Ekskavator Diduga Tak Terkendali Saat Cekcok, TKA China Tewas di Lokasi Proyek Lutra

SulawesiPos.com – Ekskavator diduga tak terkendali saat cekcok antara seorang tenaga kerja asing asal China dan operator alat berat di lokasi proyek Desa Kanan Dede, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (17/7/2026). Insiden itu menewaskan Liu Hongbin (27), setelah korban terjatuh dari ekskavator, terkena baket, lalu diduga terlindas ban belakang alat berat.

Peristiwa ini tidak sekadar menyeret perhatian karena berujung maut di area proyek, tetapi juga karena rangkaian cekcok di atas alat berat diduga menjadi pemicu utama hingga ekskavator berputar dalam kondisi tak terkendali.

Fokus penyelidikan kini mengarah pada momen ketika pertengkaran berubah menjadi insiden fatal di sekitar alat berat yang masih beroperasi.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara Iptu Kadek Andi Pradnyadana menjelaskan operator ekskavator, M Iriandi Ewa (26), awalnya sedang bekerja ketika dihampiri korban yang disebut sebagai pengawas proyek dalam keadaan marah.

“Terjadi adu mulut antara pelaku dan korban. Namun, pelaku tidak memahami perkataan korban karena tidak mengerti bahasa yang digunakan oleh korban,” ujar Kadek.

BACA JUGA:  Selebgram Makassar Dianiaya Geng Motor, Polisi Buru Pelaku usai Korban Melapor

Ketegangan tidak berhenti di adu mulut. Operator disebut memilih mengeraskan volume musik pada ekskavator yang sedang dikemudikannya. Tidak lama kemudian, korban naik ke atas alat berat dan menampar kepala pelaku satu kali.

Cekcok di Atas Alat Berat Berujung Maut

Dari titik itulah situasi berubah cepat. Polisi menyebut pelaku membalas dengan tendangan saat korban masih memegang handle ekskavator.

“Pelaku membalas dengan menendang korban. Korban yang memegang handle ekskavator kemudian terjatuh. Bersamaan dengan itu, ekskavator diduga tidak terkendali dan berputar sehingga bucket (baket) ekskavator mengenai pipi sebelah kiri korban,” terang Kadek.

Setelah korban jatuh, operator memarkirkan ekskavator. Namun pada fase inilah insiden diduga berubah menjadi fatal karena korban disebut berada di dekat roda belakang alat berat.

“Pelaku mengaku tidak menyadari bahwa pada saat memarkirkan alat berat tersebut, korban diduga terlindas ban belakang ekskavator yang dikemudikannya,” kata Kadek.

Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara operator disebut langsung meninggalkan lokasi menuju rumahnya di Kecamatan Sabbang dengan sepeda motor sebelum akhirnya diamankan polisi.

BACA JUGA:  ⁠Diduga Dipicu Soal Cincin, Pengantin Pria di Takalar Ditampar Kakak Ipar Usai Ijab Kabul

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan

Kasus ini kini ditangani sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Polisi masih mendalami kronologi lengkapnya, termasuk posisi korban saat jatuh, pergerakan ekskavator, dan apakah seluruh rangkaian kejadian murni spontan saat konflik pecah atau ada unsur lain yang memperberat perkara.

“Pelaku telah diamankan di Polres guna dimintai keterangan,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Ekskavator diduga tak terkendali saat cekcok antara seorang tenaga kerja asing asal China dan operator alat berat di lokasi proyek Desa Kanan Dede, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (17/7/2026). Insiden itu menewaskan Liu Hongbin (27), setelah korban terjatuh dari ekskavator, terkena baket, lalu diduga terlindas ban belakang alat berat.

Peristiwa ini tidak sekadar menyeret perhatian karena berujung maut di area proyek, tetapi juga karena rangkaian cekcok di atas alat berat diduga menjadi pemicu utama hingga ekskavator berputar dalam kondisi tak terkendali.

Fokus penyelidikan kini mengarah pada momen ketika pertengkaran berubah menjadi insiden fatal di sekitar alat berat yang masih beroperasi.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara Iptu Kadek Andi Pradnyadana menjelaskan operator ekskavator, M Iriandi Ewa (26), awalnya sedang bekerja ketika dihampiri korban yang disebut sebagai pengawas proyek dalam keadaan marah.

“Terjadi adu mulut antara pelaku dan korban. Namun, pelaku tidak memahami perkataan korban karena tidak mengerti bahasa yang digunakan oleh korban,” ujar Kadek.

BACA JUGA:  Polisi Ringkus Dua Terduga Pembusur Petani di Masamba, Satu Pelaku Masih Pelajar

Ketegangan tidak berhenti di adu mulut. Operator disebut memilih mengeraskan volume musik pada ekskavator yang sedang dikemudikannya. Tidak lama kemudian, korban naik ke atas alat berat dan menampar kepala pelaku satu kali.

Cekcok di Atas Alat Berat Berujung Maut

Dari titik itulah situasi berubah cepat. Polisi menyebut pelaku membalas dengan tendangan saat korban masih memegang handle ekskavator.

“Pelaku membalas dengan menendang korban. Korban yang memegang handle ekskavator kemudian terjatuh. Bersamaan dengan itu, ekskavator diduga tidak terkendali dan berputar sehingga bucket (baket) ekskavator mengenai pipi sebelah kiri korban,” terang Kadek.

Setelah korban jatuh, operator memarkirkan ekskavator. Namun pada fase inilah insiden diduga berubah menjadi fatal karena korban disebut berada di dekat roda belakang alat berat.

“Pelaku mengaku tidak menyadari bahwa pada saat memarkirkan alat berat tersebut, korban diduga terlindas ban belakang ekskavator yang dikemudikannya,” kata Kadek.

Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara operator disebut langsung meninggalkan lokasi menuju rumahnya di Kecamatan Sabbang dengan sepeda motor sebelum akhirnya diamankan polisi.

BACA JUGA:  Selebgram Makassar Buka Sayembara Rp 5 Juta usai Diduga Jadi Korban Penganiayaan Geng Motor

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan

Kasus ini kini ditangani sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Polisi masih mendalami kronologi lengkapnya, termasuk posisi korban saat jatuh, pergerakan ekskavator, dan apakah seluruh rangkaian kejadian murni spontan saat konflik pecah atau ada unsur lain yang memperberat perkara.

“Pelaku telah diamankan di Polres guna dimintai keterangan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru