SulawesiPos.com – Adam Kapauruma akhirnya pulang ke keluarganya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, setelah sekitar 14 tahun terpisah tanpa komunikasi, menyusul proses pendampingan sosial yang dijalaninya di Takalar, Sulawesi Selatan. Pemulangan itu terlaksana melalui koordinasi Kementerian Sosial RI lewat UPT Sentra Pangurangi Takalar, Dinas Sosial Kabupaten Takalar, dan Dinas Sosial Kabupaten Fakfak setelah identitas Adam dan keluarganya berhasil dipastikan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Ruhaya La Abukena mengatakan, reunifikasi Adam bermula dari penelusuran pekerja sosial setelah ada informasi mengenai warga asal Fakfak yang berada di luar daerah.
Hasil penelusuran itu kemudian ditindaklanjuti bersama Sentra Pangurangi Takalar dan Dinas Sosial Takalar hingga pihak keluarga berhasil ditemukan.
“Hari ini kami menerima penyerahan Bapak Adam Kapauruma dari Sentra Pangurangi Takalar. Selanjutnya, Dinas Sosial Kabupaten Fakfak menyerahkan kepada pihak keluarga. Alhamdulillah, setelah kurang lebih 14 tahun tanpa komunikasi dengan keluarga, akhirnya bapak Adam dapat kembali ke kampung halaman berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak,” ujar Ruhaya, Senin (29/6/2026).
Sebelum dipulangkan ke Fakfak, Adam lebih dulu menjalani pendampingan sekitar satu bulan di Sentra Pangurangi Takalar.
Selama berada di sana, ia mendapat layanan rehabilitasi sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan sosial, serta pelayanan kesehatan intensif sambil menunggu proses administrasi pemulangan selesai.
Ditemukan di Takalar dan menjalani pemulihan
Perwakilan Sentra Pangurangi Takalar menjelaskan Adam pertama kali tercatat sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial setelah ditemukan di Desa Lamasaju, Kabupaten Takalar.
Informasi awal berasal dari laporan pemerintah desa yang kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial Takalar bersama pihak sentra.
Selama masa pendampingan, kondisi kesehatan Adam juga dipantau berkala oleh tenaga medis. Ia diketahui telah menjalani beberapa tindakan operasi, sehingga masih memerlukan pemantauan kesehatan lanjutan setelah kembali bersama keluarganya di Fakfak.
Kisah Adam sebelumnya sempat menyita perhatian publik setelah beredar informasi mengenai seorang warga asal Fakfak yang dirawat di rumah sakit tanpa pendamping keluarga.
Informasi itu kemudian memicu penelusuran lintas instansi sampai identitas dan keberadaan keluarganya berhasil dipastikan.
Peran sentra dan koordinasi lintas daerah
Sentra Pangurangi Takalar merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial yang memberikan layanan atensi residensial, atensi berbasis keluarga, dan pendampingan berbasis komunitas.
Wilayah kerja sentra tersebut juga mencakup Kabupaten Fakfak bersama sejumlah daerah lain di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Keterlibatan sentra dalam pemulangan Adam sejalan dengan fungsi rehabilitasi sosial yang tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan, tetapi juga penelusuran keluarga serta pendampingan sampai proses reunifikasi selesai.
Dalam kasus Adam, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pekerja sosial, dan tenaga medis menjadi faktor utama yang memungkinkan pertemuan kembali dengan keluarganya setelah belasan tahun berpisah.


