SulawesiPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima laporan mengenai sejumlah kekurangan dalam penggunaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Temuan tersebut diperoleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) setelah melakukan survei ke SPPG di masing-masing wilayah.
Purbaya mengatakan laporan dari KPPN tersebut akan diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti. Namun, ia belum memerinci bentuk kekurangan yang ditemukan dalam penggunaan anggaran MBG.
“Ada banyak kekurangan. Sama yang di media-media kekurangannya,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).
Laporan KPPN Akan Disampaikan ke BGN
Menurut Purbaya, KPPN telah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG melalui survei di seluruh SPPG di wilayah kerja masing-masing.
Hasil pemantauan tersebut kemudian menjadi laporan yang diterima Kementerian Keuangan. Meski tidak mengungkap detail temuannya, Purbaya menyebut persoalan yang ditemukan memiliki kesesuaian dengan berbagai kekurangan dalam pelaksanaan MBG yang sebelumnya diberitakan media.
Purbaya berencana membawa laporan tersebut ke BGN agar persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera mendapat penanganan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penggunaan anggaran MBG berjalan sesuai peruntukan sekaligus mendukung pelaksanaan program di daerah.
Di sisi lain, Purbaya mengaku belum bertemu dengan Kepala BGN Sudaryono sejak menjabat. Ia menyebut Sudaryono masih melakukan konsolidasi internal di lembaganya.
“Saya belum ketemu Ketua BGN. Dia masih konsolidasi. Begitu sudah selesai konsolidasi, saya datang ke sana,” ujarnya.
Sementara itu, anggaran MBG pada tahun ini berpotensi mengalami perubahan. Pagu yang sebelumnya berada di kisaran Rp268 triliun disebut berpotensi turun menjadi sekitar Rp229 triliun.
Kondisi tersebut membuat evaluasi terhadap pelaksanaan dan penggunaan anggaran MBG menjadi penting, terutama untuk memastikan program tetap berjalan efektif di tengah penyesuaian anggaran.

