IHSG Ditutup Menguat ke 6.236, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini 3 Agustus 2026 saat Level 6.300 Diuji

SulawesiPos.com – IHSG ditutup menguat 0,80 persen ke level 6.236,13 pada perdagangan Jumat (31/7/2026), setelah 10 dari 11 sektor saham di Bursa Efek Indonesia berakhir di zona hijau.

Penguatan itu membuat rekomendasi saham hari ini kembali jadi perhatian pada perdagangan Senin (3/8/2026), terutama karena indeks sudah mendekati area psikologis 6.300 dan pasar mulai menguji apakah momentum naiknya masih cukup kuat untuk berlanjut.

Aktivitas transaksi pada akhir pekan lalu masih terjaga cukup ramai. Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 1,95 juta kali, total volume mencapai 32,45 miliar saham, dan nilai transaksi menyentuh Rp18,26 triliun.

Breadth pasar juga mendukung karena 437 saham menguat, 193 saham melemah, dan 159 saham stagnan. Data ini menunjukkan minat beli belum hilang, tetapi ruang untuk aksi ambil untung jangka pendek juga mulai terbuka setelah IHSG menguat 10,5 persen sepanjang Juli.

Dari sisi sektoral, tenaga pengangkat utama datang dari sektor barang baku yang naik 2,54 persen, disusul kesehatan 2,43 persen dan teknologi 2,23 persen.

BACA JUGA:  OJK Perketat Transparansi Pasar Modal, Pemilik Saham Besar hingga UBO Kini Diungkap

Di sisi lain, sektor barang konsumen primer menjadi satu-satunya yang masih melemah tipis 0,03 persen. Rupiah yang ditutup menguat 0,49 persen ke sekitar Rp18.022 per dolar AS ikut menjadi bantalan sentimen pada penutupan pekan lalu.

Masuk ke perdagangan hari ini, pelaku pasar tidak hanya melihat pola teknikal, tetapi juga mencerna rangkaian data baru dari dalam negeri.

PMI manufaktur Indonesia Juli 2026 dilaporkan naik ke 50,2 dari 46,9 pada Juni, memberi sinyal pemulihan aktivitas manufaktur.

Namun di saat yang sama, neraca perdagangan Juni 2026 masih mencatat defisit US$450 juta meski ekspor tumbuh 8,84 persen secara tahunan menjadi US$25,46 miliar.

Sentimen lain yang ikut diperhatikan adalah transisi kepemimpinan Bank Indonesia, perkembangan inflasi domestik, serta risiko geopolitik yang masih membayangi harga energi global.

SulawesiPos.com – IHSG ditutup menguat 0,80 persen ke level 6.236,13 pada perdagangan Jumat (31/7/2026), setelah 10 dari 11 sektor saham di Bursa Efek Indonesia berakhir di zona hijau.

Penguatan itu membuat rekomendasi saham hari ini kembali jadi perhatian pada perdagangan Senin (3/8/2026), terutama karena indeks sudah mendekati area psikologis 6.300 dan pasar mulai menguji apakah momentum naiknya masih cukup kuat untuk berlanjut.

Aktivitas transaksi pada akhir pekan lalu masih terjaga cukup ramai. Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 1,95 juta kali, total volume mencapai 32,45 miliar saham, dan nilai transaksi menyentuh Rp18,26 triliun.

Breadth pasar juga mendukung karena 437 saham menguat, 193 saham melemah, dan 159 saham stagnan. Data ini menunjukkan minat beli belum hilang, tetapi ruang untuk aksi ambil untung jangka pendek juga mulai terbuka setelah IHSG menguat 10,5 persen sepanjang Juli.

Dari sisi sektoral, tenaga pengangkat utama datang dari sektor barang baku yang naik 2,54 persen, disusul kesehatan 2,43 persen dan teknologi 2,23 persen.

BACA JUGA:  Mundur dari Jabatan Dirut BEI, Berikut Rekam Jejak Karier Iman Rachman

Di sisi lain, sektor barang konsumen primer menjadi satu-satunya yang masih melemah tipis 0,03 persen. Rupiah yang ditutup menguat 0,49 persen ke sekitar Rp18.022 per dolar AS ikut menjadi bantalan sentimen pada penutupan pekan lalu.

Masuk ke perdagangan hari ini, pelaku pasar tidak hanya melihat pola teknikal, tetapi juga mencerna rangkaian data baru dari dalam negeri.

PMI manufaktur Indonesia Juli 2026 dilaporkan naik ke 50,2 dari 46,9 pada Juni, memberi sinyal pemulihan aktivitas manufaktur.

Namun di saat yang sama, neraca perdagangan Juni 2026 masih mencatat defisit US$450 juta meski ekspor tumbuh 8,84 persen secara tahunan menjadi US$25,46 miliar.

Sentimen lain yang ikut diperhatikan adalah transisi kepemimpinan Bank Indonesia, perkembangan inflasi domestik, serta risiko geopolitik yang masih membayangi harga energi global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru