Komisi XII Ingatkan Dampak Geopolitik ke Energi Nasional, Masyarakat Diminta Lebih Hemat BBM dan LPG

SulawesiPos.com – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menilai dinamika geopolitik global mulai berdampak langsung pada sektor energi nasional.

Tekanan tersebut terlihat dari terganggunya pasokan energi serta kenaikan harga energi di pasar internasional yang turut memengaruhi kondisi di dalam negeri.

Di tengah situasi tersebut, Dony mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketahanan energi dengan menggunakan energi secara bijak dan efisien.

“Tapi dari pihak pengguna juga masyarakat, marilah kita mencoba berhemat. Kalau tidak perlu kemana-mana lebih baik kita di rumah saja supaya penggunaan energi bisa kita kurangi,” ujarnya saat meninjau Terminal LPG Tanjung Sekong, Banten, Kamis (2/4/2026).

Dony mengingatkan bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi, baik dalam bentuk bahan bakar maupun minyak mentah.

Kondisi ini membuat sektor energi nasional sangat dipengaruhi oleh perkembangan global, termasuk konflik di kawasan strategis seperti Timur Tengah.

“Kita harus jujur bahwasannya memang dampak dari geopolitik ini atau perang yang terjadi di Timur Tengah ini membuat tersendatnya pasokan dari energi bagi negara kita hari ini,” tegasnya.

BACA JUGA: 
Dinilai Belum Tentu Efektif, Ateng Sutisna Minta Wacana WFH untuk Hemat BBM Dikaji Ulang

Menurutnya, dampak geopolitik tidak hanya dirasakan pada sisi pasokan, tetapi juga pada kenaikan harga energi.

Perubahan harga minyak dunia secara langsung memberi tekanan terhadap harga energi di dalam negeri, terutama untuk BBM nonsubsidi.

Pemerintah Tahan Harga Energi Subsidi

Di sisi lain, pemerintah disebut terus berupaya menjaga stabilitas harga energi, khususnya untuk BBM dan LPG bersubsidi, agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Terutama BBM yang bersubsidi dan juga LPG yang bersubsidi. Ini pemerintah supaya masyarakat jadi tenang dan ini juga pemerintah menahan harga itu dalam posisi yang saat ini ada harganya,” jelas Dony.

Dony menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar internasional.

Karena itu, fluktuasi harga minyak dunia akan terus berdampak pada perubahan harga BBM jenis tersebut di dalam negeri.

“Kita harus sadar bahwa BBM yang non-subsidi memang sudah setiap saat harganya naik turun karena mengikuti harga pasar dunia,” pungkasnya.

BACA JUGA: 
WFH Jadi Senjata Hemat Energi, Pemerintah Bidik BBM Turun 20 Persen

SulawesiPos.com – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menilai dinamika geopolitik global mulai berdampak langsung pada sektor energi nasional.

Tekanan tersebut terlihat dari terganggunya pasokan energi serta kenaikan harga energi di pasar internasional yang turut memengaruhi kondisi di dalam negeri.

Di tengah situasi tersebut, Dony mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketahanan energi dengan menggunakan energi secara bijak dan efisien.

“Tapi dari pihak pengguna juga masyarakat, marilah kita mencoba berhemat. Kalau tidak perlu kemana-mana lebih baik kita di rumah saja supaya penggunaan energi bisa kita kurangi,” ujarnya saat meninjau Terminal LPG Tanjung Sekong, Banten, Kamis (2/4/2026).

Dony mengingatkan bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi, baik dalam bentuk bahan bakar maupun minyak mentah.

Kondisi ini membuat sektor energi nasional sangat dipengaruhi oleh perkembangan global, termasuk konflik di kawasan strategis seperti Timur Tengah.

“Kita harus jujur bahwasannya memang dampak dari geopolitik ini atau perang yang terjadi di Timur Tengah ini membuat tersendatnya pasokan dari energi bagi negara kita hari ini,” tegasnya.

BACA JUGA: 
WFH Jadi Senjata Hemat Energi, Pemerintah Bidik BBM Turun 20 Persen

Menurutnya, dampak geopolitik tidak hanya dirasakan pada sisi pasokan, tetapi juga pada kenaikan harga energi.

Perubahan harga minyak dunia secara langsung memberi tekanan terhadap harga energi di dalam negeri, terutama untuk BBM nonsubsidi.

Pemerintah Tahan Harga Energi Subsidi

Di sisi lain, pemerintah disebut terus berupaya menjaga stabilitas harga energi, khususnya untuk BBM dan LPG bersubsidi, agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Terutama BBM yang bersubsidi dan juga LPG yang bersubsidi. Ini pemerintah supaya masyarakat jadi tenang dan ini juga pemerintah menahan harga itu dalam posisi yang saat ini ada harganya,” jelas Dony.

Dony menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar internasional.

Karena itu, fluktuasi harga minyak dunia akan terus berdampak pada perubahan harga BBM jenis tersebut di dalam negeri.

“Kita harus sadar bahwa BBM yang non-subsidi memang sudah setiap saat harganya naik turun karena mengikuti harga pasar dunia,” pungkasnya.

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo Pertimbangkan WFH untuk Hemat BBM di Tengah Ancaman Konflik Timur Tengah

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru