SulawesiPos.com – Bayaran sekitar Rp36 untuk setiap pesan singkat tak menghalangi bisnis promosi judi online menghasilkan omzet hingga Rp1,3 miliar setahun di Makassar.
Aktivitas yang dijalankan tiga pria berinisial NRT, NZT, dan SS itu memanfaatkan perangkat pengiriman SMS massal yang tersebar di kamar kos dan rumah.
Bisnis tersebut diduga telah beroperasi sejak 2024 hingga 2026 dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan bernama Skyline asal China.
Pesan yang dikirim berisi promosi judi online, lengkap dengan tautan menuju situs perjudian.
Polisi menemukan 11 perangkat modempool di tiga lokasi berbeda di Makassar. Perangkat tersebut digunakan untuk mengirim SMS dalam jumlah banyak atau dikenal sebagai SMS blasting.
Sebelas Modempool Ditemukan di Tiga Lokasi
Temuan perangkat itu tersebar di kawasan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Jalan Waduk Tunggu Pampang Tritura, Kecamatan Manggala, serta BTN Makkio Baji.
Di kamar kos NRT di kawasan Minasa Upa, polisi menyita dua modempool dan dua telepon genggam. NRT diketahui merupakan adik dari NZT, yang kemudian menjadi salah satu sasaran pengembangan penyelidikan.
Saat memeriksa rumah NZT di Jalan Waduk Tunggu Pampang Tritura, petugas menemukan empat modempool dan satu telepon genggam.
Penyelidikan kemudian mengarah kepada SS setelah NZT memberikan keterangan bahwa pria tersebut mengajarinya mengoperasikan perangkat pengiriman SMS.
Di rumah SS yang berada di kawasan BTN Makkio Baji, polisi kembali menemukan lima modempool dan dua telepon genggam. Sebagian perangkat yang ditemukan di tiga lokasi itu disembunyikan di bawah meja dapur.
Total barang bukti yang ditemukan berupa 11 modempool dan lima telepon genggam. Ketiga pria tersebut kemudian dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan.
Terungkap dari Patroli Siber
Pengungkapan aktivitas ini bermula dari patroli siber yang dilakukan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polrestabes Makassar pada awal September 2026.
Petugas mendeteksi aktivitas server SMS blasting yang mengirimkan pesan promosi judi online.
Pesan tersebut memuat tautan menuju sejumlah situs, di antaranya 700q2.com dan istanabet17-1st.com.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Justian, kemudian memerintahkan Kanit III Tipidter Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Jeriady, bersama Kasubnit 1 Tipidter, Ipda Andre Satya Dharma, untuk menelusuri aktivitas digital tersebut.
Jeriady mengatakan penelusuran berawal dari identifikasi akun-akun yang dicurigai berkaitan dengan promosi perjudian daring.
“Akun-akun yang dicurigai mengandung situs judi online,” ujar AKP Jeriady, Jumat (23/10/2026).
Dari hasil pemeriksaan, ketiganya menerangkan telah menjalankan pengiriman SMS promosi judi online sejak 2024 hingga 2026. Mereka juga mengaku bekerja sama dengan Skyline.
Skyline disebut sebagai perusahaan telekomunikasi dan teknologi tinggi yang berasal dari Shenzhen, China, dan didirikan pada 2007.
Untuk setiap SMS, mereka mengaku menerima bayaran sebesar 0,0018 euro atau sekitar Rp36,45 dengan asumsi kurs Rp20.248 per euro.
Meski tarif per pesan relatif kecil, aktivitas pengiriman dalam jumlah besar disebut menghasilkan omzet hingga Rp1,3 miliar dalam setahun.


