SulawesiPos.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026 memulai pengabdian di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dengan memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan. Selama empat bulan ke depan, sebanyak 120 Patriot Unhas akan mendampingi masyarakat di Kampung Weri dan Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur, melalui pendekatan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot Unhas, Abdullah Sanusi, S.E., MBA., Ph.D., mengatakan seluruh program yang dijalankan tidak disusun berdasarkan asumsi, melainkan diawali dengan identifikasi kondisi lapangan agar solusi yang diberikan relevan dan berkelanjutan.
“Para Patriot akan terlebih dahulu memahami kondisi masyarakat dan potensi yang ada. Kami ingin memastikan setiap program yang dilakukan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat,” jelas Dul, sapaannya, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik sosial, ekonomi, budaya, dan sumber daya yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang diawali dengan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi masyarakat.
Fokus Petakan Potensi dan Kebutuhan Masyarakat
Selama masa penugasan, para Patriot akan mengidentifikasi berbagai sektor strategis, mulai dari potensi ekonomi masyarakat, komoditas unggulan daerah, pendidikan, kesehatan, penguatan kelembagaan ekonomi, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga peningkatan akses pasar.
Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan berbagai program pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Ia menegaskan, bagi Universitas Hasanuddin, ekspedisi ini bukan hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pengalaman masyarakat di lapangan.
“Ekspedisi ini bukan hanya tentang apa yang bisa dibawa dari kampus ke masyarakat. Para Patriot juga akan belajar dari pengetahuan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki masyarakat Fakfak,” tambahnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi untuk mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam transformasi kawasan transmigrasi.
Pemkab Fakfak Dukung Program Patriot Unhas
Pemerintah Kabupaten Fakfak menyambut positif kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Unhas sebagai mitra pembangunan di daerah.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.Ap., berharap keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi sekaligus tantangan yang dihadapi masyarakat sehingga program pembangunan menjadi lebih tepat sasaran.
“Pemerintah daerah tentu akan mendukung agar program yang dijalankan dapat berjalan baik dan memberikan manfaat bagi kampung serta masyarakat,” ujar Samaun.
Disambut Tarian Adat, Patriot Unhas Langsung Koordinasi
Sebanyak 120 anggota Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin yang terbagi dalam 20 tim tiba di Kabupaten Fakfak pada Minggu (2/8/2026).
Rombongan disambut Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak Lud Kamudi, serta masyarakat melalui prosesi tarian adat di Bandara Siboru Fakfak sebagai simbol dimulainya kolaborasi.
Setelah tiba, para Patriot langsung mengikuti koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan apel penyambutan sekaligus sinkronisasi awal program dengan pemerintah daerah.
Selanjutnya, para Patriot mengikuti apel penyambutan yang dipimpin Bupati Fakfak bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Setelah itu, tim berdiskusi dengan OPD terkait untuk menyelaraskan rencana kerja sebelum diberangkatkan menuju Kampung Weri dan Kampung Saharey sebagai lokasi pengabdian.
Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin diharapkan mampu berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

