Akses Jalan Terputus Longsor, Warga Polman Ditandu 5 Kilometer ke Puskesmas

SulawesiPos.com – Seorang perempuan bernama Fatma (48) harus dievakuasi menggunakan tandu oleh personel Brimob setelah mengalami luka akibat tertimpa material longsor di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Korban terpaksa ditandu sejauh lima kilometer lantaran jalur dari rumah menuju puskesmas tidak bisa dilalui kendaraan karena tertutup longsoran tanah.

“Jarak rumah korban ke Puskesmas sekitar 5 kilometer. Personel Brimob turun langsung membantu proses evakuasi korban menggunakan tandu ke puskesmas terdekat akibat akses jalan belum dapat dilalui kendaraan karena tertutup material longsor,” kata Danki Kompi IV Yon A Pelopor Polda Sulbar, Ipda Ilham kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Korban ditandu dari kediamannya di Desa Rangoan menuju puskesmas di Kelurahan Matangnga, Kecamatan Matangnga, pada Sabtu (16/5). Longsor yang terjadi menyebabkan Fatma mengalami luka dan kesulitan bergerak akibat rasa nyeri yang dirasakan.

“Korban menderita sejumlah luka usai diterjang material longsor. Paha kiri dan kanannya juga terasa sakit hingga sulit digerakkan,” terang Ilham.

Selain melakukan evakuasi medis, personel Brimob juga dikerahkan untuk membantu warga terdampak bencana longsor yang terjadi pada Jumat (15/5) sekitar pukul 17.30 Wita.

“Personel Brimob turun langsung membantu penanganan darurat bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Matangnga.

Selain membantu evakuasi korban, personel juga melakukan pembersihan material longsor sebagai upaya percepatan dan pemulihan pasca bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Polman, Abu, mengungkapkan terdapat dua warga yang mengalami luka akibat longsor tersebut.

Keduanya merupakan pasangan suami istri, Fatma dan Jupri (57), yang saat kejadian sedang berboncengan sepeda motor dalam perjalanan pulang dari kebun.

“Keduanya baru dari kebun, mau pulang, tiba-tiba kena longsor. Suaminya juga terluka tapi masih bisa jalan, ini istrinya agak kesakitan jadi sulit bergerak,” tuturnya.

Abu menambahkan, upaya pembersihan material longsor kini terus dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat. Ia berharap akses jalan ke lokasi terdampak dapat segera dibuka agar kendaraan bisa melintas kembali.

“Jadi info terakhir masih ada 5 titik longsoran, itu yang akan kita kerjakan hari ini menuju lokasi titik bencana. Insya Allah kita upayakan hari ini akses jalan sudah terbuka dan bisa ditembus kendaraan roda 4,” imbuhnya.

Berdasarkan rekaman video yang diterima wartawan, tampak korban dievakuasi menggunakan tandu darurat dari kain sarung yang dipasang pada sebatang bambu.

Tandu tersebut dipikul bergantian oleh personel Brimob Polda Sulbar bersama warga, melewati jalan yang tertutup material longsor dengan kondisi medan yang cukup berat.

Longsor Rusak Empat Rumah dan Robohkan Tiang Listrik

Bencana longsor akibat curah hujan tinggi di Kecamatan Matangnga juga menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga serta merobohkan tiga tiang listrik pada Jumat (15/5) sore.

“Longsor mengakibatkan kerusakan empat rumah warga. 2 rusak parah, 2 rusak ringan,” ujar Kepala BPBD Polman Andi Chandra Sigit dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, hujan deras yang turun sejak siang hari membuat tebing di sekitar permukiman menjadi labil hingga akhirnya runtuh.

Material longsor terbawa aliran air dan menghantam rumah warga serta menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 70 meter.

“Longsor terjadi akibat hujan deras dari siang sampai sore hari. Material longsor juga menutup permukaan jalan sepanjang 70 meter,” bebernya.

Jika ingin, saya bisa lanjutkan dengan , atau menyesuaikan gaya yang lebih singkat.

SulawesiPos.com – Seorang perempuan bernama Fatma (48) harus dievakuasi menggunakan tandu oleh personel Brimob setelah mengalami luka akibat tertimpa material longsor di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Korban terpaksa ditandu sejauh lima kilometer lantaran jalur dari rumah menuju puskesmas tidak bisa dilalui kendaraan karena tertutup longsoran tanah.

“Jarak rumah korban ke Puskesmas sekitar 5 kilometer. Personel Brimob turun langsung membantu proses evakuasi korban menggunakan tandu ke puskesmas terdekat akibat akses jalan belum dapat dilalui kendaraan karena tertutup material longsor,” kata Danki Kompi IV Yon A Pelopor Polda Sulbar, Ipda Ilham kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Korban ditandu dari kediamannya di Desa Rangoan menuju puskesmas di Kelurahan Matangnga, Kecamatan Matangnga, pada Sabtu (16/5). Longsor yang terjadi menyebabkan Fatma mengalami luka dan kesulitan bergerak akibat rasa nyeri yang dirasakan.

“Korban menderita sejumlah luka usai diterjang material longsor. Paha kiri dan kanannya juga terasa sakit hingga sulit digerakkan,” terang Ilham.

Selain melakukan evakuasi medis, personel Brimob juga dikerahkan untuk membantu warga terdampak bencana longsor yang terjadi pada Jumat (15/5) sekitar pukul 17.30 Wita.

“Personel Brimob turun langsung membantu penanganan darurat bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Matangnga.

Selain membantu evakuasi korban, personel juga melakukan pembersihan material longsor sebagai upaya percepatan dan pemulihan pasca bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Polman, Abu, mengungkapkan terdapat dua warga yang mengalami luka akibat longsor tersebut.

Keduanya merupakan pasangan suami istri, Fatma dan Jupri (57), yang saat kejadian sedang berboncengan sepeda motor dalam perjalanan pulang dari kebun.

“Keduanya baru dari kebun, mau pulang, tiba-tiba kena longsor. Suaminya juga terluka tapi masih bisa jalan, ini istrinya agak kesakitan jadi sulit bergerak,” tuturnya.

Abu menambahkan, upaya pembersihan material longsor kini terus dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat. Ia berharap akses jalan ke lokasi terdampak dapat segera dibuka agar kendaraan bisa melintas kembali.

“Jadi info terakhir masih ada 5 titik longsoran, itu yang akan kita kerjakan hari ini menuju lokasi titik bencana. Insya Allah kita upayakan hari ini akses jalan sudah terbuka dan bisa ditembus kendaraan roda 4,” imbuhnya.

Berdasarkan rekaman video yang diterima wartawan, tampak korban dievakuasi menggunakan tandu darurat dari kain sarung yang dipasang pada sebatang bambu.

Tandu tersebut dipikul bergantian oleh personel Brimob Polda Sulbar bersama warga, melewati jalan yang tertutup material longsor dengan kondisi medan yang cukup berat.

Longsor Rusak Empat Rumah dan Robohkan Tiang Listrik

Bencana longsor akibat curah hujan tinggi di Kecamatan Matangnga juga menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga serta merobohkan tiga tiang listrik pada Jumat (15/5) sore.

“Longsor mengakibatkan kerusakan empat rumah warga. 2 rusak parah, 2 rusak ringan,” ujar Kepala BPBD Polman Andi Chandra Sigit dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, hujan deras yang turun sejak siang hari membuat tebing di sekitar permukiman menjadi labil hingga akhirnya runtuh.

Material longsor terbawa aliran air dan menghantam rumah warga serta menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 70 meter.

“Longsor terjadi akibat hujan deras dari siang sampai sore hari. Material longsor juga menutup permukaan jalan sepanjang 70 meter,” bebernya.

Jika ingin, saya bisa lanjutkan dengan , atau menyesuaikan gaya yang lebih singkat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru