Dulu Dimandikan Messi, Kini Lamine Yamal Menantang Sang Legenda di Final Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Final Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah unik yang sulit terulang. Lamine Yamal, pemain yang saat masih bayi pernah dimandikan Lionel Messi dalam sebuah sesi pemotretan amal Barcelona, kini akan berdiri sebagai lawan sang megabintang saat Spanyol menghadapi Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026.

Laga yang berlangsung di Stadion New York New Jersey (MetLife Stadium), Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB itu bukan sekadar mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia.

Pertandingan tersebut juga menjadi simbol pertemuan dua generasi berbeda, yakni Lionel Messi yang telah mendominasi sepak bola selama hampir dua dekade dan Lamine Yamal yang kini mulai mencuri perhatian dunia.

Foto Messi memandikan Yamal saat masih bayi kembali menjadi perbincangan hangat menjelang final.

Momen itu terjadi pada 2007 ketika Barcelona menggelar sesi pemotretan kalender amal bersama sebuah surat kabar lokal.

Saat itu, Messi yang baru berusia 20 tahun diminta menggendong sekaligus memandikan seorang bayi yang belakangan diketahui adalah Lamine Yamal.

BACA JUGA:  Pemkab Bulukumba Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 untuk Gerakkan UMKM Lokal

Foto tersebut baru kembali viral pada 2024 setelah keluarga Yamal mengungkap identitas bayi dalam gambar itu.

Sejak saat itu, banyak penggemar menganggap momen tersebut sebagai simbol estafet generasi sepak bola, meski Yamal sendiri beberapa kali menegaskan bahwa ia tidak ingin dikenal sebagai “Messi baru” dan memilih membangun identitasnya sendiri.

Lamine Yamal Bersinar di Piala Dunia 2026

Di usia 18 tahun, Yamal menjadi salah satu pemain muda paling bersinar di Piala Dunia 2026. Kepercayaan penuh dari pelatih Luis de la Fuente dibayar dengan penampilan konsisten sepanjang turnamen.

Pemain sayap kanan Barcelona itu turut membawa Spanyol melangkah ke final setelah menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar, Belgia di perempat final, dan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal.

Saat menghadapi Prancis, Yamal bahkan sempat mencetak gol, namun dianulir karena lebih dulu berada dalam posisi offside.

Beroperasi dari sisi kanan, Yamal dikenal memiliki kemampuan menggiring bola, kecepatan, dan akurasi umpan yang kerap mengingatkan publik kepada Lionel Messi.

BACA JUGA:  Saat Maskapai Ikut Bertanding: Norwegian dan British Airways Viral Jelang Norwegia vs Inggris

Meski demikian, banyak pengamat menilai gaya bermainnya memiliki karakter tersendiri berkat kreativitas, keberanian mengambil keputusan, dan kematangan yang melampaui usianya.

Penampilan impresif tersebut membuat Yamal kini menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Spanyol.

Berdasarkan data Transfermarkt, Yamal itu memiliki valuasi mencapai 200 juta euro atau sekitar Rp3,48 triliun, tertinggi di antara seluruh pemain La Roja.

Secara keseluruhan, skuad Spanyol juga menjadi salah satu yang paling bernilai di Piala Dunia 2026 dengan total valuasi sekitar 1,22 miliar euro atau setara Rp21,3 triliun.

Messi Berburu Gelar Dunia Kedua

Di sisi lain, Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin Argentina. Meski tidak lagi berada di usia emas, kapten Albiceleste tetap menjadi sosok sentral dalam perjalanan tim menuju final.

Argentina lolos ke partai puncak setelah menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 di semifinal.

Dalam pertandingan tersebut, Messi mencatatkan dua assist yang berujung pada gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez untuk membalikkan keadaan.

BACA JUGA:  Norwegia vs Inggris 1-1 saat Jeda: Schjelderup Cetak Gol, Bellingham Balas di Ujung Babak Pertama

Bahkan, sepanjang Piala Dunia 2026, Messi berada di top skor dengan peroleh delapan gol dan empat assist.

Final nanti menjadi kesempatan bagi Messi untuk menambah koleksi gelar Piala Dunia sekaligus memperkuat warisannya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Duel Dua Generasi di Partai Puncak

Pertemuan Spanyol dan Argentina diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam sejarah modern Piala Dunia.

Selain menjadi pertemuan pertama kedua negara di partai puncak, pertandingan ini juga mempertemukan dua ikon dari generasi yang berbeda.

Di satu sisi ada Lionel Messi, legenda hidup yang masih menjadi motor permainan Argentina. Di sisi lain berdiri Lamine Yamal, wonderkid yang kini dipercaya menjadi masa depan sepak bola Spanyol.

Dari foto sederhana saat sesi pemotretan hampir dua dekade lalu hingga kini saling berhadapan dalam perebutan trofi Piala Dunia, kisah Messi dan Yamal menjadi salah satu cerita paling menarik yang mengiringi final Piala Dunia 2026.

SulawesiPos.com – Final Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah unik yang sulit terulang. Lamine Yamal, pemain yang saat masih bayi pernah dimandikan Lionel Messi dalam sebuah sesi pemotretan amal Barcelona, kini akan berdiri sebagai lawan sang megabintang saat Spanyol menghadapi Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026.

Laga yang berlangsung di Stadion New York New Jersey (MetLife Stadium), Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB itu bukan sekadar mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia.

Pertandingan tersebut juga menjadi simbol pertemuan dua generasi berbeda, yakni Lionel Messi yang telah mendominasi sepak bola selama hampir dua dekade dan Lamine Yamal yang kini mulai mencuri perhatian dunia.

Foto Messi memandikan Yamal saat masih bayi kembali menjadi perbincangan hangat menjelang final.

Momen itu terjadi pada 2007 ketika Barcelona menggelar sesi pemotretan kalender amal bersama sebuah surat kabar lokal.

Saat itu, Messi yang baru berusia 20 tahun diminta menggendong sekaligus memandikan seorang bayi yang belakangan diketahui adalah Lamine Yamal.

BACA JUGA:  Pemkab Bulukumba Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 untuk Gerakkan UMKM Lokal

Foto tersebut baru kembali viral pada 2024 setelah keluarga Yamal mengungkap identitas bayi dalam gambar itu.

Sejak saat itu, banyak penggemar menganggap momen tersebut sebagai simbol estafet generasi sepak bola, meski Yamal sendiri beberapa kali menegaskan bahwa ia tidak ingin dikenal sebagai “Messi baru” dan memilih membangun identitasnya sendiri.

Lamine Yamal Bersinar di Piala Dunia 2026

Di usia 18 tahun, Yamal menjadi salah satu pemain muda paling bersinar di Piala Dunia 2026. Kepercayaan penuh dari pelatih Luis de la Fuente dibayar dengan penampilan konsisten sepanjang turnamen.

Pemain sayap kanan Barcelona itu turut membawa Spanyol melangkah ke final setelah menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar, Belgia di perempat final, dan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal.

Saat menghadapi Prancis, Yamal bahkan sempat mencetak gol, namun dianulir karena lebih dulu berada dalam posisi offside.

Beroperasi dari sisi kanan, Yamal dikenal memiliki kemampuan menggiring bola, kecepatan, dan akurasi umpan yang kerap mengingatkan publik kepada Lionel Messi.

BACA JUGA:  Kartu Merah Almiron Warnai Kemenangan Paraguay atas Turki, Aturan Baru FIFA Jadi Sorotan

Meski demikian, banyak pengamat menilai gaya bermainnya memiliki karakter tersendiri berkat kreativitas, keberanian mengambil keputusan, dan kematangan yang melampaui usianya.

Penampilan impresif tersebut membuat Yamal kini menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Spanyol.

Berdasarkan data Transfermarkt, Yamal itu memiliki valuasi mencapai 200 juta euro atau sekitar Rp3,48 triliun, tertinggi di antara seluruh pemain La Roja.

Secara keseluruhan, skuad Spanyol juga menjadi salah satu yang paling bernilai di Piala Dunia 2026 dengan total valuasi sekitar 1,22 miliar euro atau setara Rp21,3 triliun.

Messi Berburu Gelar Dunia Kedua

Di sisi lain, Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin Argentina. Meski tidak lagi berada di usia emas, kapten Albiceleste tetap menjadi sosok sentral dalam perjalanan tim menuju final.

Argentina lolos ke partai puncak setelah menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 di semifinal.

Dalam pertandingan tersebut, Messi mencatatkan dua assist yang berujung pada gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez untuk membalikkan keadaan.

BACA JUGA:  Saat Maskapai Ikut Bertanding: Norwegian dan British Airways Viral Jelang Norwegia vs Inggris

Bahkan, sepanjang Piala Dunia 2026, Messi berada di top skor dengan peroleh delapan gol dan empat assist.

Final nanti menjadi kesempatan bagi Messi untuk menambah koleksi gelar Piala Dunia sekaligus memperkuat warisannya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Duel Dua Generasi di Partai Puncak

Pertemuan Spanyol dan Argentina diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam sejarah modern Piala Dunia.

Selain menjadi pertemuan pertama kedua negara di partai puncak, pertandingan ini juga mempertemukan dua ikon dari generasi yang berbeda.

Di satu sisi ada Lionel Messi, legenda hidup yang masih menjadi motor permainan Argentina. Di sisi lain berdiri Lamine Yamal, wonderkid yang kini dipercaya menjadi masa depan sepak bola Spanyol.

Dari foto sederhana saat sesi pemotretan hampir dua dekade lalu hingga kini saling berhadapan dalam perebutan trofi Piala Dunia, kisah Messi dan Yamal menjadi salah satu cerita paling menarik yang mengiringi final Piala Dunia 2026.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru