Driver Ojol Maxim di Makassar Dibusur Usai Tegur Pak Ogah, 7 Orang Diamakankan

SulawesiPos.com — Seorang pengemudi ojek online Maxim bernama Sandi menjadi korban pembusuran di Makassar.

Peristiwa itu terjadi setelah korban menegur juru parkir liar atau “Pak Ogah” yang diduga hanya memberi akses jalan kepada pengendara yang memberikan uang.

Kejadian berlangsung di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Sabtu (16/5/2026) siang.

Rekaman video kondisi korban setelah terkena busur panah sempat beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 28 detik tersebut, korban terlihat masih mampu mengendarai sepeda motornya sambil menahan rasa sakit.

“Anak Maxim dibusur, disini di Jembatan Puri,” ujar seorang pria dalam video yang beredar.

Berawan dari Teguran

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban melintas di lokasi dan mendapati sejumlah pria mengatur lalu lintas di tengah kemacetan.

Korban kemudian menegur salah satu dari mereka karena dinilai hanya memprioritaskan pengendara yang memberikan uang.

“Macet, yang ada saja uangnya dikasih jalan,” ucap korban kepada pelaku.

BACA JUGA: 
Pria Tebas Tetangga di Makassar Ditangkap Polisi, Motif Dipicu Tuduhan Pencurian

Teguran tersebut diduga membuat pelaku tersinggung hingga terjadi cekcok mulut.

Ketegangan pun meningkat dan berujung pada perkelahian antara korban dan salah satu pelaku di lokasi kejadian.

Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, mengungkapkan bahwa saat perkelahian berlangsung, korban diduga dikeroyok oleh sekitar empat orang lainnya.

“Menurut informasi awal, korban menegur pelaku supaya semua kendaraan juga diberi lewat, jangan cuma yang kasih uang. Karena pelaku ini diduga bertugas sebagai palimbang limbang atau Pak Ogah,” ujar Semuel.

Dalam duel tersebut, pelaku utama berinisial R disebut kalah dalam perkelahian.

Pelaku Kalah Duel, Kembali dengan Busur Panah

Usai kalah berkelahi, pelaku meninggalkan lokasi dan diduga kembali dengan membawa senjata busur panah.

“Nah menurut korban, pelaku tidak terima ditegur. Mereka sempat berkelahi, lalu pelaku ini kalah. Setelah itu dia pergi mengambil busur dan melepaskan panah ke arah korban,” jelas Semuel.

Anak panah tersebut mengenai bagian pinggang kanan korban. Meski dalam kondisi terluka, korban masih sempat mengejar pelaku menggunakan sepeda motor, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

BACA JUGA: 
Kurang 24 Jam, Polisi Tangkap Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Ujung Makassar

“Korban sempat mengejar pelaku, tapi tidak didapat,” kata Semuel.

Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama. Petugas telah mendatangi rumah pelaku, namun yang bersangkutan diduga telah melarikan diri.

“Anggota sudah ke rumah pelaku, tapi tidak ada di tempat. Diduga sudah melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran,” katanya.

Dalam proses penyelidikan lanjutan, polisi juga mengamankan tujuh orang yang diduga merupakan rekan pelaku.

Sejumlah di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur, bahkan ada yang berusia 11 tahun.

Setelah kejadian, korban sempat mendapatkan perawatan awal di Rumah Sakit Hermina Makassar.

Namun karena luka yang cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Daya Makassar untuk penanganan lanjutan.

Korban dilaporkan telah menjalani tindakan operasi akibat luka busur yang menancap di tubuhnya dan hingga kini masih menjalani perawatan medis intensif.

SulawesiPos.com — Seorang pengemudi ojek online Maxim bernama Sandi menjadi korban pembusuran di Makassar.

Peristiwa itu terjadi setelah korban menegur juru parkir liar atau “Pak Ogah” yang diduga hanya memberi akses jalan kepada pengendara yang memberikan uang.

Kejadian berlangsung di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Sabtu (16/5/2026) siang.

Rekaman video kondisi korban setelah terkena busur panah sempat beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 28 detik tersebut, korban terlihat masih mampu mengendarai sepeda motornya sambil menahan rasa sakit.

“Anak Maxim dibusur, disini di Jembatan Puri,” ujar seorang pria dalam video yang beredar.

Berawan dari Teguran

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban melintas di lokasi dan mendapati sejumlah pria mengatur lalu lintas di tengah kemacetan.

Korban kemudian menegur salah satu dari mereka karena dinilai hanya memprioritaskan pengendara yang memberikan uang.

“Macet, yang ada saja uangnya dikasih jalan,” ucap korban kepada pelaku.

BACA JUGA: 
Sepasang Kekasih Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor di Pantai Losari

Teguran tersebut diduga membuat pelaku tersinggung hingga terjadi cekcok mulut.

Ketegangan pun meningkat dan berujung pada perkelahian antara korban dan salah satu pelaku di lokasi kejadian.

Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, mengungkapkan bahwa saat perkelahian berlangsung, korban diduga dikeroyok oleh sekitar empat orang lainnya.

“Menurut informasi awal, korban menegur pelaku supaya semua kendaraan juga diberi lewat, jangan cuma yang kasih uang. Karena pelaku ini diduga bertugas sebagai palimbang limbang atau Pak Ogah,” ujar Semuel.

Dalam duel tersebut, pelaku utama berinisial R disebut kalah dalam perkelahian.

Pelaku Kalah Duel, Kembali dengan Busur Panah

Usai kalah berkelahi, pelaku meninggalkan lokasi dan diduga kembali dengan membawa senjata busur panah.

“Nah menurut korban, pelaku tidak terima ditegur. Mereka sempat berkelahi, lalu pelaku ini kalah. Setelah itu dia pergi mengambil busur dan melepaskan panah ke arah korban,” jelas Semuel.

Anak panah tersebut mengenai bagian pinggang kanan korban. Meski dalam kondisi terluka, korban masih sempat mengejar pelaku menggunakan sepeda motor, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

BACA JUGA: 
Pria Tebas Tetangga di Makassar Ditangkap Polisi, Motif Dipicu Tuduhan Pencurian

“Korban sempat mengejar pelaku, tapi tidak didapat,” kata Semuel.

Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama. Petugas telah mendatangi rumah pelaku, namun yang bersangkutan diduga telah melarikan diri.

“Anggota sudah ke rumah pelaku, tapi tidak ada di tempat. Diduga sudah melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran,” katanya.

Dalam proses penyelidikan lanjutan, polisi juga mengamankan tujuh orang yang diduga merupakan rekan pelaku.

Sejumlah di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur, bahkan ada yang berusia 11 tahun.

Setelah kejadian, korban sempat mendapatkan perawatan awal di Rumah Sakit Hermina Makassar.

Namun karena luka yang cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Daya Makassar untuk penanganan lanjutan.

Korban dilaporkan telah menjalani tindakan operasi akibat luka busur yang menancap di tubuhnya dan hingga kini masih menjalani perawatan medis intensif.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru