SulawesiPos.com – Kompleksitas persoalan lingkungan di Indonesia membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan kebijakan berbasis bukti ilmiah.
Isu tersebut menjadi bahasan utama dalam kuliah tamu internasional yang digelar Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan menghadirkan akademisi Utrecht University, Belanda, Dr. Annisa Triyanti.
Kegiatan bertajuk Environmental Governance in Indonesia itu berlangsung secara hybrid di Smart Class Sekolah Pascasarjana Unhas, Kamis (22/10/2026).
Kuliah tamu dipandu Dr. Nur Isdah Idris, S.IP., M.A., Ph.D., sebagai moderator.
Forum ini menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif akademik mengenai tata kelola lingkungan, perubahan iklim, risiko bencana, dan pembangunan berkelanjutan.
Annisa merupakan Assistant Professor of Disaster and Climate Risk Governance for Sustainability pada Copernicus Institute of Sustainable Development, Utrecht University.
Kepakarannya berkaitan dengan hubungan antara tata kelola risiko bencana, perubahan iklim, dan keberlanjutan pembangunan.
Dalam pembukaan kegiatan, Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas diwakili Ketua GPM-PR Pascasarjana Unhas, Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si.
Ia menyampaikan pentingnya tata kelola lingkungan untuk merespons persoalan lingkungan, perubahan iklim, bencana alam, dan berbagai krisis ekologis.
Tata Kelola Lingkungan Perlu Pendekatan Lintas Sektor
Indonesia menghadapi tantangan tata kelola lingkungan yang kompleks karena karakteristik geografis, ekologis, dan sosial budayanya beragam.
Perubahan iklim, degradasi ekosistem, risiko bencana, serta tekanan pembangunan terhadap sumber daya alam menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan penanganan terpadu.
Persoalan tersebut bersinggungan dengan aspek sosial, ekonomi, politik, kelembagaan, dan kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan memerlukan integrasi kebijakan lintas sektor, penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta penggunaan bukti ilmiah dalam pengambilan keputusan.
Pendekatan multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin menjadi penting karena persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu bidang ilmu atau satu sektor pembangunan.
Pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil memiliki peran dalam membangun tata kelola yang efektif, inklusif, dan berkeadilan.
Riset Akademik untuk Menjawab Tantangan Pembangunan
Selain memperluas wawasan internasional, kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana Unhas dalam memperkuat kualitas pembelajaran dan jejaring akademik.
Interaksi dengan akademisi dari perguruan tinggi internasional membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, serta kerja sama kelembagaan.
Penguatan riset juga relevan untuk mengkaji berbagai persoalan strategis, mulai dari tata kelola perubahan iklim, ketahanan wilayah pesisir dan kepulauan, pengurangan risiko bencana, keadilan lingkungan, hingga pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Isu lingkungan turut berkaitan erat dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Pencemaran, penurunan kualitas air, kerusakan ekosistem, perubahan iklim, dan risiko bencana dapat menimbulkan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan penduduk.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, masyarakat berpenghasilan rendah, serta penduduk wilayah pesisir dan kepulauan, dapat menghadapi risiko lebih besar akibat ketimpangan lingkungan dan keterbatasan akses terhadap sumber daya.
Kondisi tersebut menjadikan keadilan sosial, perlindungan kesehatan, keberlanjutan ekosistem, dan ketahanan masyarakat sebagai pertimbangan penting dalam kebijakan lingkungan.
Pengembangan kajian ini juga berkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan yang mencakup kesehatan, air bersih, kota berkelanjutan, aksi iklim, dan perlindungan ekosistem.
Melalui kegiatan akademik internasional ini, Sekolah Pascasarjana Unhas mendorong penguatan kolaborasi dan penelitian lintas disiplin untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis bukti.
Upaya tersebut diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam merespons tantangan lingkungan dan mendukung pembangunan Indonesia yang inklusif, tangguh, serta berkelanjutan.


