SulawesiPos.com – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara selama libur Idulfitri 2026.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyebut lonjakan kunjungan masyarakat tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi lokal.
“Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM,” ujarnya, dikutip dari JawaPos, Minggu (29/3/2026).
Otorita IKN mencatat hingga 24 Maret 2026 terdapat 30.544 kendaraan yang masuk ke kawasan tersebut, dengan total pengunjung mencapai 143.126 orang.
Tingginya antusiasme ini menunjukkan meningkatnya minat publik untuk melihat langsung perkembangan ibu kota baru Indonesia.
Fasilitas Wisata dan Edukasi Disiapkan
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, berbagai fasilitas telah disiapkan di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Di Plaza Seremoni, pengunjung dapat menikmati kuliner dari restoran, kafe, hingga kedai UMKM. Sementara di Nusantara Park, tersedia panggung hiburan yang menampilkan pertunjukan musik dan tarian setiap sore hingga malam.
Pengunjung juga dapat mengakses Pusat Informasi Nusantara yang dilengkapi mini teater, pusat kendali mini, serta maket kawasan.
“Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, IKN juga kami hadirkan sebagai ruang publik yang inklusif dan edukatif,” kata Troy.
Sejumlah wisatawan mengaku terkesan dengan perkembangan IKN. Seorang wisatawan asal Taiwan, Snow, bahkan mengungkapkan keinginannya untuk tinggal di IKN di masa depan.
Sementara wisatawan domestik, Florensia dari Banjarmasin, menilai konsep pembangunan ramah lingkungan di IKN sangat menarik.
UMKM Raup Lonjakan Omzet
Lonjakan kunjungan wisatawan turut membawa dampak signifikan bagi pelaku UMKM di kawasan IKN.
Kevin, pedagang di Rumah Makan Global, menyebut omzetnya meningkat dari sekitar Rp1 juta menjadi lebih tinggi per hari setelah Lebaran.
Hal serupa disampaikan Nita, pelaku usaha dari Café Sepaku Empat, yang mencatat peningkatan omzet dari Rp1,8 juta menjadi Rp10 juta hingga Rp15 juta per hari selama puncak Lebaran.
Otorita IKN menilai peningkatan aktivitas ekonomi ini menjadi sinyal positif bagi peluang usaha dan investasi di kawasan tersebut.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memulai usaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara,” pungkas Troy.

