“Iya, sementara tidak menemukan (sekoci di KMP Mutiara Sentosa) itu, ya,” kata Mohammad Syafii di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Syafii, hampir semua korban yang dievakuasi ditemukan mengenakan life vest.
Temuan itu memperkuat dugaan bahwa penyelamatan awal lebih banyak bertumpu pada jaket pelampung dan bantuan kapal-kapal yang berada paling dekat dengan titik kebakaran.
Sorotan terhadap sekoci menjadi penting karena insiden di KMP Mutiara Sentosa 2 memperlihatkan bagaimana penumpang harus mengambil keputusan darurat di laut lepas ketika akses penyelamatan di kapal tak segera terlihat.
Sementara itu, keberadaan 50 orang yang batal berangkat karena kapal penuh justru menjadi keberuntungan yang menyelamatkan mereka dari situasi yang kemudian berubah menjadi bencana.

