjadi perhatian besar. Publik kini menunggu kelanjutan proses penyidikan Polri untuk memastikan keterkaitan antara temuan di lapangan, alur kepemilikan aset, serta asal-usul dana yang ditemukan dalam penggeledahan tersebut.


