SulawesiPos.com — Menjelang pendaftaran calon Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Wakil Ketua DPD REI Sulsel Rezza Pratama Said menggelar pertemuan silaturahmi dengan para tokoh senior organisasi di Potokoffie, Jalan Haji Bau, Kota Makassar, Sabtu siang.
Pertemuan tertutup yang dimulai sejak pukul 13.00 Wita hingga sore hari tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan santai, ditemani hidangan kopi serta kudapan ringan.
​Rezza hadir dengan balutan kasual mengenakan kaus hitam dan celana jins, disambut langsung oleh sejumlah pengembang kawakan seperti Haris Hody, Ambo Ala, Hoist Bachtiar, Annas Nambi, Suardi Darisa, serta Aman.
Agenda sowan ini dimanfaatkan untuk bertukar gagasan mengenai arah perkembangan industri properti serta penguatan organisasi ke depan.
​Dukungan terhadap regenerasi kepemimpinan turut mencuat dalam perbincangan tersebut. Pemilik PT Graha Nusantara Lestari, Ambo Ala, menegaskan bahwa REI Sulsel ke depan memerlukan sosok pemimpin muda yang progresif agar roda organisasi dapat bergerak lebih adaptif dan berkembang pesat.
​”Kita butuhkan pemimpin energik, visioner, bisa memberdayakan semua anggota,” ujar Ambo Ala di sela-sela pertemuan.
​Rezza Pratama Said sendiri dikenal luas sebagai Direktur Utama PT Patiarase Putra Property. Alumnus Teknik Perkapalan Universitas Hasanuddin angkatan 2003 ini telah menggeluti industri properti sejak 2007 semasa kuliah, berawal dari subkontraktor hingga sukses merintis dan membesarkan bisnis keluarga yang berakar dari PT Patiarase Propertindo dengan sejumlah proyek hunian kenamaan di Makassar.
Terkait suksesi pemilihan ketua periode 2026–2029, tahapan pengambilan formulir pendaftaran calon ketua dibuka mulai 18 hingga 25 September 2026 di Sekretariat DPD REI Sulsel dengan biaya administrasi sebesar Rp50 juta. Sementara itu, tahapan pengembalian formulir dijadwalkan pada 26 sampai 29 September 2026 dengan kandidat fee senilai Rp300 juta, di mana calon ketua diwajibkan hadir secara langsung saat proses penyerahan berkas.
Anggota SC Musda XV REI Sulsel, Ridwan ‘Dino’ Djabir, menjelaskan bahwa penetapan biaya kandidat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan agenda musda sekaligus menjadi fasilitas branding bagi para kandidat.
“Kandidat fee itu juga kami jadikan sebagai sponsor. Jadi kalau mereka membayar, kami berikan fasilitas seperti pemasangan logo perusahaan di backdrop ruangan, foto-foto caketum, hingga logo di rangkaian acara padel dan penanaman pohon,” tutup Dino.


