SulawesiPos.com – Tiga pria di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menjalankan bisnis pengiriman SMS promosi judi online menggunakan perangkat modempool. Aktivitas yang disebut telah berlangsung sejak 2024 hingga 2026 itu diklaim menghasilkan omzet hingga Rp 1,3 miliar dalam setahun.
Kasus tersebut diungkap Polrestabes Makassar setelah personel Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim melakukan patroli siber pada awal September 2026.
Polisi mendeteksi aktivitas server pengiriman SMS massal yang diduga digunakan untuk menyebarkan promosi situs judi online.
Pesan yang dikirim memuat tautan menuju sejumlah situs perjudian, di antaranya http://700q2.com dan http://istanabet17-1st.com/.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Justian kemudian memerintahkan Kanit III Tipidter AKP Jeriady bersama Kasubnit 1 Tipidter Ipda Andre Satya Dharma untuk melakukan penyelidikan.
Penelusuran tersebut mengarah ke tiga lokasi berbeda di Makassar. Polisi menemukan total 11 perangkat modempool dan sejumlah telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas pengiriman SMS tersebut.
Dua Bersaudara Diduga Terlibat
Lokasi pertama berada di kamar kos yang ditempati pria berinisial NRT di kawasan Perumahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini. Di tempat itu, polisi menemukan dua modempool dan dua telepon genggam.
Penyelidikan kemudian berkembang setelah polisi memperoleh informasi bahwa kakak kandung NRT, pria berinisial NZT, juga memiliki perangkat serupa.
Petugas selanjutnya memeriksa rumah NZT di Jalan Waduk Tunggu Pampang Tritura, Kecamatan Manggala. Di lokasi tersebut, polisi menemukan empat modempool dan satu telepon genggam.
Dari pemeriksaan terhadap NZT, penyidik memperoleh keterangan mengenai pria berinisial SS yang disebut mengajarinya mengoperasikan perangkat tersebut.
Polisi kemudian mendatangi rumah SS di kawasan BTN Makkio Baji. Di sana, petugas menemukan lima modempool dan dua telepon genggam.
Dengan demikian, polisi menyita total 11 modempool dari tiga lokasi berbeda. Sebagian perangkat disebut disembunyikan di bawah meja dapur.
Polisi kemudian membawa NRT, NZT, dan SS ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Diduga Bekerja Sama dengan Perusahaan Bernama Skyline
Dalam pemeriksaan, ketiga pria tersebut menerangkan telah menjalankan aktivitas pengiriman SMS promosi judi online sejak 2024 hingga 2026. Mereka juga mengaku bekerja sama dengan perusahaan bernama Skyline.
Penelusuran informasi publik menunjukkan adanya perusahaan bernama China Skyline Telecom yang menyebut berdiri pada 2007 dan berbasis di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China.
Dalam profil resminya, perusahaan tersebut mencantumkan kegiatan usaha di bidang telekomunikasi, termasuk layanan komunikasi internasional dan SMS.
Namun, belum ada konfirmasi bahwa perusahaan tersebut merupakan pihak yang bekerja sama dengan ketiga pria di Makassar.
Keterangan mengenai kerja sama itu untuk sementara masih bersumber dari pengakuan para pria yang diperiksa polisi.
Dibayar Berdasarkan Jumlah SMS Terkirim
Menurut keterangan dalam pemeriksaan, pembayaran dihitung berdasarkan jumlah SMS yang berhasil terkirim.
Ketiganya mengaku menerima bayaran sebesar 0,0018 euro untuk setiap pesan.
Dengan asumsi kurs Rp 20.248 per euro, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 36,45 per SMS.
Jika menggunakan tarif tersebut, omzet Rp 1,3 miliar setahun setara dengan sekitar 35,7 juta SMS yang berhasil terkirim.
Angka itu merupakan simulasi berdasarkan tarif dan nilai omzet yang disebutkan dalam pemeriksaan, bukan data independen mengenai jumlah pesan yang benar-benar dikirim.
Polisi masih perlu memastikan jumlah pesan yang dikirim dan nilai pendapatan melalui pemeriksaan lebih lanjut.


