MK Tolak Gugatan Sanksi Pidana UU Keselamatan Kerja, Perlu Dievaluasi DPR dan Presiden

Oleh karena itu, penyesuaian substansi pengaturan dalam UU 1/1970 dinilai dapat dilakukan melalui proses legislasi agar selaras dengan perkembangan hukum ketenagakerjaan serta kebutuhan perlindungan pekerja ke depan.

Dengan pertimbangan tersebut, MK menyatakan dalil Pemohon tidak beralasan menurut hukum dan menolak seluruh permohonan.

Sebelumnya, dalam sidang pendahuluan pada Rabu (17/12/2025), Suhari menyampaikan bahwa ancaman pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda paling tinggi Rp100.000 telah kehilangan daya paksa akibat inflasi dan perubahan ekonomi.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mendorong pengabaian standar keselamatan dan kesehatan kerja oleh pengusaha.

Dalam permohonannya, Suhari meminta MK menyatakan Pasal 15 ayat (2) UU Keselamatan Kerja inkonstitusional secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai adanya penyesuaian nilai denda berdasarkan indeks harga atau pembaruan nominal oleh pembentuk undang-undang.

BACA JUGA:  Bappenas di MK: Anggaran MA dan MK Harus Tetap Setara dengan Lembaga Negara Lain

Oleh karena itu, penyesuaian substansi pengaturan dalam UU 1/1970 dinilai dapat dilakukan melalui proses legislasi agar selaras dengan perkembangan hukum ketenagakerjaan serta kebutuhan perlindungan pekerja ke depan.

Dengan pertimbangan tersebut, MK menyatakan dalil Pemohon tidak beralasan menurut hukum dan menolak seluruh permohonan.

Sebelumnya, dalam sidang pendahuluan pada Rabu (17/12/2025), Suhari menyampaikan bahwa ancaman pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda paling tinggi Rp100.000 telah kehilangan daya paksa akibat inflasi dan perubahan ekonomi.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mendorong pengabaian standar keselamatan dan kesehatan kerja oleh pengusaha.

Dalam permohonannya, Suhari meminta MK menyatakan Pasal 15 ayat (2) UU Keselamatan Kerja inkonstitusional secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai adanya penyesuaian nilai denda berdasarkan indeks harga atau pembaruan nominal oleh pembentuk undang-undang.

BACA JUGA:  MK Dorong Revisi UU Perlindungan Konsumen, Aturan Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru