Peternak Angkat Jempol! Mentan Amran Tahan Kenaikan Harga Pakan, Genjot Penyerapan Telur

SulawesiPos.com – Jakarta – Koperasi Peternak Rakyat Kendal apresiasi gerak cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyelamatkan peternak ayam petelur.

Anggota koperasi menyambut baik kebijakan Mentan Amran yang menahan kenaikan harga pakan, mendorong penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mempercepat distribusi jagung dinilai menjadi angin segar bagi peternak yang selama beberapa waktu terakhir tertekan akibat harga telur berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Kebijakan tersebut disampaikan sesuai Rapat Koordinasi yang digelar Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, Bulog, koperasi peternak, industri pakan, dan pelaku usaha di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (3/8).

Langkah ini diharapkan menjadi awal terciptanya stabilitas harga yang berpihak pada peternak sekaligus menjaga pasokan pangan nasional.

Sebelumnya, Koperasi Peternak Rakyat Kendal pun membatalkan rencana aksi demo yang akan dilakukan pada 10 Agustus 2026. Sebagai bentuk rasa syukur, mereka bahkan berkomitmen menggelar kegiatan berbagi ayam apabila harga telur kembali normal.

BACA JUGA:  Halalbihalal KKMB, Andi Amran Sulaiman Angkat Inspirasi Bangun Masjid-Kuatnya Didikan Sang Ibu

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, menyambut baik keputusan yang dihasilkan dalam rapat tersebut.

Menurutnya, langkah cepat pemerintah menjadi bukti nyata keberpihakan kepada peternak rakyat.

“Mulai hari ini disepakati tidak ada kenaikan harga pakan maupun konsentrat. Kami juga mendapat kepastian pemerintah akan memperkuat penyerapan telur dan mempercepat distribusi jagung SPHP. Ini menjadi angin segar bagi peternak,” ujar Suwardi.

Ia mengungkapkan, program jagung SPHP telah memberikan manfaat nyata bagi peternak. Hingga saat ini, penyaluran jagung SPHP kepada peternak telah mencapai lebih dari 9.000 ton.

Namun, kebutuhan di lapangan masih cukup besar, terutama bagi anggota KPUS yang menaungi peternak dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kebutuhan anggota kami saja mencapai sekitar 2.000 ton. KPUS menjadi wadah bagi peternak dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kami tidak saling berebut anggota dengan koperasi lain, tetapi bersama-sama memperkuat peternak di daerah. Karena itu, kami berharap penyaluran jagung SPHP terus diperkuat agar kebutuhan peternak rakyat dapat terpenuhi,” kata Suwardi.

BACA JUGA:  Mentan Amran Penuhi Aspirasi Ratusan Petani Papua, Tambah Cetak Sawah dan Benih Komoditas Unggulan

Ia mengatakan, langkah Mentan Amran yang langsung mempertemukan peternak, industri pakan, Bulog, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan berhasil menghasilkan solusi konkret yang selama ini dinantikan peternak.

“Kami merasakan pemerintah benar-benar hadir. Langkah cepat Pak Menteri memberikan harapan agar harga telur segera membaik dan usaha peternak rakyat bisa terus berjalan. Bapaknya peternak memang Pak Menteri Pertanian,” ujar Suwardi.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan peternak rakyat terus menanggung kerugian.

Selain menunda kenaikan harga pakan, pemerintah juga memperkuat pengawasan perdagangan telur agar tidak ada praktik pembelian yang merugikan peternak.

SulawesiPos.com – Jakarta – Koperasi Peternak Rakyat Kendal apresiasi gerak cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyelamatkan peternak ayam petelur.

Anggota koperasi menyambut baik kebijakan Mentan Amran yang menahan kenaikan harga pakan, mendorong penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mempercepat distribusi jagung dinilai menjadi angin segar bagi peternak yang selama beberapa waktu terakhir tertekan akibat harga telur berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Kebijakan tersebut disampaikan sesuai Rapat Koordinasi yang digelar Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, Bulog, koperasi peternak, industri pakan, dan pelaku usaha di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (3/8).

Langkah ini diharapkan menjadi awal terciptanya stabilitas harga yang berpihak pada peternak sekaligus menjaga pasokan pangan nasional.

Sebelumnya, Koperasi Peternak Rakyat Kendal pun membatalkan rencana aksi demo yang akan dilakukan pada 10 Agustus 2026. Sebagai bentuk rasa syukur, mereka bahkan berkomitmen menggelar kegiatan berbagi ayam apabila harga telur kembali normal.

BACA JUGA:  PSBM XXVI KKSS Wajibkan Santunan Anak Yatim Jadi Program Berkelanjutan

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, menyambut baik keputusan yang dihasilkan dalam rapat tersebut.

Menurutnya, langkah cepat pemerintah menjadi bukti nyata keberpihakan kepada peternak rakyat.

“Mulai hari ini disepakati tidak ada kenaikan harga pakan maupun konsentrat. Kami juga mendapat kepastian pemerintah akan memperkuat penyerapan telur dan mempercepat distribusi jagung SPHP. Ini menjadi angin segar bagi peternak,” ujar Suwardi.

Ia mengungkapkan, program jagung SPHP telah memberikan manfaat nyata bagi peternak. Hingga saat ini, penyaluran jagung SPHP kepada peternak telah mencapai lebih dari 9.000 ton.

Namun, kebutuhan di lapangan masih cukup besar, terutama bagi anggota KPUS yang menaungi peternak dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kebutuhan anggota kami saja mencapai sekitar 2.000 ton. KPUS menjadi wadah bagi peternak dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kami tidak saling berebut anggota dengan koperasi lain, tetapi bersama-sama memperkuat peternak di daerah. Karena itu, kami berharap penyaluran jagung SPHP terus diperkuat agar kebutuhan peternak rakyat dapat terpenuhi,” kata Suwardi.

BACA JUGA:  Rehabilitasi 98.000 Hektar Sawah Pascabencana di Sumatera, Mentan Amran: Ini Tanggung Jawab Negara

Ia mengatakan, langkah Mentan Amran yang langsung mempertemukan peternak, industri pakan, Bulog, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan berhasil menghasilkan solusi konkret yang selama ini dinantikan peternak.

“Kami merasakan pemerintah benar-benar hadir. Langkah cepat Pak Menteri memberikan harapan agar harga telur segera membaik dan usaha peternak rakyat bisa terus berjalan. Bapaknya peternak memang Pak Menteri Pertanian,” ujar Suwardi.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan peternak rakyat terus menanggung kerugian.

Selain menunda kenaikan harga pakan, pemerintah juga memperkuat pengawasan perdagangan telur agar tidak ada praktik pembelian yang merugikan peternak.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru