50 Penumpang Selamat karena Gagal Naik KMP Mutiara Sentosa II, Basarnas Soroti Dugaan Minim Sekoci

SulawesiPos.com – Sebanyak 50 calon penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 lolos dari tragedi kebakaran di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, setelah 31 kendaraan yang mereka tumpangi tidak jadi dimuat ke dek kapal saat proses keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Fakta ini menjadi salah satu penjelasan utama mengapa data manifes kapal sempat berubah-ubah dalam dua hari pertama penanganan insiden.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit pada Senin, 3 Agustus 2026, menjelaskan operator kapal awalnya melaporkan ada 286 orang yang akan berlayar.

Namun setelah verifikasi ulang, 31 kendaraan dinyatakan tidak ikut terangkut karena kapasitas kapal penuh, dan di dalam kendaraan itu terdapat 50 orang yang akhirnya batal berangkat.

“Dari owner itu adalah 286 ya, 286. Akan tetapi setelah kami konfirmasi kembali, disampaikan bahwa ada 31 kendaraan yang tidak ikut terangkut oleh kapal tersebut. Artinya, tidak muat sehingga tidak diberangkatkan. Dan di kendaraan tersebut setelah dikonfirmasi ada 50 orang,” kata Nanang.

BACA JUGA:  122 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya dan Sumenep, Total 234 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Data itu sempat membuat jumlah orang yang diyakini berada di atas kapal terkoreksi menjadi 236 orang pada Senin, 3 Agustus 2026.

Namun sehari kemudian, Selasa, 4 Agustus 2026, Basarnas dan Kementerian Perhubungan menyatakan angka riil setelah sinkronisasi penuh dengan operator, KSOP, dan nakhoda yang selamat adalah 238 orang.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan angka 238 itu merupakan data akhir yang mencakup penumpang, kru, dan tenaga bantuan operasional kapal.

Dari jumlah itu, 233 orang dievakuasi selamat dan lima orang ditemukan meninggal dunia.

Dugaan Tak Ada Sekoci Perkuat Kepanikan di Laut

Di tengah koreksi data manifes, Basarnas juga menyorot kondisi lain yang dianggap janggal, yakni belum ditemukannya sekoci maupun perahu karet penyelamat di sekitar lokasi kapal terbakar.

Kondisi itu membuat banyak penumpang bertahan hanya dengan rompi pelampung sebelum akhirnya meloncat ke laut saat api membesar.

SulawesiPos.com – Sebanyak 50 calon penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 lolos dari tragedi kebakaran di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, setelah 31 kendaraan yang mereka tumpangi tidak jadi dimuat ke dek kapal saat proses keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Fakta ini menjadi salah satu penjelasan utama mengapa data manifes kapal sempat berubah-ubah dalam dua hari pertama penanganan insiden.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit pada Senin, 3 Agustus 2026, menjelaskan operator kapal awalnya melaporkan ada 286 orang yang akan berlayar.

Namun setelah verifikasi ulang, 31 kendaraan dinyatakan tidak ikut terangkut karena kapasitas kapal penuh, dan di dalam kendaraan itu terdapat 50 orang yang akhirnya batal berangkat.

“Dari owner itu adalah 286 ya, 286. Akan tetapi setelah kami konfirmasi kembali, disampaikan bahwa ada 31 kendaraan yang tidak ikut terangkut oleh kapal tersebut. Artinya, tidak muat sehingga tidak diberangkatkan. Dan di kendaraan tersebut setelah dikonfirmasi ada 50 orang,” kata Nanang.

BACA JUGA:  Terjepit Api di Haluan, Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Diselamatkan dari Kapal Terbakar di Sumenep

Data itu sempat membuat jumlah orang yang diyakini berada di atas kapal terkoreksi menjadi 236 orang pada Senin, 3 Agustus 2026.

Namun sehari kemudian, Selasa, 4 Agustus 2026, Basarnas dan Kementerian Perhubungan menyatakan angka riil setelah sinkronisasi penuh dengan operator, KSOP, dan nakhoda yang selamat adalah 238 orang.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan angka 238 itu merupakan data akhir yang mencakup penumpang, kru, dan tenaga bantuan operasional kapal.

Dari jumlah itu, 233 orang dievakuasi selamat dan lima orang ditemukan meninggal dunia.

Dugaan Tak Ada Sekoci Perkuat Kepanikan di Laut

Di tengah koreksi data manifes, Basarnas juga menyorot kondisi lain yang dianggap janggal, yakni belum ditemukannya sekoci maupun perahu karet penyelamat di sekitar lokasi kapal terbakar.

Kondisi itu membuat banyak penumpang bertahan hanya dengan rompi pelampung sebelum akhirnya meloncat ke laut saat api membesar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru