Orangutan Sampurna Terpapar Asap Pekat Karhutla di Ketapang, Diduga Alami Hipoksia

SulawesiPos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berdampak terhadap satwa liar.

Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sampurna ditemukan dalam kondisi lemah di kebun sawit warga di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Minggu (30/8/2026).

Wilayah tempat Sampurna ditemukan tengah terdampak asap kebakaran.

Laporan mengenai keberadaan orangutan tersebut diterima Wildlife Rescue Unit BKSDA Kalimantan Barat sekitar pukul 07.27 WIB.

Tim BKSDA Kalbar bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

Sekitar pukul 09.13 WIB, tim melakukan pembiusan terukur agar pemeriksaan terhadap Sampurna dapat dilakukan dengan aman.

Dokter hewan YIARI selanjutnya memberikan oksigen dan cairan melalui infus serta mengambil sampel darah, feses, dan rambut untuk pemeriksaan lanjutan.

Diduga Hipoksia Akibat Asap Pekat

Kondisi Sampurna diduga berkaitan dengan paparan asap tebal di sekitar lokasi kebakaran.

CEO YIARI Karmele Llano Sanchez mengatakan orangutan tersebut mengalami gangguan akibat kualitas udara yang buruk.

BACA JUGA:  BS Jadi Tersangka Karhutla Berau, 12 Hektare Lahan Terbakar

“Orangutan tersebut mengalami hipoksia karena asap yang sangat tebal di area tersebut,” kata Karmele Llano Sanchez kepada Reuters.

Dokter hewan YIARI, Komara, menyebut Sampurna tidak mengalami luka bakar berat.

Namun, orangutan yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun tersebut menunjukkan gangguan pernapasan dan sempat muntah.

“Kami menduga dia mengalami infeksi saluran pernapasan akut,” ujar Komara seperti dikutip Reuters.

Kementerian Kehutanan menyatakan kondisi lemah Sampurna juga diduga berkaitan dengan kekurangan cairan.

Orangutan Sampurna ditemukan lemas di kebun sawit, Ketapang Kalimantan Barat
Penanganan orangutan Sampurna ditemukan lemas di kebun sawit, Ketapang Kalimantan Barat. dok/ist

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, Sampurna kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI untuk menjalani observasi dan perawatan lebih lanjut.

SulawesiPos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berdampak terhadap satwa liar.

Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sampurna ditemukan dalam kondisi lemah di kebun sawit warga di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Minggu (30/8/2026).

Wilayah tempat Sampurna ditemukan tengah terdampak asap kebakaran.

Laporan mengenai keberadaan orangutan tersebut diterima Wildlife Rescue Unit BKSDA Kalimantan Barat sekitar pukul 07.27 WIB.

Tim BKSDA Kalbar bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

Sekitar pukul 09.13 WIB, tim melakukan pembiusan terukur agar pemeriksaan terhadap Sampurna dapat dilakukan dengan aman.

Dokter hewan YIARI selanjutnya memberikan oksigen dan cairan melalui infus serta mengambil sampel darah, feses, dan rambut untuk pemeriksaan lanjutan.

Diduga Hipoksia Akibat Asap Pekat

Kondisi Sampurna diduga berkaitan dengan paparan asap tebal di sekitar lokasi kebakaran.

CEO YIARI Karmele Llano Sanchez mengatakan orangutan tersebut mengalami gangguan akibat kualitas udara yang buruk.

BACA JUGA:  BS Jadi Tersangka Karhutla Berau, 12 Hektare Lahan Terbakar

“Orangutan tersebut mengalami hipoksia karena asap yang sangat tebal di area tersebut,” kata Karmele Llano Sanchez kepada Reuters.

Dokter hewan YIARI, Komara, menyebut Sampurna tidak mengalami luka bakar berat.

Namun, orangutan yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun tersebut menunjukkan gangguan pernapasan dan sempat muntah.

“Kami menduga dia mengalami infeksi saluran pernapasan akut,” ujar Komara seperti dikutip Reuters.

Kementerian Kehutanan menyatakan kondisi lemah Sampurna juga diduga berkaitan dengan kekurangan cairan.

Orangutan Sampurna ditemukan lemas di kebun sawit, Ketapang Kalimantan Barat
Penanganan orangutan Sampurna ditemukan lemas di kebun sawit, Ketapang Kalimantan Barat. dok/ist

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, Sampurna kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI untuk menjalani observasi dan perawatan lebih lanjut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru