Senator Demokrat AS Diterpa Dugaan Skandal Asmara, Ambisi Menuju Gedung Putih 2028 Terancam

SulawesiPos.com – Senator Partai Demokrat dari negara bagian Arizona, Ruben Gallego, kembali menjadi sorotan setelah The New York Post pada 16 Juli 2026 melaporkan bahwa ia diduga pernah menjalin hubungan seksual secara suka sama suka dengan sedikitnya dua staf DPR Amerika Serikat saat masih menjadi anggota DPR periode 2015–2025, sementara isu tersebut muncul ketika namanya mulai disebut sebagai salah satu kandidat potensial dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat 2028, meski Komite Etik Senat sebelumnya menyatakan tidak menemukan bukti pelanggaran dalam pengaduan berbeda yang diajukan terhadap dirinya.

Laporan The New York Post menyebut kedua perempuan tersebut merupakan staf anggota DPR dari Partai Demokrat asal Texas.

Hubungan itu, menurut sejumlah sumber yang dikutip media tersebut, terjadi ketika Gallego belum menikah sehingga tidak disertai tuduhan perselingkuhan.

Tidak ada tuduhan pelecehan seksual ataupun pemaksaan dalam hubungan tersebut karena seluruh relasi disebut berlangsung atas dasar persetujuan kedua belah pihak.

Salah seorang sumber menyebut hubungan tersebut merupakan bagian dari pola pengambilan keputusan pribadi Gallego yang dinilai kurang bijaksana karena melibatkan relasi antara pejabat publik dan staf Kongres yang memiliki ketimpangan posisi kekuasaan.

Sumber lain mengatakan salah satu perempuan ketika itu masih berusia sekitar dua puluhan tahun dan jauh lebih muda dibandingkan Gallego.

BACA JUGA:  Bocor Sebelum Sah, Ini Isi Lengkap MOU 14 Poin Damai AS-Iran

Laporan itu juga menyebut Gallego mengakui dua hubungan tersebut kepada salah seorang sumber, sementara dua sumber lain mengaku mengetahui atau mengonfirmasi keberadaan hubungan tersebut.

Komite Etik Senat Tidak Menyelidiki Dugaan Hubungan Itu

Kasus tersebut mencuat hanya beberapa pekan setelah Komite Etik Senat menolak pengaduan yang diajukan anggota DPR dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, terkait dugaan pelanggaran etika, pendanaan kampanye, dan tuduhan perilaku seksual.

Menurut sejumlah sumber internal yang dikutip The New York Post, komite tidak pernah memeriksa dugaan hubungan Gallego dengan dua staf DPR karena fokus penyelidikan hanya terbatas pada materi pengaduan yang diajukan Luna.

Seorang sumber menyimpulkan bahwa penyelidikan etika sebelumnya “mencari di tempat yang salah” sehingga informasi mengenai hubungan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari pemeriksaan resmi.

Dalam surat resmi yang diperoleh sejumlah media Amerika, Komite Etik Senat menyatakan tidak menemukan bukti bahwa tindakan Gallego melanggar hukum federal, aturan Senat, maupun standar perilaku anggota Kongres.

Sesudah keputusan itu diumumkan, Gallego menyebut tuduhan yang diarahkan kepadanya sebagai “konspirasi kelompok kanan” yang didorong aktivis sayap kanan, Gedung Putih, dan sekutunya.

Ketika dimintai tanggapan mengenai laporan terbaru, Gallego tidak membenarkan maupun membantah isi pemberitaan.

BACA JUGA:  Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Yordania, Ketegangan Kawasan Teluk Kian Memanas

Ia hanya menjawab singkat kepada wartawan NBC News, “Saya tidak akan terlibat dalam gosip.”

Saat kembali ditanya apakah laporan The New York Post benar, ia mengulangi jawaban yang sama tanpa memberikan penjelasan tambahan.

Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, juga menghindari pembahasan substansi laporan tersebut ketika dimintai komentar oleh Fox News.

Sorotan Baru di Tengah Ambisi Politik Nasional

Laporan tersebut muncul ketika sejumlah kalangan Demokrat mulai memasukkan nama Gallego sebagai salah satu figur yang berpotensi maju dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2028.

Beberapa analis politik menilai isu kehidupan pribadi dapat menjadi beban politik bagi setiap kandidat nasional meskipun tidak selalu berujung pada pelanggaran hukum.

Aturan etika Kongres Amerika Serikat saat ini memang tidak melarang hubungan pribadi antara anggota Kongres dengan staf dari kantor anggota lain selama tidak disertai pelecehan, intimidasi, atau penyalahgunaan wewenang.

Namun, sejumlah anggota Kongres mendorong perubahan aturan setelah muncul berbagai skandal pelecehan seksual yang melibatkan politisi Amerika dalam beberapa tahun terakhir.

Dorongan tersebut semakin menguat setelah kasus yang menimpa mantan anggota DPR dari California, Eric Swalwell, yang menghadapi berbagai tuduhan perilaku seksual sehingga mengundurkan diri dari Kongres dan pencalonannya sebagai Gubernur California.

BACA JUGA:  Timnas Iran Tinggalkan Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Usai Tahan Imbang Belgia pada Piala Dunia 2026

Gallego selama ini dikenal sebagai sahabat politik Swalwell dan sebelumnya menyatakan tidak mengetahui dugaan pelanggaran yang dilakukan rekannya tersebut.

Republik Arizona Abe Hamadeh merespons laporan terbaru dengan menyerukan agar Gallego mengundurkan diri dari Senat.

Mantan anggota DPR Jason Chaffetz juga meminta Kongres mengambil langkah tegas apabila nantinya ditemukan pelanggaran etika.

Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa dalam sistem hukum Amerika Serikat, tuduhan yang berasal dari laporan media atau sumber anonim tidak dapat dipandang sebagai bukti hukum sebelum diverifikasi melalui penyelidikan resmi atau proses peradilan.

Penyelidikan Dana Kampanye Masih Berjalan

Selain menghadapi sorotan terkait kehidupan pribadinya, Gallego juga masih berada dalam penyelidikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengenai dugaan penggunaan dana kampanye untuk perjalanan pribadi, termasuk menghadiri Super Bowl dan beberapa perjalanan wisata.

Gallego membantah melakukan penyalahgunaan dana serta menilai penyelidikan tersebut bermotif politik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada dakwaan pidana maupun putusan pengadilan yang menyatakan Gallego bersalah dalam perkara tersebut.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan integritas pribadi tetap menjadi faktor penting dalam demokrasi modern karena kepercayaan publik terhadap pejabat negara tidak hanya dibangun melalui kepatuhan terhadap hukum, tetapi juga melalui standar etika yang tinggi dalam kehidupan publik. (Ali)

SulawesiPos.com – Senator Partai Demokrat dari negara bagian Arizona, Ruben Gallego, kembali menjadi sorotan setelah The New York Post pada 16 Juli 2026 melaporkan bahwa ia diduga pernah menjalin hubungan seksual secara suka sama suka dengan sedikitnya dua staf DPR Amerika Serikat saat masih menjadi anggota DPR periode 2015–2025, sementara isu tersebut muncul ketika namanya mulai disebut sebagai salah satu kandidat potensial dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat 2028, meski Komite Etik Senat sebelumnya menyatakan tidak menemukan bukti pelanggaran dalam pengaduan berbeda yang diajukan terhadap dirinya.

Laporan The New York Post menyebut kedua perempuan tersebut merupakan staf anggota DPR dari Partai Demokrat asal Texas.

Hubungan itu, menurut sejumlah sumber yang dikutip media tersebut, terjadi ketika Gallego belum menikah sehingga tidak disertai tuduhan perselingkuhan.

Tidak ada tuduhan pelecehan seksual ataupun pemaksaan dalam hubungan tersebut karena seluruh relasi disebut berlangsung atas dasar persetujuan kedua belah pihak.

Salah seorang sumber menyebut hubungan tersebut merupakan bagian dari pola pengambilan keputusan pribadi Gallego yang dinilai kurang bijaksana karena melibatkan relasi antara pejabat publik dan staf Kongres yang memiliki ketimpangan posisi kekuasaan.

Sumber lain mengatakan salah satu perempuan ketika itu masih berusia sekitar dua puluhan tahun dan jauh lebih muda dibandingkan Gallego.

BACA JUGA:  Trump Peringatkan Iran, Graham Ancam Ambil Alih Hormuz: Kesepakatan Damai Masuki Fase Kritis

Laporan itu juga menyebut Gallego mengakui dua hubungan tersebut kepada salah seorang sumber, sementara dua sumber lain mengaku mengetahui atau mengonfirmasi keberadaan hubungan tersebut.

Komite Etik Senat Tidak Menyelidiki Dugaan Hubungan Itu

Kasus tersebut mencuat hanya beberapa pekan setelah Komite Etik Senat menolak pengaduan yang diajukan anggota DPR dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, terkait dugaan pelanggaran etika, pendanaan kampanye, dan tuduhan perilaku seksual.

Menurut sejumlah sumber internal yang dikutip The New York Post, komite tidak pernah memeriksa dugaan hubungan Gallego dengan dua staf DPR karena fokus penyelidikan hanya terbatas pada materi pengaduan yang diajukan Luna.

Seorang sumber menyimpulkan bahwa penyelidikan etika sebelumnya “mencari di tempat yang salah” sehingga informasi mengenai hubungan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari pemeriksaan resmi.

Dalam surat resmi yang diperoleh sejumlah media Amerika, Komite Etik Senat menyatakan tidak menemukan bukti bahwa tindakan Gallego melanggar hukum federal, aturan Senat, maupun standar perilaku anggota Kongres.

Sesudah keputusan itu diumumkan, Gallego menyebut tuduhan yang diarahkan kepadanya sebagai “konspirasi kelompok kanan” yang didorong aktivis sayap kanan, Gedung Putih, dan sekutunya.

Ketika dimintai tanggapan mengenai laporan terbaru, Gallego tidak membenarkan maupun membantah isi pemberitaan.

BACA JUGA:  Rincian Terbaru Klaim Operasi Penangkapan Maduro: Bagaimana Delta Force Disebut Menjangkau Orang Nomor Satu Venezuela?

Ia hanya menjawab singkat kepada wartawan NBC News, “Saya tidak akan terlibat dalam gosip.”

Saat kembali ditanya apakah laporan The New York Post benar, ia mengulangi jawaban yang sama tanpa memberikan penjelasan tambahan.

Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, juga menghindari pembahasan substansi laporan tersebut ketika dimintai komentar oleh Fox News.

Sorotan Baru di Tengah Ambisi Politik Nasional

Laporan tersebut muncul ketika sejumlah kalangan Demokrat mulai memasukkan nama Gallego sebagai salah satu figur yang berpotensi maju dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2028.

Beberapa analis politik menilai isu kehidupan pribadi dapat menjadi beban politik bagi setiap kandidat nasional meskipun tidak selalu berujung pada pelanggaran hukum.

Aturan etika Kongres Amerika Serikat saat ini memang tidak melarang hubungan pribadi antara anggota Kongres dengan staf dari kantor anggota lain selama tidak disertai pelecehan, intimidasi, atau penyalahgunaan wewenang.

Namun, sejumlah anggota Kongres mendorong perubahan aturan setelah muncul berbagai skandal pelecehan seksual yang melibatkan politisi Amerika dalam beberapa tahun terakhir.

Dorongan tersebut semakin menguat setelah kasus yang menimpa mantan anggota DPR dari California, Eric Swalwell, yang menghadapi berbagai tuduhan perilaku seksual sehingga mengundurkan diri dari Kongres dan pencalonannya sebagai Gubernur California.

BACA JUGA:  Bocor Sebelum Sah, Ini Isi Lengkap MOU 14 Poin Damai AS-Iran

Gallego selama ini dikenal sebagai sahabat politik Swalwell dan sebelumnya menyatakan tidak mengetahui dugaan pelanggaran yang dilakukan rekannya tersebut.

Republik Arizona Abe Hamadeh merespons laporan terbaru dengan menyerukan agar Gallego mengundurkan diri dari Senat.

Mantan anggota DPR Jason Chaffetz juga meminta Kongres mengambil langkah tegas apabila nantinya ditemukan pelanggaran etika.

Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa dalam sistem hukum Amerika Serikat, tuduhan yang berasal dari laporan media atau sumber anonim tidak dapat dipandang sebagai bukti hukum sebelum diverifikasi melalui penyelidikan resmi atau proses peradilan.

Penyelidikan Dana Kampanye Masih Berjalan

Selain menghadapi sorotan terkait kehidupan pribadinya, Gallego juga masih berada dalam penyelidikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengenai dugaan penggunaan dana kampanye untuk perjalanan pribadi, termasuk menghadiri Super Bowl dan beberapa perjalanan wisata.

Gallego membantah melakukan penyalahgunaan dana serta menilai penyelidikan tersebut bermotif politik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada dakwaan pidana maupun putusan pengadilan yang menyatakan Gallego bersalah dalam perkara tersebut.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan integritas pribadi tetap menjadi faktor penting dalam demokrasi modern karena kepercayaan publik terhadap pejabat negara tidak hanya dibangun melalui kepatuhan terhadap hukum, tetapi juga melalui standar etika yang tinggi dalam kehidupan publik. (Ali)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru