Dua Anak Yatim Piatu Sampaikan Kebutuhan Sekolah, Bupati Bone Beri Kejutan Motor Listrik

SulawesiPos.com — Suasana Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone mendadak berubah haru. Di tengah kemeriahan pembukaan kegiatan, dua siswa yatim piatu, Sahira dan Aditya, mendapat perhatian khusus dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.

Keduanya merupakan siswa-siswi SMAN 3 Bone yang hadir mengikuti kegiatan di Lapangan Basket SMAN 3 Bone, Jalan Gatot Subroto, Rabu (7/10/2026).

Di hadapan Bupati Bone, keduanya menyampaikan kebutuhan mereka untuk menunjang aktivitas sekolah. Permintaan sederhana itu kemudian berujung pada sebuah kejutan yang tak disangka.

Bupati Bone memberikan dua unit motor listrik kepada Sahira dan Aditya.

Bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan. Bagi kedua anak yatim piatu itu, motor listrik tersebut menjadi dukungan untuk memudahkan aktivitas sekolah sekaligus membuka peluang untuk membantu kehidupan mereka ke depan.

Andi Asman berpesan agar bantuan tersebut dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Saya kasih motor listrik. Saya larang dijual dan kelak bisa dipakai usaha,” kata Andi Asman.

BACA JUGA:  Spesial Valentine, Bupati Bone Lepas Ratusan Burung Merpati

Pesan itu membuat pemberian tersebut memiliki makna lebih dari sekadar hadiah. Motor listrik itu diharapkan tidak hanya menjadi alat transportasi untuk berangkat sekolah, tetapi juga dapat menjadi modal awal bagi Sahira dan Aditya untuk belajar mandiri dan mengembangkan usaha.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam pembukaan Talenta Fair Jilid II. Di tengah sorak dan semangat para pelajar, perhatian Bupati Bone tertuju kepada dua anak yang sedang berjuang menempuh pendidikan tanpa sosok orang tua.

Bukan Sekadar Kompetisi

Selain memberikan bantuan kepada kedua siswa tersebut, Bupati Bone secara resmi membuka Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Andi Asman, didampingi Kepala SMAN 3 Bone dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Andi Asman menyebut Talenta Fair bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan bakat sekaligus mempererat persaudaraan antarsekolah.

BACA JUGA:  Bupati Bone Salurkan 720 Paket Bantuan, Perangi Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

“Ini menjadi ajang untuk silaturahmi dalam bertanding secara sportif, terlebih bagi para juri agar profesional,” ujarnya.

Menurutnya, profesionalisme juri juga menjadi bagian penting agar seluruh pertandingan berlangsung objektif, adil dan mampu memberikan pengalaman berkompetisi yang sehat bagi para pelajar.

Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK, MA, SMP hingga MTs.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk berkompetisi sekaligus menemukan dan mengasah potensi yang mereka miliki.

Namun di balik riuhnya pertandingan dan semarak Talenta Fair, kisah Sahira dan Aditya menjadi cerita tersendiri.

Dua pelajar yang datang membawa harapan untuk mendapatkan dukungan dalam menempuh pendidikan, justru menerima lebih dari yang mereka bayangkan.

Sebuah motor listrik kini menjadi bagian dari perjalanan mereka—bukan hanya untuk pergi ke sekolah, tetapi juga sebagai pengingat bahwa di tengah perjuangan, selalu ada tangan yang peduli dan memberi kesempatan untuk terus melangkah. (kar)

BACA JUGA:  Beli 1 Dapat 3, Promo Satu Tahun Browcyl Bone Buat Warga Rela Antre Panjang

SulawesiPos.com — Suasana Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone mendadak berubah haru. Di tengah kemeriahan pembukaan kegiatan, dua siswa yatim piatu, Sahira dan Aditya, mendapat perhatian khusus dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.

Keduanya merupakan siswa-siswi SMAN 3 Bone yang hadir mengikuti kegiatan di Lapangan Basket SMAN 3 Bone, Jalan Gatot Subroto, Rabu (7/10/2026).

Di hadapan Bupati Bone, keduanya menyampaikan kebutuhan mereka untuk menunjang aktivitas sekolah. Permintaan sederhana itu kemudian berujung pada sebuah kejutan yang tak disangka.

Bupati Bone memberikan dua unit motor listrik kepada Sahira dan Aditya.

Bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan. Bagi kedua anak yatim piatu itu, motor listrik tersebut menjadi dukungan untuk memudahkan aktivitas sekolah sekaligus membuka peluang untuk membantu kehidupan mereka ke depan.

Andi Asman berpesan agar bantuan tersebut dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Saya kasih motor listrik. Saya larang dijual dan kelak bisa dipakai usaha,” kata Andi Asman.

BACA JUGA:  Mentan Andi Amran Sulaiman Puncaki Dua Penilaian Kinerja, Pengamat Unibos: Sulsel Patut Bangga

Pesan itu membuat pemberian tersebut memiliki makna lebih dari sekadar hadiah. Motor listrik itu diharapkan tidak hanya menjadi alat transportasi untuk berangkat sekolah, tetapi juga dapat menjadi modal awal bagi Sahira dan Aditya untuk belajar mandiri dan mengembangkan usaha.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam pembukaan Talenta Fair Jilid II. Di tengah sorak dan semangat para pelajar, perhatian Bupati Bone tertuju kepada dua anak yang sedang berjuang menempuh pendidikan tanpa sosok orang tua.

Bukan Sekadar Kompetisi

Selain memberikan bantuan kepada kedua siswa tersebut, Bupati Bone secara resmi membuka Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Andi Asman, didampingi Kepala SMAN 3 Bone dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Andi Asman menyebut Talenta Fair bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan bakat sekaligus mempererat persaudaraan antarsekolah.

BACA JUGA:  Program Serambi di Bone, Bank Indonesia Gaungkan Cinta Rupiah

Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

“Ini menjadi ajang untuk silaturahmi dalam bertanding secara sportif, terlebih bagi para juri agar profesional,” ujarnya.

Menurutnya, profesionalisme juri juga menjadi bagian penting agar seluruh pertandingan berlangsung objektif, adil dan mampu memberikan pengalaman berkompetisi yang sehat bagi para pelajar.

Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK, MA, SMP hingga MTs.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk berkompetisi sekaligus menemukan dan mengasah potensi yang mereka miliki.

Namun di balik riuhnya pertandingan dan semarak Talenta Fair, kisah Sahira dan Aditya menjadi cerita tersendiri.

Dua pelajar yang datang membawa harapan untuk mendapatkan dukungan dalam menempuh pendidikan, justru menerima lebih dari yang mereka bayangkan.

Sebuah motor listrik kini menjadi bagian dari perjalanan mereka—bukan hanya untuk pergi ke sekolah, tetapi juga sebagai pengingat bahwa di tengah perjuangan, selalu ada tangan yang peduli dan memberi kesempatan untuk terus melangkah. (kar)

BACA JUGA:  Kunjungi Peternakan di Bali, Perkuat Sinergi Pengembangan HAT

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru