Jalan Monginsidi, Jejak Pejuang Muda Makassar yang Dieksekusi Mati Belanda di Usia 24 Tahun

Nama Wolter Monginsidi kini menjadi bagian dari keseharian warga Makassar melalui Jalan Monginsidi.

Ruas jalan ini membentang sekitar 1 kilometer dan menjadi salah satu kawasan yang diisi berbagai aktivitas masyarakat.

Jejak namanya bahkan melekat pada sejumlah institusi pendidikan, SD Negeri Mongisidi.

SD Negeri Mongisidi

Tidak jauh dari sana terdapat SMK Negeri 8 Makassar di Jalan Monginsidi Nomor 17, Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar.

Sekolah tersebut merupakan satuan pendidikan negeri yang kini memiliki berbagai program keahlian.

Wajah kawasan Jalan Monginsidi juga berkembang mengikuti gaya hidup masyarakat kota.

Kedai Lawas di Jalan Monginsidi

Salah satunya terlihat dari keberadaan Kedai Lawas Monginsidi di Jalan Monginsidi.

Tempat ini mengusung konsep warung kopi bernuansa nostalgia dan menawarkan sejumlah menu, termasuk minuman serta makanan yang akrab dengan selera lokal.

Di tempat seperti itu, anak-anak muda Makassar kini bisa menikmati kopi atau sarabba, sementara nama seorang pemuda yang gugur pada usia 24 tahun tetap terpampang di alamat jalan yang mereka lewati.

BACA JUGA:  Jalan Sultan Hasanuddin, Jejak Ayam Jantan dari Timur yang Menantang Monopoli VOC

Nama Wolter Monginsidi kini menjadi bagian dari keseharian warga Makassar melalui Jalan Monginsidi.

Ruas jalan ini membentang sekitar 1 kilometer dan menjadi salah satu kawasan yang diisi berbagai aktivitas masyarakat.

Jejak namanya bahkan melekat pada sejumlah institusi pendidikan, SD Negeri Mongisidi.

SD Negeri Mongisidi

Tidak jauh dari sana terdapat SMK Negeri 8 Makassar di Jalan Monginsidi Nomor 17, Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar.

Sekolah tersebut merupakan satuan pendidikan negeri yang kini memiliki berbagai program keahlian.

Wajah kawasan Jalan Monginsidi juga berkembang mengikuti gaya hidup masyarakat kota.

Kedai Lawas di Jalan Monginsidi

Salah satunya terlihat dari keberadaan Kedai Lawas Monginsidi di Jalan Monginsidi.

Tempat ini mengusung konsep warung kopi bernuansa nostalgia dan menawarkan sejumlah menu, termasuk minuman serta makanan yang akrab dengan selera lokal.

Di tempat seperti itu, anak-anak muda Makassar kini bisa menikmati kopi atau sarabba, sementara nama seorang pemuda yang gugur pada usia 24 tahun tetap terpampang di alamat jalan yang mereka lewati.

BACA JUGA:  Jalan Andi Pangerang Pettarani, Mengenang 51 Tahun Wafatnya Gubernur Sulawesi Terakhir

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru