Petugas kemudian membubarkan bentrokan hingga situasi kembali kondusif.
Wahiduddin menegaskan aksi penyerangan itu terjadi berulang kali dalam satu rangkaian kejadian.
“Bahwa kejadian tersebut terjadi sebanyak empat kali secara berturut-turut oleh para pelaku. Anggota menyita barang bukti tiga anak panah busur dan ketapelnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, bentrokan serupa juga terjadi di perempatan Jalan Bandang dan Jalan Tinumbu Pendek pada Jumat, 17 Juli 2026, sekitar pukul 02.45 Wita.
Saat itu, polisi juga menyebut keributan bermula dari dugaan provokasi sekelompok pengendara motor terhadap warga sekitar.


