SulawesiPos.com – Duel Spanyol vs Argentina akan menjadi pertandingan bersejarah. Banyak fans menunggu. Namun, laga panas tersebut dipastikan batal.
Pembatalan pertandingan Spanyol vs Argentina bukan untuk final Piala Dunia 2026, tetapi terjadi dalam Finalissima 2026 yang lalu.
Duel juara Eropa dan kampiun Amerika Selatan itu urung digelar di Qatar pada Jumat, 27 Maret 2026.
Pembatalan laga Spanyol vs Argentina tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Finalissima 2026 sudah ditetapkan berlangsung di Lusail Stadium, Qatar.
UEFA pada Desember 2025 bahkan telah mengumumkan bahwa partai tersebut akan mempertemukan Spanyol sebagai juara Euro 2024 melawan Argentina selaku juara Copa America 2024.
Namun, rencana itu buyar setelah kedua pihak gagal menyepakati waktu pelaksanaan yang baru.
Pembatalan dipicu situasi politik di kawasan serta kendala waktu yang membuat pertandingan tidak bisa diselamatkan dengan jadwal alternatif.
Untungnya, duel panas Spanyol vs Argentina tidak terjadi di final Piala Dunia 2026. Kedua tim akan tetap berlaga sesuai jadwal, yakni pada 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB atau pukul 03.00 Wita.
Preview Spanyol vs Argentina: Duel Tim Paling Rapi Kontra Juara Bertahan Paling Tajam
Spanyol akan menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Minggu, 19 Juli 2026 pukul 15.00 ET atau Senin, 20 Juli 2026 pukul 03.00 Wita, dalam laga yang mempertemukan tim paling disiplin secara struktur dengan juara bertahan yang paling tajam sepanjang turnamen.
Final ini lahir dari dua jalur yang sama-sama meyakinkan. Spanyol melaju setelah menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal, sedangkan Argentina merebut tiket laga puncak usai bangkit dan menundukkan Inggris 2-1.
Secara tren, duel ini menghadirkan benturan dua kekuatan yang kontras. Spanyol datang dengan laju tak terkalahkan, enam kemenangan, satu hasil imbang, serta pertahanan yang nyaris tak memberi ruang.
Di sisi lain, Argentina menjejak final sebagai juara bertahan yang menyapu bersih tujuh pertandingan dan tampil sebagai salah satu tim tersubur di turnamen.
Laga ini juga membawa bobot sejarah besar. Spanyol memburu gelar dunia kedua setelah terakhir juara pada 2010, sementara Argentina mengincar trofi keempat sekaligus peluang menjadi tim pertama sejak Brasil 1958 dan 1962 yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia secara beruntun.
Duel Lini Tengah dan Sayap Bisa Jadi Penentu
Spanyol diprediksi kembali bertumpu pada kontrol permainan, ritme umpan, dan disiplin posisi yang membuat mereka sulit ditembus sepanjang turnamen.
Nama-nama seperti Rodri, Dani Olmo, dan Lamine Yamal menjadi poros penting dalam membangun serangan sekaligus menjaga tempo.
Argentina datang dengan pendekatan yang lebih langsung, agresif saat transisi, dan sangat berbahaya ketika ruang terbuka.
Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan, sementara dukungan Julian Alvarez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul membuat serangan Albiceleste tetap hidup dari berbagai sisi.
FIFA menyoroti sejumlah duel yang bisa menentukan arah final, mulai dari pertarungan Messi melawan Aymeric Laporte, adu kontrol Rodri kontra Enzo Fernandez, hingga benturan eksplosivitas Lamine Yamal dengan Nicolas Tagliafico di sektor sayap.
Selain kualitas teknis, efisiensi di kotak penalti bisa menjadi pembeda. Spanyol cenderung menang lewat kontrol dan kesabaran, sedangkan Argentina berkali-kali menunjukkan kemampuan membalikkan keadaan dan menghukum lawan pada momen-momen krusial.
Karena itu, final ini bukan hanya soal siapa lebih dominan memegang bola, tetapi juga siapa yang lebih tenang saat peluang besar datang.
Dengan satu tim membawa kestabilan dan satu lagi datang dengan naluri juara bertahan, panggung final Piala Dunia 2026 diperkirakan berjalan ketat sejak menit awal.


