SulawesiPos.com – Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari kelima pada Minggu, 19 Juli 2026, dengan area pencarian diperluas hingga 1.305 nautical mile persegi. Tim SAR Gabungan membagi wilayah operasi ke dalam empat sektor dan menambah kekuatan laut lewat KRI Marlin 877 serta KRI Hiu 634 untuk mempercepat penyisiran 20 korban yang masih dicari.
Pola pencarian hari kelima disusun berdasarkan Search and Rescue Marine Prediction atau SARMAP. Empat sektor pencarian masing-masing mencakup area seluas 337,5 nautical mile persegi dan disisir oleh KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, dan KRI Hiu 634.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan penambahan unsur laut dilakukan untuk memaksimalkan pencarian korban yang belum ditemukan.
“Pada hari kelima operasi SAR, kami memperluas area pencarian menjadi 1.305 nautical mile persegi yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian. Selain KN SAR Puntadewa dan KN SAR Pacitan, operasi juga diperkuat dengan bergabungnya KRI Marlin 877 dari Makassar yang sebelumnya telah melaksanakan pencarian pada hari kedua, serta KRI Hiu 634 dari Palu. Penambahan unsur ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyisiran di area operasi,” ujar Sultan.
Lima Korban Selamat Dibawa ke Selayar
Di saat operasi pencarian terus berlangsung, KN SAR Kamajaya sedang menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, dengan membawa lima korban selamat yang ditemukan pada Sabtu, 18 Juli 2026. Setelah diserahkan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, kapal tersebut dijadwalkan kembali bergabung dalam misi pencarian.
“Saat ini KN SAR Kamajaya sedang dalam perjalanan menuju ke Pelabuhan Benteng Selayar untuk menyerahkan lima korban selamat kepada pihak Rumah Sakit, setelah itu akan kembali bergabung dalam misi pencarian KM Nurul Salsa,” tegasnya.
Hingga Minggu siang, dari 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 57 orang ditemukan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan 20 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur, di antaranya Kantor Basarnas Makassar, Pos SAR Selayar, Kantor Basarnas Kendari, Kantor Basarnas Maumere, TNI AL, TNI AU, Polair, BPBD Kepulauan Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, ABK kapal-kapal SAR, serta nelayan yang ikut membantu pencarian.
Sultan juga mengingatkan seluruh unsur yang terlibat agar tetap mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung. Kondisi perairan Selayar masih dipengaruhi gelombang setinggi 2 hingga 3 meter yang membuat proses pencarian menjadi menantang.
Operasi pencarian dilanjutkan dengan evaluasi harian berdasarkan perkembangan di lapangan dan hasil penyisiran di masing-masing sektor.


