Unhas Didorong Perkuat Diplomasi Pendidikan Indonesia di Pasifik Lewat Program BIPA

SulawesiPos.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) berpeluang memperluas jejaring kerja sama internasional di kawasan Pasifik melalui penguatan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan diplomasi kebudayaan Indonesia.

Peluang tersebut mengemuka dalam webinar yang diselenggarakan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Port Moresby bersama Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

Kegiatan itu membahas strategi memperkuat diplomasi pendidikan, pengembangan program BIPA, serta kerja sama kebudayaan Indonesia di kawasan Pasifik dan Timor Leste.

Webinar menghadirkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Prof. Tasrifin, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Port Moresby Arief Kusdwiadnanto, pengajar BIPA University of Goroka, serta akademisi dan perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia maupun luar negeri.

Program BIPA Terus Berkembang di Papua Nugini

Webinar Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Port Moresby bersama Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

Dalam paparannya, Arief Kusdwiadnanto menjelaskan KBRI Port Moresby yang membawahi Papua Nugini dan Kepulauan Solomon terus memperluas diplomasi pendidikan melalui pengembangan program BIPA, pemberian beasiswa, dan kerja sama pendidikan tinggi.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Dukung FKG Unhas Tuan Rumah International Dental Summer Course 2026

Saat ini terdapat 10 pusat BIPA dengan sekitar 800 peserta didik yang tersebar di berbagai institusi, seperti University of Goroka, University of Natural Resources (UNRE), Lae Secondary School, hingga Papua New Guinea Defence Force.

Menurut Arief, tingginya minat masyarakat Papua Nugini terhadap beasiswa Indonesia menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi Indonesia, termasuk Unhas, untuk memperluas kerja sama akademik.

Program beasiswa seperti The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Darmasiswa, serta berbagai beasiswa perguruan tinggi diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Papua Nugini melalui sektor pendidikan.

Diplomasi Budaya Perkuat Hubungan Indonesia-Pasifik

Selain pendidikan, diplomasi kebudayaan juga terus diperkuat melalui pelatihan angklung, rencana pengenalan kolintang, hingga inisiatif nominasi bersama Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk tradisi Bakar Batu (Mumu Stones).

Kolaborasi budaya juga diperluas melalui penguatan hubungan antara kerajinan Noken dari Indonesia dan Bilum dari Papua Nugini.

Sementara itu, Prof. Tasrifin menjelaskan bahwa di Timor Leste, BIPA telah berkembang menjadi instrumen diplomasi budaya yang efektif untuk mempererat hubungan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

BACA JUGA:  Mengenal Daya Tampung Unhas di SNPMB 2026: Jalur dan Pilihan Prodi

SulawesiPos.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) berpeluang memperluas jejaring kerja sama internasional di kawasan Pasifik melalui penguatan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan diplomasi kebudayaan Indonesia.

Peluang tersebut mengemuka dalam webinar yang diselenggarakan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Port Moresby bersama Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

Kegiatan itu membahas strategi memperkuat diplomasi pendidikan, pengembangan program BIPA, serta kerja sama kebudayaan Indonesia di kawasan Pasifik dan Timor Leste.

Webinar menghadirkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Prof. Tasrifin, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Port Moresby Arief Kusdwiadnanto, pengajar BIPA University of Goroka, serta akademisi dan perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia maupun luar negeri.

Program BIPA Terus Berkembang di Papua Nugini

Webinar Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Port Moresby bersama Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

Dalam paparannya, Arief Kusdwiadnanto menjelaskan KBRI Port Moresby yang membawahi Papua Nugini dan Kepulauan Solomon terus memperluas diplomasi pendidikan melalui pengembangan program BIPA, pemberian beasiswa, dan kerja sama pendidikan tinggi.

BACA JUGA:  FK Unhas Ambil Peran dalam Forum Dekan AIPKI 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Kedokteran Indonesia

Saat ini terdapat 10 pusat BIPA dengan sekitar 800 peserta didik yang tersebar di berbagai institusi, seperti University of Goroka, University of Natural Resources (UNRE), Lae Secondary School, hingga Papua New Guinea Defence Force.

Menurut Arief, tingginya minat masyarakat Papua Nugini terhadap beasiswa Indonesia menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi Indonesia, termasuk Unhas, untuk memperluas kerja sama akademik.

Program beasiswa seperti The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Darmasiswa, serta berbagai beasiswa perguruan tinggi diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Papua Nugini melalui sektor pendidikan.

Diplomasi Budaya Perkuat Hubungan Indonesia-Pasifik

Selain pendidikan, diplomasi kebudayaan juga terus diperkuat melalui pelatihan angklung, rencana pengenalan kolintang, hingga inisiatif nominasi bersama Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk tradisi Bakar Batu (Mumu Stones).

Kolaborasi budaya juga diperluas melalui penguatan hubungan antara kerajinan Noken dari Indonesia dan Bilum dari Papua Nugini.

Sementara itu, Prof. Tasrifin menjelaskan bahwa di Timor Leste, BIPA telah berkembang menjadi instrumen diplomasi budaya yang efektif untuk mempererat hubungan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

BACA JUGA:  Kabar Mengejutkan, Putra Sulsel Prof Jamaluddin Jompa Ditunjuk Jadi Plt Rektor Unsrat Manado Gantikan Berty Sompie

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru