Kisah Pilu di Balik Daycare Little Aresha: Anak Diikat Tanpa Baju hingga Dikunci di Kamar Mandi

SulawesiPos.com – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak mencuat dari Daycare Little Aresha, yang berlokasi di kawasan Sorosutan, Kota Yogyakarta.

Sejumlah orang tua murid angkat bicara setelah mendapati anak-anak mereka mengalami lebam, luka gores, hingga perlakuan tidak layak selama dititipkan di tempat tersebut.

Kasus ini mencuat ke publik setelah berbagai informasi terkait kondisi di dalam daycare ramai beredar di media sosial.

Lingkungan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak justru diduga menjadi tempat terjadinya tindak kekerasan yang memicu kemarahan masyarakat.

Kekerasan Diduga Lebih Serius dari Dugaan Awal

Dugaan kekerasan yang dilakukan pengasuh di daycare Little Aresha ternyata tidak sebatas anak dicakar atau dikunci di kamar mandi.

Dihimpun SulawesiPos.com, dietahui sejumlah anak diduga mengalami perlakuan lain yang dinilai sangat keji, sehingga mendorong para orang tua melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Beberapa orang tua mengaku memiliki bukti berupa rekaman video yang menunjukkan anak-anak mereka diikat kaki dan tangannya tanpa mengenakan baju.

Bahkan, anak-anak tersebut diduga ditidurkan langsung di lantai tanpa alas yang layak.

Karenanya, para orang tua melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026), dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

BACA JUGA: 
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta Terungkap, DPR Minta Pemda Berikan Sanksi Maksimal dan Cabut Izin Operasional

Kesaksian Orang Tua: Luka Misterius hingga Trauma Anak

Salah seorang orang tua murid, Noorman, mengaku terkejut melihat kondisi dua anaknya yang telah dititipkan di daycare tersebut sejak 2022.

Ia mendapati sejumlah luka di tubuh anaknya tanpa mengetahui penyebabnya.

“Saya sudah menitipkan anak dari umur tiga bulan, jadi syok ketika tahu mereka dapat perlakuan kasar,” ujarnya kepada wartawan.

Awalnya, Noorman menduga luka tersebut akibat anak bermain dengan teman sebayanya.

Namun kecurigaan muncul setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan perlakuan kasar terhadap balita di daycare tersebut.

“Di video itu, anak-anak diikat hanya pakai popok, tanpa dipakaikan baju,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, anak-anaknya kerap mengalami luka di bagian punggung dan bibir saat pulang dari daycare. Ironisnya, pihak daycare justru menyebut luka tersebut sudah ada sejak dari rumah.

“Tapi saat pulang mereka mengalami luka-luka, pihak daycare bilang lukanya sudah ada dari rumah, ini kan aneh karena saat saya mandikan sebelum berangkat mereka tidak apa-apa,” akunya.

Dampak Kesehatan Anak yang Mengkhawatirkan

Tak hanya luka fisik, Noorman juga menyebut kedua anaknya kerap keluar-masuk rumah sakit sejak dititipkan di Little Aresha.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, anak-anaknya didiagnosis mengalami pneumonia dan gangguan paru-paru.

BACA JUGA: 
Remaja di Makassar Panah Kepala Warga yang Melintas, Ngaku Iseng

Kondisi tersebut semakin memperkuat kekhawatiran para orang tua terhadap keselamatan anak-anak yang selama ini dititipkan di daycare tersebut.

6 Dosa Daycare Little Aresha yang Terungkap

Seiring berjalannya penyelidikan dan laporan para orang tua, sejumlah dugaan perlakuan tidak manusiawi pun terungkap, di antaranya:

  1. Anak diikat tangan dan kaki
  2. Anak dibiarkan tanpa pakaian hanya mengenakan popok
  3. Anak dikunci di kamar mandi
  4. Anak ditidurkan di lantai tanpa kasur dan bantal
  5. Dugaan penelantaran konsumsi makanan anak
  6. Luka fisik yang tidak dijelaskan secara transparan kepada orang tua

Perlakuan tersebut dinilai dapat menimbulkan trauma mendalam bagi anak-anak dan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik maupun psikologis mereka.

Polisi Tetapkan 13 Tersangka

Perkembangan terbaru, Polresta Yogyakarta menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pada Sabtu (25/4) malam.

“Jadi sampai malam ini tadi, Kasat Reskrim beserta para Kanit, Kasikum, Kasiwas, Kasi Propam, dan juga perwakilan dari Kasubdit Renakta Polda melaksanakan gelar perkara di Polres. Setelah itu menetapkan 13 tersangka sementara,” papar Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, dalam keterangannya, Sabtu malam.

BACA JUGA: 
Anak di Makassar Aniaya Ayah Kandung gegara Mabuk Ballo, Pelaku Diamankan

Dari total tersangka, satu orang merupakan kepala yayasan, satu kepala sekolah, serta 11 orang pengasuh daycare.

“Untuk pasalnya juga sudah jadi pasal dikenakan perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Proses Hukum Berlanjut, Orang Tua Tuntut Keadilan

Menurut Kapolresta, penyidik masih mendalami motif para tersangka dan menelusuri kondisi seluruh korban, termasuk kemungkinan adanya luka-luka lain yang belum terungkap.

Polisi juga akan melakukan visum terhadap anak-anak yang ditemukan mengalami luka.

“Motifnya sendiri ini masih didalami nanti,” ujarnya.

Orang tua murid lainnya, Choirunisa, mengungkapkan anaknya yang berusia 1 tahun 5 bulan mengalami sakit berkepanjangan, penurunan berat badan drastis, hingga luka melepuh di kedua tangan.

“Anak saya juga ada luka di punggung seperti bekas pukulan benda keras,” ujarnya.

Ia mengaku semakin terpukul saat mengetahui anaknya ditemukan dalam kondisi diikat saat penggerebekan dilakukan polisi.

“Syok saat lihat anak saya diikat di tangan dan tidak dipakaikan baju,” jelasnya.

Para orang tua berharap kasus ini diproses hingga tuntas dan seluruh pelaku mendapatkan hukuman setimpal, mengingat dampak kekerasan tersebut berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang pada anak-anak.

“Kami lapor polisi untuk memastikan kasus ini diproses sampai selesai, pelaku harus dihukum,” imbuhnya.

SulawesiPos.com – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak mencuat dari Daycare Little Aresha, yang berlokasi di kawasan Sorosutan, Kota Yogyakarta.

Sejumlah orang tua murid angkat bicara setelah mendapati anak-anak mereka mengalami lebam, luka gores, hingga perlakuan tidak layak selama dititipkan di tempat tersebut.

Kasus ini mencuat ke publik setelah berbagai informasi terkait kondisi di dalam daycare ramai beredar di media sosial.

Lingkungan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak justru diduga menjadi tempat terjadinya tindak kekerasan yang memicu kemarahan masyarakat.

Kekerasan Diduga Lebih Serius dari Dugaan Awal

Dugaan kekerasan yang dilakukan pengasuh di daycare Little Aresha ternyata tidak sebatas anak dicakar atau dikunci di kamar mandi.

Dihimpun SulawesiPos.com, dietahui sejumlah anak diduga mengalami perlakuan lain yang dinilai sangat keji, sehingga mendorong para orang tua melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Beberapa orang tua mengaku memiliki bukti berupa rekaman video yang menunjukkan anak-anak mereka diikat kaki dan tangannya tanpa mengenakan baju.

Bahkan, anak-anak tersebut diduga ditidurkan langsung di lantai tanpa alas yang layak.

Karenanya, para orang tua melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026), dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

BACA JUGA: 
Remaja di Makassar Panah Kepala Warga yang Melintas, Ngaku Iseng

Kesaksian Orang Tua: Luka Misterius hingga Trauma Anak

Salah seorang orang tua murid, Noorman, mengaku terkejut melihat kondisi dua anaknya yang telah dititipkan di daycare tersebut sejak 2022.

Ia mendapati sejumlah luka di tubuh anaknya tanpa mengetahui penyebabnya.

“Saya sudah menitipkan anak dari umur tiga bulan, jadi syok ketika tahu mereka dapat perlakuan kasar,” ujarnya kepada wartawan.

Awalnya, Noorman menduga luka tersebut akibat anak bermain dengan teman sebayanya.

Namun kecurigaan muncul setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan perlakuan kasar terhadap balita di daycare tersebut.

“Di video itu, anak-anak diikat hanya pakai popok, tanpa dipakaikan baju,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, anak-anaknya kerap mengalami luka di bagian punggung dan bibir saat pulang dari daycare. Ironisnya, pihak daycare justru menyebut luka tersebut sudah ada sejak dari rumah.

“Tapi saat pulang mereka mengalami luka-luka, pihak daycare bilang lukanya sudah ada dari rumah, ini kan aneh karena saat saya mandikan sebelum berangkat mereka tidak apa-apa,” akunya.

Dampak Kesehatan Anak yang Mengkhawatirkan

Tak hanya luka fisik, Noorman juga menyebut kedua anaknya kerap keluar-masuk rumah sakit sejak dititipkan di Little Aresha.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, anak-anaknya didiagnosis mengalami pneumonia dan gangguan paru-paru.

BACA JUGA: 
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta Terungkap, DPR Minta Pemda Berikan Sanksi Maksimal dan Cabut Izin Operasional

Kondisi tersebut semakin memperkuat kekhawatiran para orang tua terhadap keselamatan anak-anak yang selama ini dititipkan di daycare tersebut.

6 Dosa Daycare Little Aresha yang Terungkap

Seiring berjalannya penyelidikan dan laporan para orang tua, sejumlah dugaan perlakuan tidak manusiawi pun terungkap, di antaranya:

  1. Anak diikat tangan dan kaki
  2. Anak dibiarkan tanpa pakaian hanya mengenakan popok
  3. Anak dikunci di kamar mandi
  4. Anak ditidurkan di lantai tanpa kasur dan bantal
  5. Dugaan penelantaran konsumsi makanan anak
  6. Luka fisik yang tidak dijelaskan secara transparan kepada orang tua

Perlakuan tersebut dinilai dapat menimbulkan trauma mendalam bagi anak-anak dan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik maupun psikologis mereka.

Polisi Tetapkan 13 Tersangka

Perkembangan terbaru, Polresta Yogyakarta menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pada Sabtu (25/4) malam.

“Jadi sampai malam ini tadi, Kasat Reskrim beserta para Kanit, Kasikum, Kasiwas, Kasi Propam, dan juga perwakilan dari Kasubdit Renakta Polda melaksanakan gelar perkara di Polres. Setelah itu menetapkan 13 tersangka sementara,” papar Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, dalam keterangannya, Sabtu malam.

BACA JUGA: 
Anak di Makassar Aniaya Ayah Kandung gegara Mabuk Ballo, Pelaku Diamankan

Dari total tersangka, satu orang merupakan kepala yayasan, satu kepala sekolah, serta 11 orang pengasuh daycare.

“Untuk pasalnya juga sudah jadi pasal dikenakan perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Proses Hukum Berlanjut, Orang Tua Tuntut Keadilan

Menurut Kapolresta, penyidik masih mendalami motif para tersangka dan menelusuri kondisi seluruh korban, termasuk kemungkinan adanya luka-luka lain yang belum terungkap.

Polisi juga akan melakukan visum terhadap anak-anak yang ditemukan mengalami luka.

“Motifnya sendiri ini masih didalami nanti,” ujarnya.

Orang tua murid lainnya, Choirunisa, mengungkapkan anaknya yang berusia 1 tahun 5 bulan mengalami sakit berkepanjangan, penurunan berat badan drastis, hingga luka melepuh di kedua tangan.

“Anak saya juga ada luka di punggung seperti bekas pukulan benda keras,” ujarnya.

Ia mengaku semakin terpukul saat mengetahui anaknya ditemukan dalam kondisi diikat saat penggerebekan dilakukan polisi.

“Syok saat lihat anak saya diikat di tangan dan tidak dipakaikan baju,” jelasnya.

Para orang tua berharap kasus ini diproses hingga tuntas dan seluruh pelaku mendapatkan hukuman setimpal, mengingat dampak kekerasan tersebut berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang pada anak-anak.

“Kami lapor polisi untuk memastikan kasus ini diproses sampai selesai, pelaku harus dihukum,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru