Pendapatan SpaceX Meroket 92 Persen, tetapi Mesin Uangnya Masih Terbakar di Lautan Rugi

Model pendapatan berulang membuat Starlink berpotensi menjadi penyangga keuangan bagi proyek antariksa berbiaya tinggi, terutama pengembangan wahana Starship yang dirancang untuk penerbangan ke Bulan dan Mars.

Namun, unit peluncuran antariksa masih mencatat kerugian operasional sekitar US$542 juta karena biaya penelitian, produksi, pengujian mesin, dan pengembangan Starship terus meningkat.

Kegagalan mesin saat proses penyalaan menyebabkan SpaceX membatalkan percobaan peluncuran Starship pada 16 Juli 2026, sekaligus mengingatkan investor bahwa inovasi antariksa selalu membawa risiko teknis dan finansial yang besar.

Kecerdasan Buatan Menelan Belanja Fantastis

Bagian paling mengejutkan dalam laporan keuangan tersebut bukan berasal dari roket, melainkan dari belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan yang mencapai US$15,83 miliar selama kuartal kedua.

Jumlah itu meningkat lebih dari 2.000 persen dibandingkan US$749 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya dan mengambil porsi terbesar dari keseluruhan belanja modal SpaceX sebesar sekitar US$18,4 miliar.

Unit kecerdasan buatan yang sebelumnya dikenal sebagai xAI mencatat pendapatan US$2,56 miliar, naik tajam dari sekitar US$737 juta setahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Iran Menjadi Negara Pertama yang Berhasil Mematikan Jaringan Starlink

Pendapatan tersebut terutama berasal dari penyediaan kapasitas komputasi pusat data, layanan kecerdasan buatan, platform X, dan pengembangan Grok sebagai pesaing ChatGPT milik OpenAI serta Claude milik Anthropic.

Kendati pendapatannya melonjak, unit kecerdasan buatan masih membukukan kerugian operasional sekitar US$1,25 miliar karena kebutuhan cip, listrik, sistem pendingin, jaringan, dan pembangunan pusat data berskala besar.

Reuters pada 4 Agustus 2026 melaporkan bahwa tingginya belanja kecerdasan buatan menjadi penyebab utama saham SpaceX turun sekitar tujuh persen dalam perdagangan setelah jam bursa, meskipun pendapatannya jauh melampaui perkiraan analis.Reuters

Reaksi itu mencerminkan sikap investor yang tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga menuntut bukti bahwa investasi besar dapat menghasilkan arus kas dan keuntungan berkelanjutan.

Saham Terbang Tinggi, Lalu Jatuh Tajam

Saham SpaceX sempat melonjak dari harga penawaran perdana US$135 menjadi US$225 hanya dalam empat hari setelah pencatatan di bursa.

Kenaikan 66 persen tersebut sempat membawa nilai pasar SpaceX melampaui Amazon dan menempatkannya di antara lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

BACA JUGA:  Operasi Rahasia Terbongkar: Mantan PM Israel Akui Selundupkan Puluhan Ribu Starlink ke Iran untuk Menggulingkan Pemerintah

Model pendapatan berulang membuat Starlink berpotensi menjadi penyangga keuangan bagi proyek antariksa berbiaya tinggi, terutama pengembangan wahana Starship yang dirancang untuk penerbangan ke Bulan dan Mars.

Namun, unit peluncuran antariksa masih mencatat kerugian operasional sekitar US$542 juta karena biaya penelitian, produksi, pengujian mesin, dan pengembangan Starship terus meningkat.

Kegagalan mesin saat proses penyalaan menyebabkan SpaceX membatalkan percobaan peluncuran Starship pada 16 Juli 2026, sekaligus mengingatkan investor bahwa inovasi antariksa selalu membawa risiko teknis dan finansial yang besar.

Kecerdasan Buatan Menelan Belanja Fantastis

Bagian paling mengejutkan dalam laporan keuangan tersebut bukan berasal dari roket, melainkan dari belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan yang mencapai US$15,83 miliar selama kuartal kedua.

Jumlah itu meningkat lebih dari 2.000 persen dibandingkan US$749 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya dan mengambil porsi terbesar dari keseluruhan belanja modal SpaceX sebesar sekitar US$18,4 miliar.

Unit kecerdasan buatan yang sebelumnya dikenal sebagai xAI mencatat pendapatan US$2,56 miliar, naik tajam dari sekitar US$737 juta setahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Iran Menjadi Negara Pertama yang Berhasil Mematikan Jaringan Starlink

Pendapatan tersebut terutama berasal dari penyediaan kapasitas komputasi pusat data, layanan kecerdasan buatan, platform X, dan pengembangan Grok sebagai pesaing ChatGPT milik OpenAI serta Claude milik Anthropic.

Kendati pendapatannya melonjak, unit kecerdasan buatan masih membukukan kerugian operasional sekitar US$1,25 miliar karena kebutuhan cip, listrik, sistem pendingin, jaringan, dan pembangunan pusat data berskala besar.

Reuters pada 4 Agustus 2026 melaporkan bahwa tingginya belanja kecerdasan buatan menjadi penyebab utama saham SpaceX turun sekitar tujuh persen dalam perdagangan setelah jam bursa, meskipun pendapatannya jauh melampaui perkiraan analis.Reuters

Reaksi itu mencerminkan sikap investor yang tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga menuntut bukti bahwa investasi besar dapat menghasilkan arus kas dan keuntungan berkelanjutan.

Saham Terbang Tinggi, Lalu Jatuh Tajam

Saham SpaceX sempat melonjak dari harga penawaran perdana US$135 menjadi US$225 hanya dalam empat hari setelah pencatatan di bursa.

Kenaikan 66 persen tersebut sempat membawa nilai pasar SpaceX melampaui Amazon dan menempatkannya di antara lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

BACA JUGA:  Elon Musk Kehilangan Status Triliuner Hanya dalam 12 Hari, Kekayaan Anjlok Akibat Koreksi Saham Teknologi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru