Pilketos Serentak di Sulsel, Ketua KPU: Kita Jadikan Laboratorium Demokrasi

SulawesiPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan mendampingi pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK sederajat se-Sulsel yang dibuka di SMAN 21 Makassar, Jalan Tamalanrea Raya No. 1A BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (30/9/2026).

Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari program Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang berkolaborasi dengan KPU Sulsel dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Ketua KPU Sulsel, Hasbullah, mengatakan KPU dilibatkan untuk berdiskusi mengenai mekanisme dan sistem pemilihan yang memenuhi prinsip-prinsip demokrasi, termasuk pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam pemilihan.

Namun, keterlibatan KPU tidak berhenti pada pendampingan. Menurut Hasbullah, proses Pilketos menjadi kesempatan bagi KPU untuk mempelajari cara pelajar menjalankan proses demokrasi di lingkungan sekolah.

“KPU jadikan ini laboratorium juga. Karena kami harus belajar bagaimana adik-adik ini menyampaikan visi-misinya secara riang gembira itu di mereka. Kalau tingkat partisipasi mereka tinggi, berarti pola mereka harus dipakai oleh KPU,” kata Hasbullah kepada SulawesiPos.com di SMAN 21 Makassar.

BACA JUGA:  Besok! 1.132 Sekolah di Sulsel Gelar Pemilihan Ketua Osis Serentak

KPU Sulsel juga meminta jajaran KPU di 24 kabupaten/kota yang melakukan pendampingan untuk mengamati pola sosialisasi dan penyampaian visi-misi para calon ketua OSIS.

Hasbullah mengatakan, tingkat partisipasi siswa menjadi salah satu hal yang dapat dipelajari.

Jika pelajar menunjukkan partisipasi tinggi melalui pola kampanye dan penyampaian visi-misi yang menyenangkan, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi KPU.

“Kalau tingkat partisipasi mereka tinggi, berarti pola mereka harus dipakai oleh KPU,” ujarnya.

Pilketos serentak tahun ini menjadi pelaksanaan tahun kedua di Sulawesi Selatan. Berdasarkan dashboard pelaksanaan, jumlah sekolah yang mengikuti program tersebut telah mencapai 1.132 sekolah, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 437 sekolah.

E-Voting Jadi Bagian Pembelajaran Demokrasi

Dalam pelaksanaannya, pemungutan suara dilakukan menggunakan sistem e-voting. Setiap siswa yang terdaftar sebagai pemilih mendapatkan lembar token yang berisi kode one-time password (OTP) sesuai identitas masing-masing.

Kode tersebut kemudian digunakan untuk mengakses aplikasi e-Pemilos atau E-Voting Pilketos Sulsel yang tersedia pada komputer di masing-masing bilik suara.

BACA JUGA:  SMAN 21 Makassar Jadi Lokasi Pembukaan Pilketos Serentak Sulsel

Mekanisme tersebut menjadi salah satu bagian yang dipelajari KPU dalam pelaksanaan Pilketos. Hasbullah mengatakan sistem e-voting belum digunakan dalam pemilihan nasional, meski telah diterapkan dalam sejumlah pemilihan kepala desa.

“Kalau sekolah kan lebih mudah mengorganisirnya. Tapi pada prinsipnya, adik-adik sudah belajar. Dan itu yang saya maksud, KPU juga belajar sama Pemilketos,” tambahnya.

Untuk melihat langsung pelaksanaan pemilihan, jajaran KPU juga melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah.

Di Makassar, sekolah yang menjadi lokasi kunjungan KPU antara lain SMAN 5, SMAN 9, SMAN 10, SMAN 12 dan SMAN 21. Sementara di Kabupaten Takalar, kunjungan dilakukan ke SMAN 1 dan SMAN 2.

SulawesiPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan mendampingi pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK sederajat se-Sulsel yang dibuka di SMAN 21 Makassar, Jalan Tamalanrea Raya No. 1A BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (30/9/2026).

Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari program Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang berkolaborasi dengan KPU Sulsel dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Ketua KPU Sulsel, Hasbullah, mengatakan KPU dilibatkan untuk berdiskusi mengenai mekanisme dan sistem pemilihan yang memenuhi prinsip-prinsip demokrasi, termasuk pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam pemilihan.

Namun, keterlibatan KPU tidak berhenti pada pendampingan. Menurut Hasbullah, proses Pilketos menjadi kesempatan bagi KPU untuk mempelajari cara pelajar menjalankan proses demokrasi di lingkungan sekolah.

“KPU jadikan ini laboratorium juga. Karena kami harus belajar bagaimana adik-adik ini menyampaikan visi-misinya secara riang gembira itu di mereka. Kalau tingkat partisipasi mereka tinggi, berarti pola mereka harus dipakai oleh KPU,” kata Hasbullah kepada SulawesiPos.com di SMAN 21 Makassar.

BACA JUGA:  Besok Pilketos Serentak di Sulsel, SMKN 6 Makassar Siapkan 1.000 Lebih Pemilih

KPU Sulsel juga meminta jajaran KPU di 24 kabupaten/kota yang melakukan pendampingan untuk mengamati pola sosialisasi dan penyampaian visi-misi para calon ketua OSIS.

Hasbullah mengatakan, tingkat partisipasi siswa menjadi salah satu hal yang dapat dipelajari.

Jika pelajar menunjukkan partisipasi tinggi melalui pola kampanye dan penyampaian visi-misi yang menyenangkan, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi KPU.

“Kalau tingkat partisipasi mereka tinggi, berarti pola mereka harus dipakai oleh KPU,” ujarnya.

Pilketos serentak tahun ini menjadi pelaksanaan tahun kedua di Sulawesi Selatan. Berdasarkan dashboard pelaksanaan, jumlah sekolah yang mengikuti program tersebut telah mencapai 1.132 sekolah, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 437 sekolah.

E-Voting Jadi Bagian Pembelajaran Demokrasi

Dalam pelaksanaannya, pemungutan suara dilakukan menggunakan sistem e-voting. Setiap siswa yang terdaftar sebagai pemilih mendapatkan lembar token yang berisi kode one-time password (OTP) sesuai identitas masing-masing.

Kode tersebut kemudian digunakan untuk mengakses aplikasi e-Pemilos atau E-Voting Pilketos Sulsel yang tersedia pada komputer di masing-masing bilik suara.

BACA JUGA:  KPU Bone Masif Sosialisasikan Demokrasi, Pilketos Serentak Digelar 30 September

Mekanisme tersebut menjadi salah satu bagian yang dipelajari KPU dalam pelaksanaan Pilketos. Hasbullah mengatakan sistem e-voting belum digunakan dalam pemilihan nasional, meski telah diterapkan dalam sejumlah pemilihan kepala desa.

“Kalau sekolah kan lebih mudah mengorganisirnya. Tapi pada prinsipnya, adik-adik sudah belajar. Dan itu yang saya maksud, KPU juga belajar sama Pemilketos,” tambahnya.

Untuk melihat langsung pelaksanaan pemilihan, jajaran KPU juga melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah.

Di Makassar, sekolah yang menjadi lokasi kunjungan KPU antara lain SMAN 5, SMAN 9, SMAN 10, SMAN 12 dan SMAN 21. Sementara di Kabupaten Takalar, kunjungan dilakukan ke SMAN 1 dan SMAN 2.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru