Prof Jamaluddin Jompa Tiba di Unsrat Manado, Langsung Pimpin Rapat Perdana sebagai Plt Rektor

SulawesiPos.com – Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. tiba di Universitas Sam Ratulangi atau Unsrat, Manado, Rabu, 5 Agustus 2026, lalu langsung memimpin rapat dengan jajaran pimpinan kampus pada hari pertamanya sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Rektor Unsrat. Kedatangan Rektor Universitas Hasanuddin itu menandai dimulainya transisi pimpinan di Unsrat setelah Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie digantikan oleh keputusan kementerian.

Juru Bicara Unsrat, Dr Max Rembang, membenarkan penunjukan Jamaluddin Jompa sebagai Plt Rektor Unsrat. Ia menyebut penugasan itu merupakan keputusan resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kemdiktisaintek.

“Sesuai keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof. Jamaluddin Jompa ditunjuk menjadi Plt Rektor Unsrat menggantikan Prof. Berty Sompie,” kata Max Rembang saat dikonfirmasi di Rektorat Unsrat, Rabu, 5 Agustus 2026.

Max mengatakan Jamaluddin Jompa telah tiba di Kampus Unsrat pada hari yang sama dan langsung menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan universitas. Gerak cepat itu membuat fokus awal kepemimpinannya langsung terlihat di internal kampus, bahkan sebelum polemik soal alasan pergantian rektor sebelumnya terjawab ke publik.

BACA JUGA:  Prabowo Sediakan 4 Triliun Dana Riset Untuk Dorong Hilirisasi Industri Nasional

Tiba di Tengah Transisi dan Tanda Tanya

Di balik langkah cepat Jamaluddin Jompa memimpin rapat perdana, Rektorat Unsrat juga mengakui masih belum mengetahui alasan resmi penggantian Berty Sompie. Max menegaskan pihak kampus tidak memegang dasar keputusan itu karena surat penunjukan Plt diterbitkan langsung oleh kementerian.

“Itu saya tidak tahu, karena yang menerbitkan surat penunjukan Plt adalah Kementerian Pendidikan Tinggi. Jadi mungkin silakan konfirmasi langsung ke kementerian,” ujarnya.

Keterangan itu sekaligus memperjelas bahwa sampai sore ini belum ada uraian resmi dari Kemdiktisaintek yang dibuka ke publik mengenai alasan spesifik pergantian Berty Sompie. Dengan kata lain, Rektorat Unsrat sudah mengonfirmasi adanya pergantian pimpinan, tetapi belum bisa menjelaskan sebab di balik keputusan tersebut.

Penunjukan Jamaluddin Jompa sendiri menarik perhatian karena akademisi yang dikenal sebagai ilmuwan kelautan itu saat ini juga masih menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin atau Unhas Makassar untuk periode 2026-2030. Artinya, untuk sementara ia memikul tanggung jawab di dua perguruan tinggi negeri besar sekaligus, yakni Unhas di Makassar dan Unsrat di Manado.

BACA JUGA:  Hardiknas 2026: Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Ekosistem dan Riset Berdampak

Sebelumnya, pergantian Berty Sompie memicu sorotan luas karena namanya sempat muncul dalam dua perkara berbeda, yakni pemeriksaan dugaan korupsi tunjangan jabatan oleh Polda Sulawesi Utara dan permintaan keterangan dari Kejaksaan Tinggi Sulut terkait dugaan penyimpangan dana kerja sama Unsrat. Namun hingga Rabu, 5 Agustus 2026 sore, belum ada pernyataan resmi dari kementerian yang menyebut apakah pergantian ini terkait langsung dengan perkara-perkara tersebut atau alasan lain.

SulawesiPos.com – Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. tiba di Universitas Sam Ratulangi atau Unsrat, Manado, Rabu, 5 Agustus 2026, lalu langsung memimpin rapat dengan jajaran pimpinan kampus pada hari pertamanya sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Rektor Unsrat. Kedatangan Rektor Universitas Hasanuddin itu menandai dimulainya transisi pimpinan di Unsrat setelah Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie digantikan oleh keputusan kementerian.

Juru Bicara Unsrat, Dr Max Rembang, membenarkan penunjukan Jamaluddin Jompa sebagai Plt Rektor Unsrat. Ia menyebut penugasan itu merupakan keputusan resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kemdiktisaintek.

“Sesuai keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof. Jamaluddin Jompa ditunjuk menjadi Plt Rektor Unsrat menggantikan Prof. Berty Sompie,” kata Max Rembang saat dikonfirmasi di Rektorat Unsrat, Rabu, 5 Agustus 2026.

Max mengatakan Jamaluddin Jompa telah tiba di Kampus Unsrat pada hari yang sama dan langsung menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan universitas. Gerak cepat itu membuat fokus awal kepemimpinannya langsung terlihat di internal kampus, bahkan sebelum polemik soal alasan pergantian rektor sebelumnya terjawab ke publik.

BACA JUGA:  Hardiknas 2026: Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Ekosistem dan Riset Berdampak

Tiba di Tengah Transisi dan Tanda Tanya

Di balik langkah cepat Jamaluddin Jompa memimpin rapat perdana, Rektorat Unsrat juga mengakui masih belum mengetahui alasan resmi penggantian Berty Sompie. Max menegaskan pihak kampus tidak memegang dasar keputusan itu karena surat penunjukan Plt diterbitkan langsung oleh kementerian.

“Itu saya tidak tahu, karena yang menerbitkan surat penunjukan Plt adalah Kementerian Pendidikan Tinggi. Jadi mungkin silakan konfirmasi langsung ke kementerian,” ujarnya.

Keterangan itu sekaligus memperjelas bahwa sampai sore ini belum ada uraian resmi dari Kemdiktisaintek yang dibuka ke publik mengenai alasan spesifik pergantian Berty Sompie. Dengan kata lain, Rektorat Unsrat sudah mengonfirmasi adanya pergantian pimpinan, tetapi belum bisa menjelaskan sebab di balik keputusan tersebut.

Penunjukan Jamaluddin Jompa sendiri menarik perhatian karena akademisi yang dikenal sebagai ilmuwan kelautan itu saat ini juga masih menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin atau Unhas Makassar untuk periode 2026-2030. Artinya, untuk sementara ia memikul tanggung jawab di dua perguruan tinggi negeri besar sekaligus, yakni Unhas di Makassar dan Unsrat di Manado.

BACA JUGA:  Selamat dan Sukses atas Terpilihnya Prof Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Unhas 2026-2030

Sebelumnya, pergantian Berty Sompie memicu sorotan luas karena namanya sempat muncul dalam dua perkara berbeda, yakni pemeriksaan dugaan korupsi tunjangan jabatan oleh Polda Sulawesi Utara dan permintaan keterangan dari Kejaksaan Tinggi Sulut terkait dugaan penyimpangan dana kerja sama Unsrat. Namun hingga Rabu, 5 Agustus 2026 sore, belum ada pernyataan resmi dari kementerian yang menyebut apakah pergantian ini terkait langsung dengan perkara-perkara tersebut atau alasan lain.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru