SulawesiPos.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar seminar program kerja di Aula Kantor Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan, Senin (13/7/2026). Seminar ini menjadi forum awal mahasiswa memaparkan rencana kerja kepada aparat desa dan tokoh masyarakat setempat.
KKN Tematik Literasi merupakan program kolaborasi antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program ini menempatkan mahasiswa sebagai penggerak literasi di tingkat desa, dengan fokus utama mengoptimalkan pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Acara dibuka dengan sambutan dari sejumlah pihak, mulai dari Kepala Desa Bontokanang, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, hingga Penanggung Jawab TBM Kana Baji.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bontokanang, Muhammad Setiawan S.Ip., N.Lp., menekankan bahwa literasi tidak sekadar soal membaca, melainkan bagian dari upaya membentuk pola pikir masyarakat agar hidup lebih rukun dan berdaya.
“Kita berharap adanya tranformasi nilai pengetahuan terhadap masyarakat komunal menjadi masyarakat modern,” tutur Setiawan.
Ia berharap program ini mampu menjangkau seluruh elemen desa, mulai dari kepala dusun, imam dusun, hingga kader-kader masyarakat, sekaligus memperkenalkan literasi digital di tengah masyarakat.
Senada, Wakil Ketua BPD Bontokanang, Ikrar Sultan menyampaikan bahwa meski hanya satu rangkaian kegiatan, program ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi desa.
“Mari kita bekerja sama untuk merealisasikan program literasi adik adik KKN,” ajaknya.
Sementara itu, PJ TBM Kana Baji menyoroti pentingnya pendidikan sebagai sarana perubahan kehidupan masyarakat.
Tujuh Program Kerja
Koordinator Desa Bontokanang, Noval Putra Ramdhani, memaparkan tujuh program kerja utama. Program pertama adalah pengelolaan TBM, mencakup inventarisasi, pengolahan, dan penataan koleksi buku agar perpustakaan desa lebih tertib dan mudah diakses masyarakat.
Program kedua, Membaca Nyaring, menyasar anak usia 3 hingga 6 tahun untuk menumbuhkan minat baca sejak dini. Program ketiga, Cerdas Mengulas Buku, ditujukan bagi murid SD/MI kelas 1-3 agar mampu memahami dan menyampaikan kembali isi bacaan dengan bahasa sendiri.
“Program keempat dan kelima, yakni Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan dan Menulis Cerita Berbasis Isi Buku Bacaan, masing-masing menyasar murid SD/MI kelas 3-6 dan kelas 6, dengan tujuan mengasah kreativitas serta kemampuan berpikir kritis anak,” jelasnya.
Dua program terakhir, Kunjungan Literasi ke TBM dan Apresiasi Literasi Tingkat Desa, dirancang untuk memperkenalkan TBM kepada anak sekolah beserta guru, sekaligus memberi wadah kompetisi bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan literasi mereka.


