SulawesiPos.com – Prediksi EA Sports FC soal juara Piala Dunia 2026 kembali ramai diperbincangkan setelah Spanyol memastikan tiket ke final dan tinggal selangkah lagi menuju trofi. Simulasi yang dirilis sebelum turnamen itu menempatkan Spanyol sebagai juara, dan skenario tersebut kini memasuki ujian terakhir saat mereka menghadapi Argentina pada final Minggu, 19 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey.
Sorotan terhadap prediksi itu muncul lagi setelah perjalanan Spanyol di turnamen terus sejalan dengan simulasi yang dibuat EA Sports.
Dalam laporan GameSpot pada 15 Juli 2026, simulasi EA menempatkan Spanyol sebagai calon juara dan mencatat bahwa model serupa sebelumnya sukses menebak empat kampiun Piala Dunia beruntun, yakni Spanyol pada 2010, Jerman 2014, Prancis 2018, dan Argentina 2022.
Prediksi itu makin terasa relevan setelah Spanyol menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal.
Kemenangan tersebut mengantar La Roja ke partai puncak dan menjaga peluang simulasi EA kembali tepat untuk edisi kelima secara beruntun.
Laga final sendiri mempertemukan dua tim dengan karakter kontras. Associated Press melaporkan Argentina datang sebagai tim paling produktif di turnamen dengan 19 gol, sedangkan Spanyol justru menjadi tim dengan pertahanan paling rapat setelah hanya kebobolan satu kali sepanjang turnamen.
Spanyol juga menatap final dengan rekor yang impresif. Menurut AP, tim itu belum terkalahkan di Piala Dunia 2026 dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang, termasuk menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis di fase gugur.
Di sisi lain, Argentina melaju ke final setelah menundukkan Inggris 2-1 pada semifinal dan memburu gelar juara dunia beruntun.
Situasi itu membuat final kali ini tidak hanya menjadi duel perebutan trofi, tetapi juga panggung pembuktian apakah simulasi EA Sports benar-benar kembali tepat atau akhirnya meleset setelah empat edisi terakhir selalu akurat.
Fakta bahwa prediksi itu dibuat bahkan sebelum turnamen dimulai membuat pembahasan di media sosial ikut menguat.
Namun sampai saat ini, statusnya tetap sebatas simulasi, sementara hasil akhirnya baru akan ditentukan di lapangan saat Spanyol dan Argentina bentrok dalam laga puncak akhir pekan ini.


