Beri Hand Tractor ke 13 Wisudawan, Mentan Amran: Jangan Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja

“Untuk hand tractor ini rencana ke depannya akan saya manfaatkan di daerah saya karena banyak petani yang belum menggunakan alat-alat seperti alsintan ini. Mereka masih manual menggarap sawah,” ujar Roy.

Lulusan Program Studi Teknologi Benih tersebut mengatakan bantuan itu akan digunakan tidak hanya untuk kegiatan usaha, tetapi juga untuk mendorong petani agar lebih mengenal dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian.

“Rencananya ke depannya saya akan menggunakan alat tersebut untuk membantu pertanian, khususnya di daerah saya tepatnya di Kota Banjarbaru,” katanya.

Roy juga berencana memberikan pelatihan kepada petani mengenai penggunaan alsintan, termasuk hand tractor dan transplanter.

Langkah tersebut dinilai penting karena penggunaan teknologi pertanian akan lebih optimal apabila disertai pengetahuan dan pendampingan.

“Saya akan melakukan pelatihan mengenai bagaimana cara menggunakan hand tractor, transplanter, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Menurut Roy, ini menjadi upaya dalam menjawab tantangan regenerasi petani.

Sebagian petani di daerahnya masih didominasi generasi yang lebih tua sehingga diperlukan keterlibatan anak muda untuk membawa teknologi dan cara kerja pertanian yang lebih modern.

BACA JUGA:  Mentan Amran Tegaskan Digitalisasi e-RDKK Perkuat Penyaluran Pupuk Subsidi

Pemberian 13 unit hand tractor tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong lulusan pendidikan vokasi menjadi pelaku utama pertanian modern.

Melalui kombinasi pendidikan, penguasaan teknologi, dan dukungan sarana produksi, lulusan Polbangtan dan PEPI diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta membawa modernisasi pertanian hingga ke tingkat petani di daerah.

“Untuk hand tractor ini rencana ke depannya akan saya manfaatkan di daerah saya karena banyak petani yang belum menggunakan alat-alat seperti alsintan ini. Mereka masih manual menggarap sawah,” ujar Roy.

Lulusan Program Studi Teknologi Benih tersebut mengatakan bantuan itu akan digunakan tidak hanya untuk kegiatan usaha, tetapi juga untuk mendorong petani agar lebih mengenal dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian.

“Rencananya ke depannya saya akan menggunakan alat tersebut untuk membantu pertanian, khususnya di daerah saya tepatnya di Kota Banjarbaru,” katanya.

Roy juga berencana memberikan pelatihan kepada petani mengenai penggunaan alsintan, termasuk hand tractor dan transplanter.

Langkah tersebut dinilai penting karena penggunaan teknologi pertanian akan lebih optimal apabila disertai pengetahuan dan pendampingan.

“Saya akan melakukan pelatihan mengenai bagaimana cara menggunakan hand tractor, transplanter, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Menurut Roy, ini menjadi upaya dalam menjawab tantangan regenerasi petani.

Sebagian petani di daerahnya masih didominasi generasi yang lebih tua sehingga diperlukan keterlibatan anak muda untuk membawa teknologi dan cara kerja pertanian yang lebih modern.

BACA JUGA:  Kementan Percepat Hilirisasi Perkebunan, Siapkan Lahan hingga Pekebun untuk 7 Komoditas Strategis

Pemberian 13 unit hand tractor tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong lulusan pendidikan vokasi menjadi pelaku utama pertanian modern.

Melalui kombinasi pendidikan, penguasaan teknologi, dan dukungan sarana produksi, lulusan Polbangtan dan PEPI diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta membawa modernisasi pertanian hingga ke tingkat petani di daerah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru